DAY 1 – Bloolagoon, Padang Bai #honeymoontrip

I’m back in J-town.. Back to reality and not more than a week itu udah october tandanya harus nguli lagi nyari duit..OH NO!! *kembali mendrama*

Yes,kembali ke Jakarta pulang dengan keadaan encok (pastinya krn abs road trip), keadaan kulit yang (sedikit) coklat  (padahal udah sunbathing goler2 di pantai hasilnya gini doang..zzz) dan juga keadaan komedo yang membuat kerajaan di muka gw (yak, haloo dokter tina saya akan membuatmu kaya kembali dengan perawatan di klinik anda). Tapi semua itu terbayarkan dengan honeymoon (yang sebenernya gak se-sweet honey juga sih) keliling Bali  yang sungguh tidak terencana.

Memang mungkin gw dan cumamih ini anaknya terlalu happy-go-lucky. Jadi,ketika membuat rencana ..kamilah juga yang menghancurkan rencana tersebut..hahaha! Yes, ternnyata unplanned trip itu lebih seru dibanding nge- list ratusan tempat yang harus dikunjungin.

Yuk maree ibuk2 kita lihat bagimana keluarga bolang ini menikmati honeymoon ala koper dan ransel mereka..

Hari pertama dimulai dari tanggal 16 September 2012, Minggu .

Flight penerbangan jam 06.15 pagi. Bayangin gak betapa kita harus super bangun pagi untuk early morning flight,sedangkan malam sebelumnya cumamih masih lembur (dihari sabtu) untuk mengerjakan project pitch teamnya *nasib budak ahensi*. Tapi demi, 1st trip bernamakan #ThePrasstyo untuk pertama kalinya ini, kami berdua bela2in pasang 2 alarm untuk bangun pagi.  Mennggunakan Garuda Indonesia Airlines memang pilihan yang tepat, walaupun harga nya beda tipis sama si budget airlines berinisial AA, yang jelas hari itu we’re save from delay dan juga koper nyonyah pun bisa dengan dimasukan ke bagasi..hehehe!

Sesampainya di Bali, kami langsung di sambut oleh Bapak Rental mobil (bernama pak Suarta asli Medan nyasar di Bali..hahaha) yang secara sigapnya membawakan koper sang nyonya sampai ke mobil tujuan. Ini adalah kedua kalinya kami menyewa mobil di tempat rental mobil yang bernama VSE BALI (RMB CAR RENTAL) dan setiap sewa di tempat ini, ntah apakah kami yang selalu hoki dapat mobil yang bagus atau memang mereka yang bagus pelayanannya. Sebelumnya memang sudah kita booked mobil dari Jakarta via email dan telephone. Tadinya untuk mobil suzuki karimun estilo ini perharinya di beri harga sewa IDR 200ribu/hari. Dikarenakan ke-merki-an sang nyonya pemegang kas keuangan keluarga ini, akhirnya cumamih pun menewar harga sewa menjadi IDR 180rb/hari dengan alasan kita sewa mobil ini seminggu, jadi HARUS dong ada diskon..hehehe.

Sebelum kita cabidut alias cabut dari airport, si pak rental ini ngecek keadaan mobilnya terlebih dahulu. Yes, mobil sama umur perkawinan gw gak beda tipis. Ternyata, mobil ini baru aja sebulan di pakai jadi masih super kemilincong kaya dandanan paes gw beberapa minggu yang lalu. STNK aja belom ada (nekat style) tapi sudah ada surat jalan . Bensinpun masih ada setengah, jadi Alhamdulillah Tuhan..kita gak mesti isi bengsing dulu *si merki kumat*.

Gak lupa untuk absen di restoran bubur favorit kami berdua (ke bali kok makan bubur?!) BEH!!!! bubur ini beneran bubur gak ada duanya dibanding bubur2 di di Kota. Yes, Lao Ta we’re coming!!

Kira2 jam 11.oo langsunglah peralatan perang dikeluarkan  :  Ipod, Iphone cumamih , dan Iphone sang nyonyah *keluarga steve jobs minded*. Yes, we’re ready to the road trip!!! Hemm.. waitt!! *Mau tanya* apakah kita pake supir? Jawaabannya adalah Tidak!! Sang Supir  adalah sang cumamih sendiri, *Mau tanya lagi* Apakah sang  cumamih sering ke Bali? Jawabannya Oh tentu Tidak. Jadi…. Yes, we’re depend on GPS. Disinilah kekompakan kami sebagai pasangan suami – istri baru di uji. Cumamih is good on reading the map, while gw sebenernya tipikal anak yang suka baca jalan.. Jadi tugas gw adalah membaca nama jalan dan cumamih memastikan bahwa jalan tersebut di lalui di GPS. Jadi, modal kebali road trip kami berdua itu cuma Iphone yang ber-GPS (i bet, all the smart phones has a GPS application) dan juga mobil kecil yang irit bengsing.

