Quarter Life Crisis!

Berhubung lagi libur lebaran (cuman) seminggu,saatnya dipol-polke (jawirnya keluar) alias memaksimalisasi kan blog,untuk posting sebanyak mungkin..hahahaha! Anyway, Lagi suka banget nge-blog di ipad! WordPress ini sungguh membantu mobilitas mak – mak mager ala gw gini yah hahaha..

Well,kali ini membahas tentang quarter life crisis! Hemm..sebenernya ini sih yang lagi gw (and the geng alami).Terlepas dari konsep happy go lucky atau let it be itu ternyata sulit sekali untuk dijalani.Kalo udelnya lagi bolong bisa memalukan kedua konsep itu tapi kalo lagi khilaf (ditambah PMS) buset crankynya langsung bikin suamik cenat – cenut kayanya.

Membahas masalah quarter life crisis ini sepertinya bentuk tingkatan yang dihadapi itu berbeda-beda,dari masalah banyak no telp temen tapi kalau diajak ketemuan pada susah banget,masalah temen – temen angkatan lagi hot-hot nya pada kewong,sampe isi timeline path,instagram atau facebook lagi baby boomer (semua isi post photo anak bayi dari lucuk sampe eneg). Apabila kalian mengalami masalah ini artinya kalian sedang mengalami quarter life crisis! Tapi tenang,kalian tidak sendiri kok,banyak banget teman – teman gw (termaksud diriku kalo lagi khilaf) mengalami masalah ini.

Mungkin memang jaman kemajuan technology seperti sekarang yang membuat rasanya “kita gak tau mau kita itu apa” selalu nuntut banyak buat saingan sama orang lain. Kehidupan Jakarta yang gw pikir juga membuat kita dituntut untuk selalu bersaing dengan orang lain. Tapi apakah kamu sadar bahwa sebenarnya hal – hal tersebut yang bikin kamu malah jadi gak bahagia. Beruntung bagi gw punya teman – teman yang umurnya jauh lebih tua dari pada gw, mereka sudah gw anggap sebagai kakak ketemu gede.Sebelum gw mengalami quarter life crises,mereka jauh sudah mengalaminya duluan. Dari apa yang mereka ceritakan ke gw,sekarang gw bisa take action untuk menghadapi sang quarter life crisis ini. Ketika teman – teman gw susah diajak ketemuan, gw pun paham kalau ternyata inilah arti dewasa,kita punya kehidupan masing – masing. Baru aja mampir ke blog nya mbak woro pradonos tentang parenting , satu hal yang membuat kita sukses menjadi orang tua ataupun orang ya diri kita sendiri. Terlepas dari omongan orang lain,blog orang lain,postingan orang lain, hidup kita dan kebahagiaan kita itu datang dari diri sendiri. Terkadang memang kita selalu dituntut untuk menjadi lebih dan terlihat sempurna di mata orang lain,buat gw sempurna itu cuma milik Tuhan ataupun rokok (itu Sampoerna kaleee).

Beberapa hal yang bisa membuat kalian smooth ataupun selow untuk menghadapi quarter life crisis ini adalah :

1. Selalu bertemu dengan orang – orang yang memberikan energi positif! Gw suka banget blog walking ke teman-teman yang selalu memberikan pencerahan positif untuk kehidupan diri gw sendiri. Dari mulai belajar struggle dari kehidupan nyata sampai blog-blog sampah yang bisa buat gw menyadari bahwa kebahagiannya orang – orang itu simple.
2. Jauhkan lah orang – orang yang gak mau kalah atau kompetitif.Hidup itu bukan kompetisi,kalau mereka memang gak mau kalah dari elo,biarin aja elo yang ngalah.Toh,yakin bahwa hidup dia gak akan 100% bahagia untuk mempertahankan pride dan kompetisi dari hidup kamu.
3. Be positive of what you see . Ingat lagu “iri tanda tak mampu” ya emang betul,kalo gak iri pasti mampu hahaha. Iri gak akan membuat hidup mu jadi kaya raya ataupun bisa langsung keliling dunia. Yang harus kamu lakukan adalah legowo,bahagia liat temen-temen kamu pada bisa check in seminggu sekali ke luar daerah sedangkan kamu ndlongop (bahasa jawir apeeuu ini) di depan PC meja kantormu. Jadikan itu motivasi buat kamu juga bisa seperti mereka bukan cuma iri lalu nge-grutu ๐Ÿ™‚
4. Selalu ada yin & yang . Ingatlah konsep “Tidak Ada Manusia yang Sempurna” ,kalau kami lihat teman-teman kamu mesra dengan pacar atau suaminya,it’s just only happen in path,IG,facebook.Kamu gak akan pernah tau bobroknya suatu hubungan orang lain karena mereka tidak akan pernah memberkan resep hubungan mereka ke orang lain (apalaginke social media) jadi pasti yang akan kamu lihat selalu kebahagiaannya saja. Selalu menganggap sesuatu itu dengan kebalikannya , jadi kalau kamu liat temen kamu happy banget punya anak atau cute2an photo sama pacarnya, coba kamu lihat kebalikan hal tersebut ,dibelakangnya pasti belum tentu dia bisa travelling bebas seperti kalian yang masih single. Kalau kamu lihat teman kamu enak hidup di luar negri,pasti kamu gak bayangin betapa repotnya mereka urus ina itu dengan tenaga dua kali lipat lebih effort dibanding kita disini yang udah terlalu mudah dengan sistem di negara sendiri.

Satu hal yang membuat gw selalu belajar untuk menghadapi semua ini di Ibu Kota yang ternyata kejamnya bukan hanya jalanannya aja tapi kehidupan sosialnya adalah “Do Not Compare Your Path with Others” karena balik lagi, yang membuat hidup kita itu bahagia adalah diri kita sendiri.Jadi apabila kalian mengalami hal ini, cobalah untuk membuka pikiran secara luas dan selalu think positive. Belum tentu saya,dia,anda dan mereka punya kebahagian yang sama. Kita cuma perlu hidup apa adanya tanpa harus memenuhi tuntutan untuk jadi sempurna.

Selamat hari terakhir puasa!
Let’s celebrate hari raya…saatnya ibu bolang masak kue jagoan “Tiramisu” kali ini resep speciall pakai rum plus baylies dan beans dari toraja.

Au revoir,
mrs.prasetyo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s