Cerita Bapake

Selamat lebaran semua penghuni bumi dan jagad raya. Minal Aidin Wal faidzin, Mohon maaf lahir dan batin.. 

Yes, hari ketiga lebaran (dan dirumah gw pun masih ber-open house ria) dan di hari yang fitri (gak pake cinta) masih aja ada orang yang misah-misuh (coba langsung aktifankan google translate: kamus jawa – indonesia haha) yang bikin pala jadi tambah mumet..

Ketika muka ikutan mumet datang pula sosok laki2 yang bener2 cuman ngomong kalo perlu.. Yes,that’s my father. Beda banget sama tipikal nyokap gw yang hobinya jadi MC ibu2 pengajian,that’s why dimana ada mic dan acara keluarga si ibu ratu ini selalu mengambil andil dalam masalah per-protokolan. Back to my daddy, mungkin dia terlalu kasian melihat si #dadyslittlegirl nya kemarin berhasil punya muka kaya joker (baca: happy faces) sekarang merengut lagi.

Pembicaraan oleh laki2 super cool nan cuek ini di mulai dari .. ” Berat kamu udah naik belum?” Hahahaha.. “Ya udah banget dong pak, lebaran dua hari naik 1,5 kilo, kalo begitu lebaran aja kan tiap hari?” ujar anaknya yang cengengesan ini menjawab bapaknya yang baru pulang dinas. Yes, memang gw dan keluarga dari jaman dulu sudah terbiasa dengan ketidakhadiran sosok bapak di hari lebaran, dan kebetulan lebaran pertama kali ini si bapake ditugaskan untuk menerbangkan pesawat milik korporat tambang amerika ke timika.  Tapi, beliau menyempatkan untuk hadir di lebaran hari ke-dua dan ke-tiga untuk tahun ini. Setelah itu, pembicaraan lalu di lanjutkan dengan membicarakan momen2 perjalanan hidup bapake.

(gak usah di ceritakan secara conversation kali yah..daripada jatohnya mirip cinta fitri). Yap, bapake itu adalah seorang yang super cuek, malah kadang gak pedulian sehingga dia gak pernah gengsi dengan suatu hal apapun. Hari ini, mungkin beliau bercerita karena ingin membagi momen ke #dadyslittlegirl -nya untuk mempelajari makna kehidupan.Sebagai cerita anak desa dengan rejeki kota, membuat gw terharu super proud akan si pak bos besar ini. Mungkin pernah gw ulas, trip nyekar nyuwun pangestu ke makam2 bebuyut gw di #preparetheweds. Salah, satunya makam eyang kakung di Samigaluh, kulon progo. Disitulah cikal bakal bapak gw hadir, dia pernah cerita bahwa hidupnya dulu kalo mau sekolah atau ke kota jogjakarta harus jalan kaki (bener2 kaya ninja hatori mendaki gunung lewati lembah) dari desa samigaluh ke tugu di Ndekso yang jaraknya bisa ditempuh  sekitar 50 km. Dari situ dia harus nunggu angkutan umum yang datang sekitar 1,5jam sekali, untuk mengangkutnya pergi ke jogjakarta dan bersekolah di De’brito (bayangin doi harus berangkat jam berapa pagi untuk sampe sekolah,sedangkan gw selalu misah misuh brangkat pagi karena macetnya jakarta..hahaha).

Setiap hari itulah yang dia lalui,kadang beliau suka nginep di rumah budenya kalau lagi capek. Lalu, setelah kehidupan kerasnya dilalui di jogja diapun berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan studi penerbangan di curug. “Bapak,juga tadinya gak punya siapa2 di Jakarta. Tapi bapak nekat aja ke Jakarta, dengan bekal uang seadanya apply di curug dan alhamdulillah diterima dan lumayan setahun pertama di karantina di asrama, bapak punya tempat tinggal deh” (di momen ini gw merasa tertohok,diumur gw yang sama dengan jaman bapake dulu gw masih begini2 aja).Lalu,bapak masuk ke inti perjalanannya bahwa kehidupan itu yang penting adalah kemauan untuk menjalaninya, seberapa besar kita berusaha itu lah hasil yang dipetik.

