TRAVELLING : TRANSIT Day in Kuala Lumpur

Namanya kejar setoran, baru sampe jakarta kemarin langsung nulis cerita tentang perjalanan panjang seminggu kemarin..

Wohaa!! Bahagaianya setangah idup.. Gimana gak mau bahagia? udah liat himalaya (akan diceritakan di post berikutnya) mampir pula ke KL , tempat dimana aku belajar menjadi dewasa (kere,kemana – mana naik publik transport, ina – itu sendiri gak ada mbak *sekarang juga sih di kerasin sama cumamih* hahahaha).

Penantian selama 3 tahun, akhirnya cumamih mengizinkan untuk mampir sebentar (semalem) doang nginep dan bernostalgia di KL. Ceritanya memang KL ini menjadi tempat (berdalih) transit kita sebelum ke Nepal. And , 3 years been having so much changing. Tempat sekolah gw di Cyberjaya yang dulunya tempat jin buang anak, sekarang udah menjadi kota sejatinya (ada starbuck 2 biji, chat time, condo building everywhere..oh my god!! am i that old??) begitu juga dengan Kuala Lumpur dan sekitarnya..Banyak sekali perubahan dan pembangunan disana – sini..wohaaa! Makin bahagia.

Sampai di KLIA, we’re going to next place yaitu tempat kami menginap di Kuala Lumpur. Tepatnya di Sahabat Guest House. Belum tau bentukan tempat ini seperti apa, yang jelas hotel ini adalah hotel backpack and we do not expect much for 1 night staying place. Dari KLIA –Β  KL, kami menggunakan bus (airport coach) yang tarif nya hanya 10 RM saja, compare to use train, this is more cheaper. Train kalian harus mengeluarkan kocek sebesar RM 35 (one – way) *padahal dulu kayanya gak semahal itu deh*. Untuk saving budget, kami bertiga memilih untuk naik bus yang memang waktunya agak lama (sekitar 1 jam) dan melanjutkan ke daerah bukit bintang ini dengan menggunakan monorail.

Setelah sampai di daearah paling hitz se KL yaitu bukit bintang, pencarian hotel dilakukan dengan berjalan kaki. Kali ini masih semangat 45 (namanya juga baru dateng) walaupun medan tempat hotel kita berbukit – bukit, capek juga broo bawa carier 10 kg. Maklum cumamih sangat mengutuk keras buat gw membawa koper kali ini *pasang muka bete* .

Sesampainya di Jl. Sahabat dari kejauhan diantara tempat – tempat bronx terlihatlah hotel backpack kami yaitu “Sahabat Guest House”. Tidak menyangka hotel yang range harganya cuma dari RM 90 – RM 180 ini ternyata bagus bangeeett. Suasananya yang Homie bikin rasanya betah banget stay disini.

Sabahat Guest House. Jl. Sahabat, Kuala Lumpur

Sabahat Guest House. Jl. Sahabat, Kuala Lumpur (Photo Taken by Aditya Sofyan @aditasik)Β 

IMG_0940

Awal kami datang ke sahabat guest house ini, kami harus melepas alas kaki. Berasa di rumah banget, lalu menyimpan sepatu tersebut di rak yang sudah disediakan. Super homie place. Ternyata setelah dilihat – lihat hotel ini memang Trip Advisor winner choice 2013. Tempat pertama, gak salah pilih! Memang cocok buat jadi pemenang. Selain itu tempat ini juga deket kemana – mana. Ke shopping place (bukit bintang area –Β  5 minutes walk), ke tempat makan Jl. Alor, Ke tempat bar – Jl.Changkat. Pokoknya semua tercover. Buat kami yang gaya – gayaan ala backpaker , hotel ini sudah sungguh diluar bintang backpaker. Tapi masalah harga sungguh cukup bersahabat , untuk family room 3 person cuma kena biaya RM 180, satu orangnya cuma kena sekitar RM 60.. muree gilee.

sahabat GH1Next after hotel..kami langsung hunting nostalgia.. Makan – makan! Dulu gw punya restoran favorite dimana gw dan nyokap gw suka banget kesini. Ya, restauran nasi ayam hainam dimana pegawainya orang jawa semua. Dan sebagai orang jawa teladan, haruslah mampir gw kesini dan bertemu para jawir alias mas – mas yang bekerja disana. Tidak lain dan tidak bukan yaitu CHEE MENG (sounds weird ya nama restonya). Tapi tenang, nama hanyalah sebuah nama. Resto ini 100% halal tanpa ganja..namun sugesti ganjanya terasa di makanannya.. Enak bingitt…

