The Prasstyo Goes Gangnam – Part 1


exploring korea

Pertama kali dapet kabar business trip ke Korea ngga ada bayangan Korea akan kaya gimana, maklum bukan penggemar K-pop dan ini adalah trip Pertama ke Korea. So, I leave Jakarta without any expectation. (Ada trip kedua dengan itinerary yang sama dan ngga akan gue certain lagi..keburu basii, liat aja fotonya ya)

21 Mar 2012

Satu hal yang penting dikerjakan sebelum pergi ke negeri orang dengan iklim yang berbeda adalah CHECK WEATHER REPORT, ini penting untuk nentuin pakaian yang harus dibawa. Kedua, JANGAN MENIRU GUE, temperature late winter dibawah 10o C adalah dingin dan bisa lebih dingin lagi pas malem, jadi jangan cuma bawa satu jaket tipis + satu sweater. Rekomendasi adalah, bawa jaket yang cukup tebal dan sweater yang cukup banyak.

22 Mar 2012

Long story short, berangkatlah manusia ini ke negeri orang tanpa persiapan yang matang. Take off sekitar jam 11 malem dan sampai di Incheon (Korea) sekitar jam 8-9 pagi. Perasaan pertama pas keluar dari pesawat adalah “Buset, AC airport ini kenapa dingin bgt ya”, ngga denger klo sebelumnya pak pilot udah ngasih tau klo temperature di darat 4o C, alhasil gue yang hanya menggunakan kaos dan jaket jas tipis harus lari-lari ke tempat parkir bis (untung sempet pake syal).

Berhubung untuk trip ini menggunakan tour dan acara harus dimepet-mepetin jadilah sesudah mendarat kita langsung berangkat menuju salah satu tujuan wisata terkenal yaitu Nami Island yang terletak sekitar 3-4 jam dari Seoul ngelewatin daerah pedesaan yang sepi.Nami Island ini merupakan pulau yang terletak di tengah-tengah North Han River dan merupakan tempat terkenal yang dipakai untuk shooting film Winter Sonata. Well, gue bukan penggemar film Korea but I must admitted Nami Island was great, tempatnya memang di desain sebagai tempat wisata dengan pohon-pohon pinus berjejer rapih plus kafe & souvenir shop dengan design rumah khas korea serta Korean BBQ restaurant untuk tempat makan siang yang ciamik. Selain pemandangannya yg cihuyy utk foto-foto, di Nami Island seperti yang gue bilang sebelumnya byk spot2 memory shooting Winter Sonata (kaya patung mereka ciuman, foto2 shooting, etc), dan bagi yg berniat menginap di Nami Island disana ada hotelnya juga.

Peringatan penting, Nami Island merupakan tempat utk pacaran jadi jgn heran klo byk bgt warga korea yg pacaran disana dan klo kalian ngga bawa pasangan siap2 mupeng yee..(ini kejadian kok sama gue,dimana pada saat itu meninggalkan sang nyonyah alias istri gw di ibukota) dan Pas kesana late winter belom ada daun-daunnya alias kering kerontang, yang kedua kalinya kesana pas spring bener-bener warna warni. Lihat aja perbedaannya di foto ini.

Nami island

Nami island late winter

Nami island - Spring

Nami island – Spring

coffee shop

nami the prasetyo

Sesudah dari Nami Island kita lanjut jalan ke Mount Seorak sekitar 3-4 jam perjalanan di bis, waktunya tidur pulass. Moment paling seru pas perjalanan ke Mount Soreak ini adalah pas keluar dr salah satu tunnel dari seratus tunnel yg ada di Korea ini (serius tunnel di Korea banyakk bgt) kita langsung disambut oleh hamparan salju. Dan seperti manusia Indonesia yg norak blm pernah ngeliat salju, gue lompat2 buat foto dr dlm bis dan dari sekian byk foto yg jadi cuma satu -_-” (itu pun ngga fokus).

Setelah puas foto-foto bego dari dalem bis akhirnya kita sampe juga ke Mount Soreak dan menemukan tumpukan-tumpukan salju (tau gitu ngga ngabisin batere kamera di dalem bis kaannn). Turun dari bis disambut oleh udara dingin, kali ini serius dingin bgt karena kita ada diatas gunung bersalju dan gue belom sempet ganti baju, masih setia dengan kaos+jas+syal, alhasil kali ini pun terpaksa lari-lari nyari ruangan yg ada heater-nya dan berhubung sampe di Mount Soreak udah kesorean jadi kita ngga bisa lama-lama diatas gunung.

Korea - The prasstyo
Late winter
Spring
Spring

Nami island

Saljuuuuu...

Saljuuuuu…

Daerah sekitar Mount Soreak sendiri pada musim dingin menjadi ski resort area dan pada musim panas menjadi tempat pelarian untuk berlibur karena pegunungan ini juga ngga jauh dari laut (serius daerah ini enak bgt utk liburan) dan disekitar situ jg byk bgt hotel/resort. Puncak Mount Soreak tempat gue terdampar merupakan susunan batu karang yg ketutup sama salju, untuk sampai ke atas kita harus naik cable car keatas tebing sepanjang 500 meter, perjalanan keatas cukup menyenangkan (selama ngga ada angin) dan setibanya diatas ada viewing platform dimana bisa ngeliat sekeliling Mount Soreak sampai ke pinggir laut. Selesai dari Mount Soreak kita balik ke Bus dan menuju hotel.

One thing about hotel di Mount Soreak yang harus kalian rasakan klo kesana, design rumah maupun hotel di Korea biasanya menggunakan system Ondol yaitu system heater yang ditanam di bawah lantai bangunan sehingga ketika musim dingin lantai rumah/hotel tetap hangat. Sistem ini beda dengan heater mat loh, karena Ondol ini tertanam dibawah lantai biasanya dengan menggunakan pipa-pipa untuk mengalirkan air panas dibawah lantai sehingga lantai tetap hangat semaleman. Dan yang harus dirasakan adalah tidur dengan menggunakan futon (kasur yang dilantai gitu lohh) diatas lantai Ondol ini. Sumpah enak bgtttt, dinginnya bener-bener ngga kerasa dan rasanya superrrr nyaman.

Awright, let’s sleep then..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s