Dikira kawin sama konglomerat :P

Jadi inget percakapan gw dengan seseorang yang random (alias baru dikenalin teman – teman perahensian gw). Pada saat itu awalnya gw ceritain kalau gw dan cumamih sedang berencana ke Nepal ditambah cerita update-an ke sahabat gw ini mengenai ajuan KPR dan pembuatan rumah cilik theprasstyo. Tiba – tiba siย  seseorang yang menceletuk..

“Ih, gila lu ya beruntung banget..umur segini, mau ke Nepal lagi beli rumah pulak..Pasti suami lo kaya!”

(dalam hati sih) Alhamdulilllah suami gw dikira konglomerat..gw sama temen gw nanggepinnya cuma senyam senyum aja.Padahalย  dia gak tau aja deh kerjaan lembur suami gw kaya apa, side job kanan kiri biniknya sebanyak apa , jualan sis berhala dimana – mana..hahaha! Ternyata ada juga yang kepikiran kaya gitu yah.. gw sih cuman Aminin aja, ucapan kan juga doa..bukan begitu ibu – ibu?

Alhamdulillah dari jaman gw SMP, gw udah disuruh pegang urusan keuangan. Beranjak sampai kuliah harus pinter-pinter ngurus keuangan sendiri (walaupun masih di supply ortu) nasib menjadi anak rantau. Sampai akhirnya pelajaran hidup itupun kebawa sampai gw menikah. Dimana setiap malem kerjaannya ngerecap hasil jajanan diluar (anaknya gak kuat godaan..hahaha) dan setiap akhir bulan ada suatu kewajiban menyisihkan uang tabungan untuk keperluan lain – lain (baca:travelling).

Sebetulnya perjalanan ke Nepal ini adalah bentuk konsistensi gw dengan apa yang telah gw janjikan untuk diri gw. Seperti apakah bentuk itu?

a. Menabung : Dengan adanya perjanjian sakral ini dimana penggembar gemboran berita (anaknya terlalu extrovert) maka perjalanan Nepal kemarin harus jadi dengan apapun situasi dan halangannya (seperti telat mens 2 minggu dimana gw harus was – was kalau hamil gak mungkin bisa ikutan treking, dan juga ditengah harus booking DP rumah..whoaa!!) tapi dengan tekad yang bulat akhirnya rejeki pun itu mengalir. Pastinya dengan kerja keras dan pengaturan sistem uang yang keluar dengan baik (gak belanja online sis selama setahun)

b. Menyabarkan diri : Proses persiapan perjalanan ini emang sedikit lebai, waktunya 1 tahun aja. Maklum lah disamping nunggu uangnya ngumpul semua plus cari – cari travel findings dimana nantinya kita gak mau tergantung dengan tour guide atau travel agent. Proses ini yang membuat gw belajar untuk lebih sabar kepada fase – fase yang gw hadapi. Seperti fase ditanyain kapan punya anak (curcol lagi..hahaha). Dengan adanya proses berarti gw bisa lebih sabar untuk mencapai suatu goals.

Dan pada akhirnya ternyata pembelajaran dua hal tersebut bisa membuat gw konsisten dengan apa yang gw mau salah satunya pergi ke Nepal dan melihat Himalaya. Sekarang?? yak , lagi fokus belajar konsisten untuk bangun rumah dan isi dalemnya..hahaha! plus plus plus program theprasstyo junior.. sabar dan terus berusaha..

Jadi saya gak kawin sama konglomerat tapi calon konglomerat (amiin), kita berdua emang merki aja anaknya (merki in positive way yah), apa – apa semua ditabung karena kemauan dan mimpinya banyak..just being a well prepare person , gw mau semua kehidupan gw siap dengan matang (asiikk , telor kalee mateng)

Mungkin ini bisa jadi tips menabung untuk traveling kalian :

a. Buat rekening baru dan hancurkan ATM nya. Loh kok diancurin tik? ya dengan begitu, ketika kalian mau ambil uang tersebut kalian harus effort untuk datang ke teller jadi malu dong kalau ke teller cuma ambil duit seratus ribu doang. It works for me ..hahaha!

b. Sisihkan uang di awal bulan (setelah gajian) atau akhir bulan (kalau ada sisanya, tapi harus bersisa gays kalau gak buat apa buka rekening baru tersebut)

c. Jadikanlah rekening ini sebagai wadah hasil banting tulang kalian (wadah hiburan) . Which means jangan jadikan satu dana ini dengan keperluan seperti bayar cicilan kartu kredit, bayar cicilan rumah atau keperluan lainnya. Karena dana ini memang seharusnya terpisah dari dana – dana lainnya. Sebutlah ini dana ini dengan dana kebahagian bukan dana kewajiban, karena hutang menjadi kewajiban kita untuk membayarnya.

d. Kalau memang cicilan kartu kredit sudah selesai terbayarkan. Sebaiknya close saja kartu kredit tersebut. Karena memang sesungguhnya kartu kredit itu adalah barang yang terkutuk di muka dunia ini.Cukup punya satu aja—> punya suamik..hahaha!

And so happy Thursday..besok udah Friday (tapi sabtu karijoohh *sama aja boong*) Semangat!!!

Cheerio,

mrs.prasetyo

Advertisements

8 thoughts on “Dikira kawin sama konglomerat :P

  1. Yaa gt deh tika, orang suka simpel aja menyimpulkan hidup orang lain. Gatau susah – susah nya. Aku sering bgt deh di konfrontasi sama yg kaya gini. Ocehan, kayak ih enak deh suami nya bule pasti banyak duitnya (lu kira?gatau disini bayar pajek hampir separo gaji? belum lg tagihan2x yg mencekik leher..), atau ih enak ya tinggal di luar negri suka jalan2x (ga juga kali, wong naek mobil 3 jam dah sampe perbatasan negara laen, sama aja Jkt-Bogor itungannya disini ke luar negri!) Dont let people’s comments let you down karen mereka gatau kan perjuangan kalian ๐Ÿ™‚ Dan tips nya juga gue bangeeet! hahaha.Bedanya gue masih tradisional, yaitu celengan babi :p hihihi.

  2. tapi kartu kredit itu perlu untuk pesan2 tiket, booking hotel dan tentu aja belanja oLS hahaha. Aku punya beberapa sih tapi si Matt matanya kayak elang, ngecheck semua pemakaian *nasih ngangur*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s