Why woman should be more socializing than man?

Cie.. judulnya sok2an pake bahasa enggeriss padahal sih isinya masih pake bahasa sampah!

Selamat pagi duniaaa.. Selamat pagi hari Rabu yang berasa hari Jumat, karena sesok kita akan menghadapi loooooonggg weekend dimana pasti daerah berlibur fenuh dan Jakarta kembali lengang (gw rasa sih solusi untuk bikin Jakarta supaya gak macet itu mudah sekali sih, tiap minggu aja ada long weekend 😛 *yea right*). Apa persiapan long weekend kalian para ibu2 muda belia baru kewong ataupun bridezilaa setanah air dan setumpah darah ? Apakah kalian sudah mempersiapkan jadwal liburan long weekend kali ini untuk short getaway atau sweet escape? atau malah (lagi-lagi) tertunda karena budgeting di alokasikan ke acara resepsi kalian? atau budget KPR rumah? atau budget mem-bolang tahun depan? atau emang males aja pergi dan ketemu macet lagi dan berjumpa (lagi) dengan orang jakarta di daerah (yang terakhir itu gw banget).

Jangan khawatir saudara2, long weekend tidak hanya bisa dihabiskan untuk liburan ke luar kota ataupun ke luar negeri. Yukk mariii ketemu temen2 lama atau bahkan sahabat yang dulu nya deket banget, tapi karena kesibukan bridezilla , kantor atau pun ibu2 yang terlalu berbakti kepada suami jadi sudah jarang banget update gossip ataupun berbagi cerita bersama kalian.

Gw adalah salah satu orang/wanita/kadang setengah laki/kadang preman. Yang sangat suka bersosialisasi kanan kiri atas bawah.Pagi ini, (dalam rangka) menikmati macet , sebuah artikel mengugah gw untuk membaca isinya, dan sekiranya bisa memperkuat tulisan gw tentang ” Why woman should be more socializing than man?”

“Dr Candyce Kroenke berkata: “Kami menemukan wanita dengan jaringan sosial yang sempit, memiliki risiko kematian lebih tinggi, dibandingkan mereka yang dikelilingi orang dekat.” 

Quote diatas agak sedikit horor yah, tapi ternyata masih ada lanjutannya lagi.. aha!

 “Para wanita penderita kanker stadium akhir dikelilingi dengan banyak kerabat, memiliki kemungkinan hidup lebih lama lagi. Ini mengapa para wanita sangat disarankan untuk lebih banyak bergaul.” 

Case diatas bercerita tentang wanita penderita kanker. Tapi tidak memungkinkan untuk kita2 yang mungkin aja sehat walafiat atau penyakit nya (cuman) masuk angin juga bisa mati muda karena kurangnya sosialisasi. Bukan lebai, but that’s so true! Based on my experience yang hidup nya masih belum sepanjang tembok berlin, mari kita lihat alasannya kenapa kita2 para ibuk2 ini harus more socializing !

1. Tingkat Depressi Wanita yang Lebih Besar dibanding Pria

Yak ini yang gw alami pada saat atau masa2 menjadi bridezilla dan pun beberapa saat belakangan ini (apalagi kalo dapet). *di ulang kembali* APA LAGI KALAU LAGI DAPET?! Yes, dikarenakan kita2 ini ditakdirkan menjadi manusia super multi tasking yang harus siap di dunia ini rempong ngurus ina itu dipacu lagi ketika kita lelah dan gak punya siapa2 untuk cerita, yak! meledak lah bom itu. That’s why we need socializing. Kita butuh orang lain untuk bercerita, kita butuh teman untuk saling berbagi. Berbagi tidak hanya selalu ketemu setiap saat atau setiap ada jika di butuhkan. Kita hidup di jaman modern, buat apa kalo gak digunakan dengan baik kan?! Dan harusnya teman  atau sahabatmu pasti akan selalu sedia mendengarkan keluh kesah mu (walaupun mungkin efeknya doi cuma mangguk2 dan ho oh2 aja..hahaha! at least legak bisa dikeluarkan).

