Relationship : Menuju 1st Anniversary

It’s been a year since I marry to the man who I met 6 year ago..

Kalau dibilang gak pernah berantem adalah bohong karena istrinya tukang drama gini..ngahahaha! Untuk cumamih super sabarudin menghadapi tuan puteri sepertikyu…hahaha I Love You! Sesebel apapun,Sekeseul apapun kita, pasti gak tahan buat gak usel – usel ketek, cium kiss good night dan abis itu semua selesai. I called it soulmate 🙂

Gak kerasa ya udah mau setahun aja (tepatnya 2 minggu lagi menuju 2 September 2013 ). Kayanya baru kemarin diriku rempong dengan #preparetheweds dan segala drama kumbara menghadapi persiapannya. Sekarang?? Drama kehidupan..hahaha! Ternyata drama nikah itu cuma se-upil dari drama kehidupan yang ada. Tapi segala kepositifan yang ada, biarlah yang gw hadapi selama setahun menikah ini menjadi proses pendewasaan . Dewasa itu berarti harus menghadapi semua masalah dimana harus dipecahkan solusinya oleh diri sendiri ataupun bersama cumamih. It’s normal, kalau memang kita suka sebel ketika salah satu dari pasangan kita berbeda pendapat. It’s normal to be cerewet ketika memang pasangan kita susah diatur(susah disuruh mandi, susah disuruh stop ngemil,susah ina – itu). It’s normal to be sad, karena ternyata kita udah jadi mak – mak (dimana dulu kita sebel banget kalau di omelin atau dicerewetin mama/ibu suruh ina itu, eh sekarang it goes to us..hahaha),It’s normal to be merki, karena semua pengaturan uang dan pertanggung jawabannya akan diberikan juga ke bapak rumah tangga, toh? Namanya juga belajar untuk menyatukan dua kepala jadi satu, belajar buat ngalah dan legowo (bahasa jawir abbess) alias ikhlas.

Sebelum gw menikah, banyak banget dapet wejangan dari para senior – senior terdahulu yang umur pernikahannya  bagaikan dapet medali olimpiiade (Gold/Silver/Bronze *eh ada gak sih bronze,ngasal gilak hahaha*). Mulai dari pakde, bude, tante, om, teman terkasih sampe eyang uti dan kakung. Pesan – pesan tersebut diantaranya :

  1. Mengalah-lah karena dengan begitu kamu dapat belajar untuk menghargai pasangan kalian. Duh! Bagian ini yang selalu sulit buat gw yang orangnya kompetitif dan ambisius..hahaha! Pertama kali melakukan hal ini ke suami, duh busett memble nya sampe tiga hari. Kedua kali, memble nya mulai berkurang, dan sekarang ya udah bisa lumayan gak memble. What comes into my mind while I have to do this?  Kemauan gw untuk belajar menghargai, terutama menghargai suami gw dimana beliau sebagai Imam dalam keluarga gw. Mungkin emang kartini berjuang buat emansipasi wanita, tapi tidak menghargai suami sebagai kepala rumah tangga sepertinya bukan objective kartini membuat emansipasi kaya gini deh yah.Mengalah bukan karena kamu kalah, tapi kamu menang untuk menjadi dewasa.
  2. Keep your problem on both of you (husband and wife). Ini adalah pesan yang yang selalu gw ingat dari pakde-bude yang usia perkawinannya sudah menuju usia emas. “Apapun masalah yang kalian miliki, sebaiknya bicarakan di kedua pihak terlebih dahulu. Kalau kalian sudah tidak bisa menanganinya bicarakan dengan pakde/bude .Jangan pernah bicarakan masalah kalian sekecil apapun ke orang tua / mertuamu, karena akan membuat nya menjadi beban pikiran”. Make sense sih, apa yang di bilang oleh sang pakde dan bude. Menikah itu berarti kita sudah siap/ berani untuk menghadapi suatu masa dewasa. Kalau apa – apa masih tetep ngadu ke orang tua, berarti namanya kita belum siap kawin eh nikah…hehehe! Memang sulit rasanya untuk menyimpan semuanya sendiri, pastikan kalau memang mau berkeluh kesah tentang masalah ke orang – orang yang memang bisa dipastikan gak ngadu ke ortu agar mereka gak terbebani. Kaya gw selalu berkeluh – kesah kepada para seniorita yang nantinya akan diberikan solusi dari mereka. Alhamdulilah punya para sahabat yang pemikirannya selalu positif dan dewasa jadi bisa dapat ketenangan jiwa. Orang tua memberikan izin menikah karena berarti sudah siap dengan segala resiko yang ada.

Dua pesan itu yang masih membekas dan jadi guide gw selama setahun dan tahun – tahun yang akan datang. Terkadang ketika gw merasa bisa handle masalah tersebut, cumamih gak perlu tau masalah gw karena gw takut akan menjadi bebannya. Sampai pada waktu gw rasa gw gak bisa handle, barulah gw bilang cumamih dan kalau gw dah melas banget pasti dia akan sangat wise (mungkin kasian kali ya ma istrinya) dan memberikan percikan semangat api untuk istrinya. That’s why I really love my hubby walaupun kadang cueknya minta ampun.

Dan perihal omongan orang yang kadang juga suka nge-gemesin pingin dipites, kemarin gw mendapatkan quotes bagus banget :

photo

Namaste!!! *positive energy*

And for this year anniversary! We’re gonna celebrate it in camping ground. Gw camping??? Sesuatu banget gak yah? Demi pre-nepal anniversary trip, untuk pertama (gak tau jadi terakhir apa gak, semoga gak yah) the prasstyo and the genk akan mengadakan party (ala – ala pramuka) di camping ground ranca upas. Tempat ini adalah tempat yang sudah terseleksi oleh Ibu Bolang ,dari segi tempat yang oke buat di foto (di-instagram kaleee), segi banyak warung (jadi kalau udah keabisan kopi bisa melipir). Kali ini Ibu Negara Cuma bilang approve or not, sisanya yang mengurus perlengkapannya adalah Bapak bolang and the genk. Ternyata perlengkapan camping sekarang lebih rebek daripada perlengkapan camping pramuka jaman dahulu. Alasannya Bapak Bolang cumamih sih, “biar kalau kamu ribet , aku bisa siaga yang”. Antara lebai dan sigap bikin  terharu sih suami gw ini, ternyata se-siaga itu..hahaha!

Pesan Pak Bolang untuk camping nanti :

Bawa baju anget setebel mungkin, kamu kan jompo. Kalau minggu depan cuaca cerah kita masuk musim kemarau bakal dingin banget bisa 3 derajat.”

Waduh bakal dingin bangeuuttt tuh kayanya. Tapi gak papa demi ngeliat rusa dan alam yang indah.. yuk mare lesssgooohh…. ! dan rombongan kali ini kita ber-16 *besok – besok siap buka travel agen nih coiii…* Coba kita nantikan cerita trip adventurous dari bapak – ibu bolang the prasstyo yah 🙂

 

images download

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s