Sekitar jam 12.30 WITA (jarak tempuh sekitar 1,5jam perjalanan dari denpasar). Akhirnya kami sampai di Padang bai!! We’re so clueless about this place actually, gak pernah bisa ngebayangin tempatnya seperti apa. Yang jelas googling dan juga baca di wikipedia Padangbai ini adalah salah satu pelabuhan penyebrangan penghubung Bali dan Lombok.. And Yes It’s True! Tapi jangan bayangin pelabuhan ini bentuknya kaya pelabuhan Tj.Priok, atau Ancol. Bener2 bedaaa sekali.. It was Soooo Beautiful…

Pilihan tepat sepertinya untuk tipikal pasangan bolang seperti kami berdua untuk memilih Bloolagoon Resort sebagai destinasi honeymoon kami untuk hari pertama dan hari ketiga. Suasana pedesaan dan ke alamian yang dimiliki oleh resort ini, berhasil membuat kami berdua lupa akan urusan kerjaan dan juga (khususnya sang nyonya) relaks akan kedramaan yang melanda pada saat menjadi bridezilla.

Siapa coba yang gak ngeces ketika lihat pemandangan minibora2 di resort ini?! Suasana eco-green nya juga membuat tempat ini gak seperti kacang lupa sama kulitnya..means: bahwa mereka tetep stay nature  dan memanfatkan bahan2 alami yang ada di sekitar resort ini menjadi bahan baku yang dapat digunakan oleh customer mereka disini. Buat gw dan cumamih tempat ini really adventurous sih, terutama untuk gw. Karena, memang se nature itu… NO-TV, NO – AIRCON (only fan) di kamar utama , tapi percaya sama gw.. mungkin karena letak resort ini di tebing plus angin pantai yang  super jahat (GW AJA MASUK ANGIN) membuat hawa panas pliket itu gak ada sama sekali.. Jadi, hidup ala anak AC kaya gw gak jadi masalah karena tergantikan oleh Angin laut yang membuat gw cukup masuk angin (dipantai kok pake jaket ndok..hahaha ya abess masuk enjin?!)

Okey daripada buat ilfil kalian untuk nginep disini karena gak ada AC..let me describe the resort.

Well, sebenernya gw dapet resort one bed room ini karena adanya paket USD 222,++ / for 2 persons .. include 2 nights stays, breakfast, welcome drink, dinner (one time) plus 2 glasses of wines. Dan menurut gw , compare to another villas in seminyak atau sekitarnya ..ini sangat cukup affordable sekali (walaupun harus effort kesananya) . How about the room? Yap, kamar gw ini dibagi menjadi dua bagian (bayangin aja dua bagian untuk 2 orang, so you guys actually can explore every single spot in this room..hihihi) . Bagian atas terdiri dari pintu masuk , lalu disebelah kiri ada kamar yang berkelambu , lalu ada pantry untuk masak2 (lumayan lah buat masak indomai) , lalu ada semacam gazebo untuk menikamati pemandangan laut dan gunung Agung (Gunung tertinggi di Bali), kamar mandi outdoor. Untuk di bagian ke dua yaitu bagian bawah, terletak living room dan juga teras untuk tempat sunbathing (jadi tau kan kenapa gw se bolang ini sekarang).Dan jangan khawatir, gak ada TV,AC,Telephone tapi ada signal WI-FI , dan kecenya lagi bisa tetep update instagram di tengah laut..hahaha

And, here’s the picture….

Dan yang paling pecahnya lagi, resort kami berdua dapet a good view (dengan harga yang affordable yah..). Kita beruda bisa lihat hamparan laut dan juga pemandangan Gunung Agung dan Candi dasa tepat di depan balcony kamar kami (kata lebainya tepat “di depan mata gue”..haha).. dan pastinya gw bisa menjamin bahwa pemandangan ini gak bisa didapatkan di resort2 di sekitaran seminyak, uluwatu dan sekitarnya dengan harga yang sekiaaannnn affordable nya.

Hemm.. tempat ini cukup keren sih dan lebih tepatnya tempat anti-mainstream (yang notabennya gw dan cumamih banget). Bayangin aja diantaraaaaa sekian banyak orang, turis lokalnya cuman gw dan cumamih.. sisanya bule withh red skinss. Dann.. asiknya disini orang lokalnya pun sebegitu open-nya sama turis lokal seperti gw dan cumamih, mereka bener2 gak pilih2 bahkan gw bilang mereka sungguh informative setiap ditanya dan ngobrol mereka akan kasih penjelasan yang sangat cukup membuka wawasan gw dan cumamih.

Swimming Pool Area

Nah, letak bloolagoon ini memang agak nanjak keatas..jadi letak setiap resortnya dia agak di tebing.Kalo kata cumamih, once ada tsunami we’re save! hahaha (emang mulut suami gw suka sampah). Nah, jadi jarak dari si resort ini ke pantai pelabuhan itu sekitar 100 m, sedangkan jarak dari resort ke bloolagoon beach nya itu hanya 20M tapi karena jalannya yang berliku dan menanjak jadi kendaraan seperti motor dan mobil itu sangat membantu..

Dan ini dia si bloo lagoon beach yang super kece..