2. Facing the fact where BOYS ALWAYS BE BOYS.

Tidak bisa dipungkiri bahwasannya Laki2 itu akan seperti itu hakikatnya. Okey, if you guys are so clueless about it let me explain about the meaning of Boys Always Be Boys. Let’s make an example : Dulu jaman bapak gw kecil, dia sangat suka dengan mainan jeep2an miniatur. Sekarang setelah tuwir, tetap dengan hal yang sama tapi kali ini adalah Jeep mobil asli yang sunggud real bisa di kendarai. Atau case yang lebih buruk adalah ketika dulu pacar/ suami-mu dulu sangat suka berkumpul dengan teman2 komplek nya dari main kelereng sampai main gitar bareng, masih terbawa sampai dia menikah sama kamu, bedanya kali ini kumpul2 bareng temennya di cafe / bar, dengan alasan menunggu macet sedangkan kamu memble dirumah sambil menatap masakan yang nasibnya akan anyep se anyep hati lo. Yap, mungkin (beberapa dari) kamu bisa legowo dan memaklumi, tapi kamu berhak juga kok untuk melakukan socializing sama seperti apa yang pacar/suami kamu lakukan “socializing” . Menunggu mereka untuk mengerti dan sadar? duh! yang ada bisa makan hati dan gantung diri (aduh knock knock on the wood jangan ya kalo ini). Mereka gak akan pernah sadar dan mengerti karena back to the roots Boys Always be Boys. So you need someone or beberapa orang yang mungkin bisa cheer up your mood, yang bisa ketawa ketiwi bareng dan bisa ngerasa “i feel you bgt sis”.

So where you can be socialized actually ?

1. Office : Yes! Selain tempat ini adalah tempat paling streess tapi paling nggak disini kamu punya beberapa orang yang se-tidaknya ada yang bisa jadi badut kantor dan bisa membuat kalian tertawa lupa akan masalah2mu atau pasti adapun yang berbagi cerita dan perasaan akan “i feel you sis” sama kamu. Ataupun kalau kalian gak berkantor atau menjadi freelance, well actually lebih menyenangkan. Karena pekerjaan dari freelance yang setiap hari bertemu orang baru akan membuat (paling tidak) hidup kalian lebih bersyukur dan juga lebih enjoy.

2. Blog : Mungkin memang efeknya gak secara langsung bisa dirasakan seperti kamu ketemu langsung dengan teman-teman, tapi hal ini mungkin bisa meringankan perasaanmu untuk berbagi melalui dunia yang tidak nyata ini. But trust me, masalah kamu itu tidak hanya kamu yang alami. Mungkin dari sekian juta wanita , 5 diantaranya punya pengalaman yang sama dengan kamu. Selain itu kamu akan dapat teman2 baru yang memang seperasaan dengan kalian.

3. In Reunited : Reuni ini hal yang paling seru (menurut gw), walaupun mungkin pertamanya agak awkward tapi dari sini paling gak teman – teman senagkatan kamu bisa berbagi hal yang sama dengan apa yang kamu alami. Who knows?!

4. Social Media : BBM/Whatsaap/Line/Twitter atau apapun yang paling gak bisa menjadi penghubung komunikasi kalian dengan orang2 yang bisa berbagi sama kamu.

Dan masih banyak beberapa tempat yang bisa kamu jadikan tempat ber-sosialisasi.

Jadi mulai sekarang, yukk let’s gather your old friend atau mungkin memang sahabat deket  tapi karena saking sibuknya sama “new life” kalian jadi jarang ketemu. There’s nothing wrong with socializing kecuali sosialisasi kalian di geng2 narkobe (fix abis itu masuk penjara ..hahaha) karena sebenarnya wanita2 seperti kita ini perlu teman , kalau interpretasi kalian adalah “Hidupku Untuk Suamiku” , i bet you guys won’t work with it less than  than a year. Laki – laki pasti akan mengerti kok kebutuhan kalian, apalagi bersosialisasi itu adalah hak kalian. So, do not ever hesitate to do it! You just only once in a life time, so don’t make your life become a trash. Wanita juga butuh refreshing, butuh penyegaran. Wanita modern itu ya wanita yang tau kapan waktunya bersosialisasi kapan waktu nya buat berkeluarga, bukan yang anti-sosial.

Happy long weekend woman!

Stay Gold 🙂

Cheers,

Mrs. Prasetyo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s