“Bapak mungkin dulu gak punya apa2, tapi sekarang bapak punya cerita yang bisa bapak sampaikan ke anak cucu bapak dan bisa di jadikan contoh bahwa ketika mau sukses,kamu harus benar2 merasakan sakitnya kehidupan” -quote bapake

Dan betul,bapak gak pernah malu ataupun gengsi untuk menceritakan perjalanan kesuksesannya (yang sebenernya selalu di ulang2 setiap lebaran , syndrome tua..hahaha) kepada anak2nya. Tapi,kali ini ada tambahan petuah dari pak bos besar (karena anaknya dua minggu lagi akan kewong) “Jangan takut untuk gak punya uang,dan jangan takut untuk terlihat miskin di keluarga mu ,karena miskin itu adalah tabungan sukses..Perjuangan untuk sukses adalah miskin,jadi kamu harus ingat NEVER GIVE UP dan satu hal jangan pernah jadi orang gengsi karena gengsi akan membuatmu miskin” (oh how i adore my dady yang gak pernah ngomong ini..sekalinya ngomong bagaikan mario teguh). Darisitu gw langsung merangkum kesimpulan bahwa memang orang yang hidupnya prihatin pasti akan mendapatkan ganjaran yang setimpal. Bapak cerita tentang perjalanan beliau menjadi seorang yang from nothing to something yang bisa mengangkat drajat orang tuanya , yes dan bapak bilang bahwa seharusnya anak2 jaman sekarang (means gw and generation) harusnya bisa lebih dan lebih dibanding orang tuanya. Bapak,memang gak pernah memaksakan anak2nya untuk jadi apa dan seperti apa..Tapi dengan ketulusan bapak bercerita membuat saya harus bisa seperti beliau yang from nothing to something dan haruspun mengangkat drajatnya atau paling tidak setara dengan kedudukannya beliau sekarang. Yes,memang perlu ada proses, dan kesabaran yang tinggi. Jadi prihatin  dan bersabar gw selama sembilan bulan (selama kewongan ini) gak ada apa2nya sama bapak gw yang sudah prihatin bertahun-tahun yang berbuah bolak – balik amrik for business trip, mempunyai anak2 sarjana tingkat pendidikan super tinggi dan bisa beliin istrinya kacang kulit ala hermes dan insya allah berhasil menghantarkan anak2nya ke pelaminan. Mungkin Bapak, bukan keturunan raja ataupun sosialita yang dari brojol tidur bareng emas. Tapi dia adalah seseorang yang berani mengangkat drajat keluarganya untuk bisa tidur di tumpukan padi yang nyaman. Kesederhanaanya membuat hidup kami dan keluarga bisa selalu nyaman dan hidup enak.

A life after this, gak ada manja2an sama macet (walaupun gw super duper hate benci banget) dan gak ada kata untuk gengsi (walaupun Jakarta banyak banget tempat2 dan orang2 bergengsi) . Thank you for being a good dad, for being a good leader, and also a good teacher. Bapak gw gak perfect dad kok guys, doi tetep suka misuh2 kalo lagi bete..cuman doi memang introvert aja orangnya, dan sekalinya kita quality time,He has something good story to tell for next future grandkiddos.

And not more than 2 weeks, gw bukanlah tanggung jawab si bapak dan mama lagi.. Gw akan menjadi tanggung jawab seorang laki2 yang kelak menjadi pemimpin dalam keluarga gw. It’s just so sad (fix gw akan nangis bombai nanti pas sungkeman) that i have to letting my life into someone. Thanks for being the best parent I’ve ever had.And as i promises, i am gonna be like daddy from nothing to be something 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s