Apartment or a House ?!

Menunggu bukber bersama dimana sang mamak bolang ternyata datang satu jam sebelum jam yang telah ditentukan (kebiasaan gw sodara2 yang selalu bikin parno orang2 yang harusnya on time jadi kecepatan ontime mohon maaf lahir batin..hehehe).Yuk mari membahas yang sedikit berguna buat masa depan (walaupun gw juga gak ahli investasi).Tetapi sekedar sharing info yuk maree bolski doungss…

Hampir satu tahun menikah (bulan depan 1st anniv OMAGAH! *versi lebai*) banyak info ina itu yang gw dapatkan.Bolang – bolang gini untuk masalah merki tabung2an kita jagonya (planner gitu looh).Dari masalah udah nabung buat itung2an tabungan melahirkan sampai tabungan pendidikan anak (walaupun anaknya belom ada..soon ya allah soon yak *ngarepbesar*).Salah satunya adalah urusan untuk tempat tinggal. I’ve been living in apartment di KL dan Singapore back then in my uni life.Sejak itu gw cita-cita banget pengen punya apartment aja kalau udah nikah; simple,nyapunya gak rempes,ringkes,kelar dan tertidur. 3 tahun hidup di Apartment condominium gw paham betul gimana menghadapi drama kanan kiri atas bawah tetangga – tetangga gw. Balik ke indo forgood, gw pun mulai mencari – cari tempat tinggal impian gw yaitu apartment, dan karena konsep jakarta yang macica mokhtar (read:macet) everywhere jadi pengennya sih di tengah kota.Namun apa yang terjadi sodara – sodara dari harga yang gak pas di kantong plus info – info yang gak jelas (sampai sekarang) mengenai kepemilikannya. Dengan banyaknya masukan dari sanak saudara dan juga master of itung2ngan alias ibunda ratu akhirnya banyak yang menyarankan kami untuk melirik konsep rumah di sub-urb. Padahal dulu gw pernah amit2 nan trauma punya rumah jauh,namun apa yang terjadi beginilah nasib ku bisanya cuma dapet rumah yang udah jakarta coret (kalo gw ngoyo minta rumah di senopati bisa 20 tahun lagi gw punya rumah haahahah). Konsep yang mau gw share dari pengalaman gw .

When you live in Apartment :
1. Seperti apa yang gw katakan sebelumnya It’s simple and also practise apalagi buat kita yang hidupnya lebih banyak lembur di kantor dari pada dirumah.
2. Hidup di Apartment jangan lupa akan pembayaran Service Management, hal ini sama seperti kamu membayar uang lingkungan dan kemanan di komplek akan tetapi lebih banyak printilannya. Apa aja printilannya? uang maintanance gedung,uang keamanan satpam. Hal – hal tersebut diluar biaya listrik dan air pastinya plus biaya ini ditentukan oleh management apartment tersebut while kalau di komplek/cluster pastinya hasil musyawarah warga setempat.
3.Hidup di Apartment itu harus – harus banyak toleransi. Buat gw yang dulu tinggal di condominium KL aja masih bisa denger suara tetangga sebelah gw mendesah (soo iyuwhhh kan) atau pasang speaker dugem kenceng – kenceng.Kadang kalau gw suka capek bisa gw ladenin dengan telp security,but gw mengerti (sometimes) each person wanna have some fun,,jadi ya terkadang hidup sabar itu memang perlu diterapkan tapi kalo keseringan samapaii kapaaannn?! Membayangkan condominium aja dinding nya masih setipis itu, butuh uang berapa lagi kamu untuk membeli apartment dengan dinding super tebal biar kamu bisa dapat privasi?! Jangan harap apartment bersubsidi disini bisa membuat adanya ruang privasi di hidup kamu.
4. Jangan harap bisa pelihara anjing atau kucing. Gw dulu dari jaman pelihara ikan lalu housemate gw pelihara hamster dan berakhir pada kucing,dimana semua peliharaan itu kita pelihara secara diam2 tanpa sepengetahuan sang management..kikiki! Namun akan tetapi jadi gw yang sedih, karena jadinya kok ya main – main nya disitu – situ aja. Pernah suatu hari kami melepas kucing itu keluar unit kami, waduhh girang beneurr..larinya bagaikan harimau mau nerkam rusa. Jadi you need to think twice to have a pet while living in apartment.Begitupun dengan hamster dan ikan,baunya mak (padahal kita bersih bgt anaknya *suertekewerkewer*).
5. Kepemilikan apartment akan hak milik tanah perorangan disini belum jelas.Setiap marketing yang gw tanyain pasti gak jelas kasih infonya. Tapi dari apa yang pernah gw tanyakan adalah tanah kepemilikan apartment itu (ini crucial harus dipertanyakan).Apabila tanah tersebut milik developer maka developer lah yang berhak menggunakan tanah bangunan itu dibikin jadi apa. Begitu juga sebaliknya dengan tanah milik pemerintah,maka dilah yg berhak menggunakan tanah tersebut. Menurut gw dua – dua nya sama aja ; tanah bukan punya lo! jadi kalau sewaktu – waktu mereka mau menggunakan tanah tersebut bukan sebagai apartment maka itu akan menjadi haknya. Namun harusnya apa yang bisa menjadi hak kalian jadi hak kalian yah. Biasanya hal ini terjadi pada saat renovasi building di jangka 20 tahun. Kalau di Singapore jelas sebelum membeli, pembeli diberi tahu akan keadaan building tersebut di beberapa tahun kedepan, bahwa akan ada renovasi di 10-20 tahun kedepan maka pemilik rumah harus – harus siap cari kontrakan lagi (isitilahnya sperti itu) btw correct me if i’m wrong yah.

