IKAT & JUMPUTAN IS BACK

Hoaaaa…

Hari ini super senang karena akhirnya barang yang gw cari selama ini diketemukan oleh sang ibunda ratu..

Diakibatkan karena lemari di kamar penuhnya gak karuan, akhirnya sang bolang ini memilah – milah mana baju  atau barang apa yang harus di sisihkan dan harus di keep. Yes, tugas yang berat bagi sang bolang ini untuk melakukan pekerjaan ini..hahaha! Karena kita paling gak tega buang2 barang, kecuali punya kenangan buruk (ajieeegitu..) hahaha! Jadi pada akhirnya kita bongkar2 lemari dan menemukan sisa bahan velvet jaman bikin kebaya beludru gw dan cumamih.

Yang satu ini, sisanya masih sekitar 3 meteran..jadi SAYANG banget kan kalau memang harus di buang.. Akhirnya gw memutar otak untuk “Diapain ya bahan hitz ini”.. Akhirnya, terlintaslah di otak gw untuk membuat nya menjadi satu paduan dengan bahan ikat yang gw punya. Tapi Dimanakah bahan IKAT tersebut???

Jadi ceritanya, sekitar 2 tahun yang lalu dimana kejadian gw dilamar sang cumamih di Bali (azeeekkk…padahal juga gak romantis ngelamarnya) . Gw pernah berkunjung ke sebuah (ntahlah gw harus menyebut dirinya ini siapa) seniman/designer/pengusaha (yang jelas dia adalah seorang wanita yang cukup multi talenta) yang punya koleksi dan juga buat batik2 yang (sekarang) lagi hitz. Yes tenun bali, yang hitz banget dengan sebutan tenun ikat. Saat itu, gw gak paham kalau ternyata si Ikat ini akan se Hitz seperti sekarang, yang jelas gw suka motif nya yang unik dan juga bisa di padu padankan dengan model2 modern (ya cucok lah kalo buat ke kawinan ya kan). Ya udah pada saat itu beli aja, karena udah terlanjur jatuh cintrong pada motifnya walaupun harganya sih bikin kantong bolong. Tiba2 lebih dari setahun dari pembelian dan diakbiatkan adanya perpindahan barang pada saat pergantian kamar (yang notaben nya kamar penganten..hehehe) sang IKAT ini menghilang…. hiaksss!! *sedih nya masya oloh* Sampai akhirnya kemarin  ditemukan oleh sang ibunda ratu ntah dimana posisi nyelipnya berada. Sumpah senang nya melebihi, kesenangan dapet tiket gratis ke jepang *sotoy mode on*. Yes, my baby is back! Dan tandanya berarti gw bisa ber-ekspresi ke tukang jahit untuk bikin si IKAT ini jadi hitz.. hahahaha!

photo

Dan begitupun dengan cerita bahan jumputan yang sempat gw beli sebagai contoh jumputan kembaran untuk para bridesmaid. Ntahlah bagaimana caranya dia bisa sempat menghilang beberapa saat, dan muncul dihadirkan dari sang ibunda ratu. Curiga di rumah gw ini ada tuyul bahan deh, sering kejadian bahan2 yang baru gw beli. Berarti tandanya sehabis beli, harus langsung dimasukin ke tukang jahit.. biar gak di coba sama si tuyul bahan yang gw suspect meminjam untuk acara party mereka (khayalan spooky yang terlalu lebai..hahaha).

Gw memang salah satu orang yang agak picky untuk urusan design. Gaya – gayaannya sih harus ada taste lah..hahaha! But as long as comfortable sih gak masalah sebenernya. Cuman untuk urusan bahan yang di beli dengan perjuangan yang effort dan juga lumayan menguras kantong , jadi harus super long last buat di pakai. Ada satu reference yang mungkin akan gw aplikasikan kepada tenun IKAT yang sangat gw adore ini.

photo 2Seperti inilah kira2 reference design yang akan gw jadikan untuk membuat si IKAT ini nampak hitz jika di padu padankan dengan velvet biru sisaan bahan wedding gown ibu rempong ini..hahahaha! Ntah kenapa juga suka banget dengan design dari unknown designer ini dan yang jelas walaupun modelnya “kinih banget” tapi efek velvetnya bisa buat model bisa jadi long lasting. Untuk jumputannya sendiri… tetap model kutubaru still the best thing yang bisa di aplikasikan ke bahan tersebut.

Mungkin nantinya ada beberapa hal yang bisa sedikit di modifikasi. Ntah dari bentuk skirt nya atau di bagian mana yang nantinya cucok sama badan gw..hahaha! Ya kalo liat model pastinya selalu bisa jadi hitz kece dan mempesonkan yah.. kalo gak cocok sama badan bisa2 jadi modelan mbok jamu.. hahaha *lebai*.

Setelah berhura2 karena menemukan dua bahan yang telah lama di pinjam oleh tuyul bahan *spekulasi imajinasi yang terlalu lebai* , saatnya bapak tukang jahit kembali di hajar oleh beberapa bahan yang tertimbun di rumah plus bahan2 kembaran bridesmaid dari temen2 gw yang mau kewong. Namun, nampaknya untuk velvet IKAT ini akan gw serahkan kepada sang ahli jahitan, either ke tukang jahit langganan seperti butik kebayaharira atau ke mbak tyas pondok indah.

Sungguh gak sabar berkunjung ke tukang jahit.. untuk merusuh dan meneror..hahahaha!

Selamat hari jumat..

Cheers,

mrs.prasetyo

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s