IMG_0923

Berhubung ada sahabatnya cumamih yang pengen banget meliahat twin tower kaya apa. Bergegaslah kami bertiga ke KLCC untuk melihat twin tower. Spektakulernya, kali ini kami bertiga bisa hanya jalan kaki sekitar 2 km lewat jembatan penghubung dari Pavillon – KLCC. Super takjub,! Jaman gw kuliah , bisa ketabrak – tabrak sama mobil atau motor kalau naik taxi, sekarang udah enak banget.. Oh kids! You are so damn lucky nowadays. Perjalanan sekitar 30 menit, menikmati KL sore hari dan bermain – main di taman KLCC sambil nunggu si turis foto – foto. Selama 3 tahun sekulah disana, baru sekali gw menginjak taman KLCC hahaha! I feel like, that time gw juga menjadi turis, Hahahaha

Kapan lagi bisa leyeh – leyeh di taman kan?! Maaf ya Jakarta terlalu banyak Polusi untuk leyeh – leyeh begini..hehehe! Taman KLCC

1381375_10151926164527579_1428364930_n

Gak mau rugi cuma semalam di KL. Harus banget ngajak cumamih dan sahabat kita ini nge-beer2 di Jl. Changkat dimana posisinya cuma di belakang hotel kita.Woaaa!! How lovely is my life (at that time) *namanya juga liburan*. Jl. Changkat ini adalah surganya para worker after office hang out bareng teman – teman kantornya. Karena hanya happy hournya sampai jam 10,00 malem bro and sis..syurgaa kan! Habiskan lah air – air kuning tersebut sebelum jam pulang hehehe.. Berhubung besok flight pagi, jadi kita sadar diri untuk gak larut dalam promo happy hour. Cukup beli 1 jug dan makan pizza di Irish bar then go to hotel and sleep.

Memutuskan untuk menginap semalam kembali setelah dari Nepal di Sahabat Guest House ini adalah keputusan yang tepat. Yak, malam ke – 8 kami, kami transit dan menginap kembali disini. Lagi – lagi gak mesti repot cari makanan , karena di daerah ini adalah surganya street food. Mulai dari bar, Italian Food, Chinese Food, Arabian food, disini ada! It’s good choices to be stay in Sahabat Guest House.

Jl. Alor View (Chinese Food Everywhere)

IMG_1750

IMG_1752

Jl. Changkat View (Afternoon, at Night might be bit chaos..hehehe)

IMG_0916

IMG_0917

How to survive in KL :

  • Just use Bahasa Indonesia, they will understand that you are Indonesian. Thanks to Mr Punjabi yang banyak menghasilkan sinetron – sinetron sehingga mereka ter-edukasi dengan bahasa kita
  • Cukup aktifkan data roaming anda pengguna Iphone dan XL (gw gak tau kalau provider lain) , kalian sudah bisa terhubung langsung dengan Internet yang bertahan 3 jam kecepatannya stabil, selebihnya mending cari wifi di cafe- cafe incase kesasar di jalan dan aktifkan GPS.
  • Stay in Jalan Sahabat atau Jalan Berangan , kalian dijamin survive untuk kemana – mana.Di sekitar daerah ini banyak budget hotel yang proper dan affordable πŸ˜‰
  • Public transport sungguh memadai, but compare to Singapore informasi yang di dapat disini mengenai transport masih kurang. Research terlebih dahulu mengenai jurusan yang kalian ingin tuju pada saat di Indonesia.
  • Taxi! Carilah taxi counter apabila kalian ingin menggunakannya atau kalian akan tawar menawar mengenai fare rate nya. And most of the driver is India, they’re good in Bargain.. better to go to taxi counter and ask for the fare price πŸ™‚

And yes Next KATHMANDU!!!!!

See you!

Advertisements

4 thoughts on “TRAVELLING : TRANSIT Day in Kuala Lumpur

  1. Restoran cimeng ya Tik? wooow! hahaha
    jadi sebelum dan sesudah Nepal nginep di Sahabat Guest House itu yah ?
    Seruuuu,,, ditunggu cerita selanjutnya yah πŸ˜€

  2. Pingback: Review : The Prasstyo were in Retra’s Hostel Yogyakarta | www.theprasstyo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s