Eitss, jangan parno dulu kamu masih bisa kok hidup di apartment dengan damai, ini tipsnya :

1. Beli Apartment dengan objective investasi. Investasi dalam artian disini adalah dengan jangka pendek kamu bisa sewain, dengan jangka panjang kamu bisa jual lagi. Tapi gimana caranya tik kalau gw juga menempati unit tersebut tapi gw juga pengen nempatin?! Buat kamu yang beruntung masih punya rumah ibuke and bapake di sekitaran Jakarta,mari kita gunakan kesempatan ini. Okay,salah satu teman blogger saya melakukan ini! Dia menampati apartmentnya pada saat weekdays,dan menyewakannya ke para turis pada saat weekend! Brilliant bukan idenya?! target nya? orang – orang daerah yang senang bermain dan berbelanja ke Jakarta pada saat weekend. Jadi sewain pas weekend lalu ngungsi dulu ke rumah mamake and bapake..
2. Cari apartment yang memang family friendly. Cari yang jelas banyak ditempati oleh keluarga bukan anak2 sekolahan / mahasiswa. Plus punya fasilitas bermain anak yang super compatible.
3.Mencari apartment di tengah kota pasti terkadang bisa bikin kamu mikir dua kali karena impossible untuk beli ataupun KPA jutaan taun.Tipsnya adalah belilah di sedikit pinggiran kota (seperti di kalibata atau kebagusan city) dan punya akses kereta atau jalur commuter line. Irit ongkos,irit waktu! cuma sedikit perjuangan untuk berkompetisi dengan mamak2 laiinya πŸ˜›

