TRAVELLING : My 1st Experience Camping Night

Ini dia pasti yang ditunggu – tunggu postingan laporan cerita #theprasstyo goes to camping ground. (cepet – cepet di post agar nanti tidak menumpuk di post – post berikutnya..hahahaha!)

Paling males, kalau harus berurusan pergi – pergi macam ini (baca:kemping). Mending gw disuruh ngerjain itinerary untuk trip yang lain deh daripada harus ngurusin printilan detail se-detaildetailnya kaya camping seperti ini. Tapi apadaya, hobi suami seperti ini jadilah sang ibu nyonya menjadi ibu bolang satu hari (satu hari aja ya gak lebih).

Kepergian kali ini di arrange oleh cumamih and friends (geng bolang yang dari jaman SMA selalu pergi kemping kemana – mana), sedangkan gw cuma bagian meneror anak – anak untuk bayar patungan  makan mewah di kemping ini. Persiapan kemping ini memakan waktu sekitar 3 minggu,dari persiapan penentuan tempat sampepun pembagian tugas membawa perlengkapan. Bahkan sampe ada pembagian panitia udah acara ini (kalah persiapan kawinan gw juga *lebai*). Ntahlah kenapa kemping ini persiapannya heboh banget, apa karena ber – 16 orang atau karena ibu negara ikut dan suami siap siaga?! Ntahlah, yang jelas saya (tante) Puass..hahaha!

Tim dibagi menjadi dua, ada tim advance dan tim terima beres..hahaha! Tim Adavance berisikan orang – orang yang datang terlebih dahulu dan menyiapkan ina – itu plus yang bisa dapet cutai (di hari jumat) , sedangkan tim beres adalah ibu nyonya (bolang) yang berangkat di keesokan pagi buta (di hari sabtu).

Perjalanan menuju Camping Ground Ranca Upas, memakan waktu sekitar 4 – 5 jam. Kami berangkat dari Jakarta sekitar jam 6 pagi, sampai di Ranca Upas sekitar jam 10.15 WIB. Lokasi camping ground ini sebenernya benar – benar dekat sama Kawah Putih,bahkan bisa diselusuri dengan treking. Berhubung badan bu bolang agak jompo (dikarenakan belum “dapet-dapet”) jadi perjalanan treking gak bisa terlalu heboh sampai ke kawah putih.

And Welcome To Ranca Upas Camping Ground. 

photo a

Kawasan berkemah ranca upas ini sebenarnya human – friendly loh (bahkan ada waterboom ber-

photo 1 (1)

air panas) , terus ada trek bersepeda , selain itu ada juga trek untuk main motor kecil dan paling lucunya ada kandang rusa..uhhhkk ! I love it. Masalah kamar mandi, jangan sedih..kamar mandinya pun udah bagus (bener – bener jauh dari dugaan gw yang sempet trauma dari kemping pas sd di Cibubur *yaiyalah*). Dan jangan khawatir, bagi kalian yang gak mau rempes, disana juga sudah disediakan tenda dari management plus villa dan warung -warung disekitarnya. Tapi berhubung si cumamih mau melatih istrinya biar tambah bolang, jadilah perjalanan kali ini dibikin rempes sama doi. But over-all, tempat ini bakal menjadi tempat kemping seru apabila ketika kelak nanti (lengkap disebut),kami berdua punya anak,,hihihi!

Trip kali ini banyak bangeutt perlengkapannya, dari mulai persiapan tenda sampai perlengkapannya. Kali ini bahkan saking lebainya, dapat pinjeman tenda (lengkap beserta isinya) dari tim Ring of Fire (bagi yang gak tau siapa mereka silahkan cekidot sendiri http://www.ringoffireadventure.com/ ). Dari mulai kasur tiup plus tenda yang ada lobbynya *mantab tenan rek*. Pokoknya kalo kata cumamih, ini namanya kemping urban, kemping cantik, ini bukan kemping yang sesungguhnya (mata melotot,padahal udah gak mandi seharian)..hahaha! Ya sih, kalau dibandingin sama kemping nya cumamih jaman dulu yang ala – ala di pinggir pantai, toiletnya harus nyekop tanah dulu, ya beda banget. Kemping kali ini memang kemping urban untuk kenyamanan bersama.

photo 5 (1)

Ini adalah camp tent akyuu (temanya super cute ada si mermaid) 

photo 2 (1)

And welcoming morning view

photo 4 (1)

Lalu apa aktivitas kegiatan kemping kali. Aktivitasnya cuma makan, goler – goler di terpal, treking , ketemu makan lagi, goler – goler lagi, makan lagi, api unggunan, liat bintang , cari bintang jatuuh dan tertidur.