Nah, si bloolagoon beach ini pantainya white sand..Jadi sungguh cucok buat yang suka sunbath.. Disini gak kena charge apa2 kalau mau sunbath di pantai, kecuali mau pinjem kursi di bloolagoon cafenya.Tapi itupun masih murah.

Nah bisa dilihat kan, diantara turis – turis ini .. turis lokalnya cuma kita berdua aja.. hahaha! Apalagi yang ini nih, paling bolang diantara the reds one..

Setelah main air aja di pantai (dikarenakan sang nyonya masih ngantuk bangunnya kepagian) akhirnya kitapun lupa kalau belum lunch, akhirnya singgah untuk late lunch di warung atau cafe bloolagoon ini. Jadi di bloolagoon beach ini ada semacam warung ala cafe yang juga menyewakan tempat duduk untuk sunbath dan sewa snorkel dan fin-nya sebesar  IDR 30ribu/day.Dan  mau liat pasangan rakus ini makan apa? Yang jelas Makan Besar…

Malamnya kami si the bolang couple ini turun lagi mencari makan malam dan sebenernya bosen aja sih di kamar (kita kan sbnrnya anaknya gak bisa diem,jadi emang liburan memanfaatkan waktu liburan banget..harus dong!). Parkir di sudut tepi pantai dan memutuskan untuk jalan kaki, dan menelusuri cafe dan resto di sekitar pinggiran pantai. Yes, sebenenrnya padang bai ini mirip Hawai (sotoy gak ketulungan kaya pernah ke Hawai aja). Kalau kalian pernah nonton 50 first date, nah desa ini mirip seperti di kehidupan film tersebut.

Jadi, mereka ini semacam desa kecil tapi fully entertainment, bener2 kami menyelusuri cafe satu persatu (dan melihat price range menunya)dari ujung ke ujung. Dan, biasalah tipikal orang indonesia banget, ada satu warung dimana PENUH banget sama bule, datanglah kami kesitu.Bapaknya welcome banget, pas kita duduk dan di kasih menu bener2 menu pilihannya selengkap itu. Dari european food, indonesian food, Indian food, wahh ajigileee lengkap banget. Dan amazingnya lagi, start menunya dari harga 15ibu – 45 ribu dengan porsi lagi dan lagi super gede dan mengenyangkan. Gw lupa nama warung ini apa, yang pasti nama pemiliknya bernama Bapak Kadek, letaknya dekat Sunrise Bar. Asik ngobrol sama pak Kadek dan kekenyangan akhirnya kita pindah untuk cobain minuman di bar yang letaknya cuma beda 2-3 warung dari warung pak kadek ini. Begini nih kalo anak Jakarta masuk ke desa, surprisingly harga2 minuman seperti srewdriver, blackrussian cuman 30ribu dengan ukuran gelas lumayan sedeng sih.Hem kan, mure mure minum mureee seneng banget si cumamih. Gak hanya itu, di sunrise cafe ini juga fully entertainment banget , jadi mereka setiap Minggu , Senin, Kamis , Sabtu ada Live Music nya. Gokil, cafe yang ukurannya cuma 30 x 30m ini bener2 bisa menarik turis2 untuk datang ke tempat itu.Jadi untuk masalah makanan, ini adalah bagian Bali yang paling murah yang pernah gw kunjungi. Makan berdua cuman abis 80ribu, minum sampe mabok (walaupun udah jompo untuk mabok) abis 200ribu..Crazy..

Well, hari pertama sampai di tempat yang notaben nya adalah #theprasstyo banget alias di padang bai ini sungguh memuaskan. Welcoming penduduk yang super ramah, servicing hotel yang super menyenangkan hati, pemandangan yang sangat membuat kami bersyukur atas keindahan Tuhan (Bayangin aja dapet pemandangan ada gunung ada laut.. What a perfect scene kan?!) .

And so what’s next on 2nd day? Stay on #theprasstyo

Notes:

Untuk menginap di bloolagoon resort ini memang harus punya taste of a little adventure. Dikarenakan, fasilitasnya yang memang sangat menjaga privacy dari para tamunya maka mereka tidak menyediakan full entertainment seperti bar yang buka sampai pagi. Jadi, untuk mendapatkan suasana yang ramai kalian memang harus keluar dari hotel dengan menggunakan kendaraan motor atau mobil (bisa sih jalan kaki, cuman gak ada lampu kalo malem gelap abess) . Mereka menyewakan motor juga kok di daerah padang bai. Jadi, ketika ada review beberapa orang yang bilang bloolagoon resort ini terlalu sepi, yes memang hotel ini sepi banget (sepi means bukan spooky atau gak ada orang) tapi memang suasana pedesaan dan ke nature-an tempatnya sangat dijaga. Jangan khawatir untuk mandi di luar, gak bakal diintip kok sama orang kamar sebelah atau siapapun. Mereka sangat menjaga privacy, jadi sebisa mungkin ketika lagi tidak peak season , penempatan tamu pada resort tersebut akan di selang – seling (jadi kosong – isi – kosong gitu). Overall, i really love this place (both for the resort and the village), suasanya yang down tempo berhasil membuat saya dan cumamih terbuai oleh ketenangan yang ada di sekitar padang bai ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s