Sedangkan apa yang terjadi apabila kita tinggal di komplek/cluster?!
When I live in a house:
1. Not much different with your current life! Jaman angkatan kita adalah jaman anak komplek,dimana jam 4 sore pasti udah yang manggil “tika..maen sepedah yuk”. It’s more closer! or I called it konsep kekeluargaan, dengan konsep kekeluargaan kita masih bisa kenal satu sama lain. Walaupun jaman sekarang mungkin gak seheboh ibu – ibu jaman dulu yang arisan bisa seminggu sekali, namun pasti ada pertemuan antar warganya biasanya dimulai dari permainan sang anak.
2. You can have a pet! Yes of course! Walaupun halamannya cuma sebesar kandangnya dia aja,setidaknya kamu bisa bawa hewan peliharaan kamu jalan – jalan keliling komplek.
3.Kamu bebas berkreasi paku tembak tembok while in apartment biasanya ada regulation some part gak boleh kena paku (experience di condo KL last time)
4. Investasi dengan jangka waktu yang lebih panjang. Yang namanya tanah di Jakarta itu selalu direbutkan. Jangan kan tanah untuk rumah tinggal pas kita hidup, tanah untuk rumah masa depan di surga aja kadang juga berebut (gileee yah). Mau gak ditinggalin berpuluh – puluh tahun , terus di jual harganya akan selalu meningkat. That’s why,kenapa orang – orang berduit jaman sekarang kalau beli rumah cluster bisa langsung 10 unit sekaligus, karena mereka duitin lagi.Jangankan nunggu 10 tahun, rumah yang sedang gw bangun ini harga sesudah promo bisa naik jadi 45 juta (wuedaann tenan rek!).
5. Sertifikat hak milik! Walau terkadang beberapa developer suka harus dicerewetin masalah ini.Tenang! Selama kami membangun bangunan itu diatas tanah yang kamu bayar dan kamu tempati sendiri,itu artinya adalah sudah menjadi hak kamu! You owned it! (later akan kita bahas mengenai pertanahan drama – drama developer ini yah).

Lalu akan tetapi jika bagaimana (panjang bett bahasa baku lo tix ?! hehehe),caranya mau punya rumah tapi gak mampu KPR beli di pusat kota?
Nah! itu adalah salah satu persoalan gw juga.Duit belom setajir khalayak2 yang suka money laundry tapi BM (banyak mau) pengen rumah di deket kantor (padahal kantor di sudirman) *jadi anak presiden kali ye biar tinggal di istana hahaha* #ngayalbabuk.Caranya adalah :
1. Cari rumah di sub-urb area dengan (lagi – lagi) akses stasiun kereta atau jalur commuter line! Its very helpful.Selain irit ongkos bensin,irit waktupun. Atau bisa cari daerah yang memang menyediakan fasilitas bus bersama seperti Trans Bintaro,Trans BSD,Trans Kemang Pratama,dan trans – trans lainnya, bisa juga angkutan APTB yang lagi digalangkan oleh Pak Jokowi.Cari juga yang deket stasiunnya jadi kamu tetep bisa irit ongkos!
2. Akses jalan tol! Perkembangan pembuatan tol di Jakarta ini lagi gila – gilanya.Setelah JORR sekarang lagi dibuat CIJAGO yang gossipnya mau nyambung sampai ke BSD dan Tangerang (wuedan). Apabila kamu memilih rumah dengan akses ini dijamin kipas – kipas duit gepokan. Karena harganya pasti akan naik.

Panjang juga ya session sharing akan pemilihan rumah atau apartment kali ini.Semua ini adalah subyektif dari pemikiran gw dan beberapa orang yang pernah gw ajak konsultasi kemarin – kemarin ini mengenai kegalauan pencarian atap buat akyu dan cumamih tinggal.Jadi kalau ada kesotoyan yang terjadi mohon maaf lahir dan batin *edisimaulebaran*.

Pelan – pelan aja,gak usah ngoyo atau kesusu (ini bahasa jawir beneur artinya buru-buru) it’s about time! Semakin banyak mencari info,semakin banyak pula pengetahuan (and plus keparnoan) yang kalian miliki. Jadi mak -mak emang harus banyak kepo,banyak cari tau ina itu supaya pintar. Ingat quotes “Behind Successful Man is Great Woman” yak gw tambahin jadi “Behind Succesful Man is Great Kepo Woman” , Kepo disini adalah kepo positif yah! Cari tau apapun yang baik untuk keluarga masa depannya.

Baiklah! Lebaran sebentar lagi……

Cheers,
mrs.Prasetyo

Advertisements

5 thoughts on “Apartment or a House ?!

  1. Ada enak dan gak enaknya ya tinggal di apartment di Asia 😦
    Enaknya ada security dan mgk juga ada parkiran yang tinggal jongkok aja udh ada mobil. Kalo aku disini untungnya pas winter aja sih, gak pake acara nyerokin snow πŸ˜‰ dan boleh punya pet πŸ˜‰ yaaay!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s