And This One is the super da BOMB PIC taken by Adit Skate @smoplikphoto (2)

photo e (2)

tertidur. Hahahaha! Suhu di daerah ini kali ini cukup dingin, apalagi tidurnya di tenda. Tenda gw aja berlapiskan mat, bed cover, sleeping bag, sleeping heater, masih aja kedinginan..tidurnya harus super nempel sesama camp-mate. Plusnya kemping di musim kemarau ini adalah bisa liat pemandangan clear bintang dan nunggu bintang jatuh. Sayang iphone gw belum sejitu itu untuk nge detect bintang  – bintang yang ada di langit sana. Cuma kegiatan leha – leha ini jaraaanngg banget bisa berlaku di kehidupan Jakarta.Pokoknya bener – bener bisa Namaste-an. Selain acara liat bintang , masak – memasak (kali ini cumamih yang jadi seksi permasakan) kita juga sempat treking kecil disana. Dari iseng ke ladang strawberry (yang kali ini gak boleh dipetik ya gays,karena punya orang hehehe!), sampe menju ke hutan antah berantah..hahaha!

photo 4g

dan inilah acara masak – masak by cumamih and friends. Suami siaga ya begini nih :* (dibela – belain meramu daging untuk bikin hamburger sampe jam 1 pagi..hahaha)

IMG_0175

And yes..sekiranya begitulah kegiatan kemping #theprasstyo kali ini. Dan saatnya membagi tips kemping urban ala #theprasstyo :

a. Road Trip : Perjalanan menuju ranca upas ini hanya bisa dilakukan dengan jalur darat, walaupun ntahlah kalau kalian punya helikopeter bisa berhenti atau tidak…hahaha! Perjalanan bisa langsung dari Jakarta menuju Ranca Upas, lewat cipularang keluar di kopo. Ataupun by travel dengan lalu dilanjutkan dengan angkot atau bus yang menuju ke kawah putih. Perjalanan menggunakan mobil pribadi kurang lebi 4-5 jam, kalau pakai bus atau angkot mungkin bisa lebih.

b. Siapkan perlengkapan se-lengkap-lengkapnya , walaupun memang deket warung tapi gak berarti warung menyediakan segalanya. Karena ini judulnya kemping urban, menu masakannya aja sosis, hamburger sampe pesen sate pertamina ckckckck! Jadi perlengkapan masak dan lain – lainya pun harus lengkap. Apa ajakah perlengkapannya :

  1. Tenda
  2. Kompor Gas
  3. Ponco buat hujan + buat tenda
  4. Panci , ember, baskom, dan teman – temannya di angkut.
  5. Golok & sekop << komen temen gw pada saat melihat item ini adalah , “mauu ngubur siapa kia?!” >> incase hujan , bisa bikin parit dari dua alat ini.
  6. Piring , gelas, sendok garpu sendiri
  7. Tiker / Terpal >> buat alas di tenda supaya gak dingini.

Bisa dilihat rempong tim bawa barang se-abrek untuk 16 orang hahaha ..

photo e (1)

My always super friendly travel equipment

photo 5 (2)

c. Siapkan baju anget se-anget-anget-nya , berhubung kemping kali ini masuk musim kemarau jadi cuaca di pegunungan akan lebih – lebih dingin dibanding pada saat musim hujan. Dan benar! Untung bawa bed cover,yoga mat, sleeping bag, dan sleeping heater, kaos kaki,kaos tangan (itu aja masih kedinginan *jompo*) jadi masih bisa tertidur secara nyenyak.

d. Siapkan mental bersatu dengan alam, berhubung lokasi kemping kita agak jauh dari toilet yang terawat jadi pada malam hari ketika udah mengigil dan kebelet sipip (alias pipis) , pipislah gw diantara rerumputan.. positive energy kalau yoga << kembali ke alam..hahaha!

Thank you husband , for bringing me into this place. Very very like! And happy 1st  year-wed-Anniversary dear my bolang mate, thank you for always listen to me (dengerin bawelan gw setiap mau ngemil,setiap maen ps..i do love you loh kalo begini..hehe), thank you for always be my bestfriend..still have a long long journey ahead to explore the world. I love you cimooohhh :*

photo 1 (3)

photo 1g (3)

See you in another adventure 🙂

Cheerio,

mrs.prasetyo

*for more pics please visit our facebook fan page : http://on.fb.me/16vOgaA

Advertisements

8 thoughts on “TRAVELLING : My 1st Experience Camping Night

    • Kebetulan cumamih ku bolang banget anaknya..untuk urusan masuk hutan , camping dan berburu (berburunya masih babi hutan kok) pasti dia yang heboh. Sedangkan aku, aduhh! pasti mikir dimana wcnya..hahaha! Tapi untunglah kemping kemarin camp groundnya seru banget plus bersih, walau sempet pipis di parit karena udah gak tahan dan jarak dari wilayah camp ke toilet agak jauh #dipaksabisa

    • istrinya bawell soalnya hahaha! dia sendiri sampe bilang “ini kemping termegah yang pernah aku alami” hahaha maklumlah gw anaknya kalo gak dapet suami kaya gini gak mungkin bgt kemping2 underground ..makanya disebut kemping urban hahaha!

  1. Pingback: About 2nd Anniversary Trip | www.theprasstyo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s