Relationship : Pentingkah Perjanjian Pra – Nikah?

Ceritanya sih gak mau berat – berat bahasannya, cuma topik ini lagi hitz banget diantara temen – temen gw yang mau kewong dan selalu menanyakan kepada gw pentingkah perjanjian ini dibuat.. saking diteror oleh para bridezilla tercetus lah untuk membahas topik perjanjian Pra-Nikah ini.

Honestly, buat gw pribadi perjanjian Pra-Nikah ini hanyalah sekedar membuat kerepotan dalam urusan persiapan pernikahan. Urus nikahannya aja udah super bridezilla, apalagi disuruh ngurusin perjanjian Pra-Nikah yang pun harus konsultasi ke lawyer dan bolak – balik ke notaris. Tapi itu dari sisi ke-tidak-mau-ribetan gw pada waktu menyusun persiapan pernikahan. Namun ada beberapa fakta unik yang gw temukan di beberapa forum dan artikel mengenai pentingnya perjanjian Pra-Nikah ini.

Perjanjian Pra-Nikah ini memang masih tabu di masyarakat Indonesia (kecuali yang nonton desperate housewife,scandals ataupun gossip girl pasti tauk hahaha). Perjanjian Pra-Nikah ini di ala barat terkenal dengan Prenuptial Agreement, yaitu sebuah perjanjian yang membahas tentang harta – harta yang dimiliki oleh CPP dan CPW. Tujuan dari perjanjian ini adalah apabila terjadi perceraian atau kematian , disini pembagian harta sudah bisa diputuskan. Memang rata – rata pembahasan tentang perjanjian Pra-Nikah kebanyakan mengenai harta. Harta milik pribadi CPP / CPW, ataupun apa yang menjadi harta milik bersama.

Mengutip artikel dari kompasiana , Hal – hal yang menjadi isi perjanjian Pra-Nikah adalah :

  • Keterbukaan didalam mengungkapkan semua detil kondisi keuangan masing-masing pasangan baik sebelum maupun sesudah pernikahan, dengan merujuk juga kepada berapa banyak jumlah harta bawaaan masing-masing pihak (pasangan) sebelum menikah dan juga menghitung bagaimana dengan potensi pertambahannya sejalan dengan meningkatnya penghasilan atau karena hal lain misalnya menerima warisan dari orangtua masing-masing pasangan.
  • Selanjutnya masing-masing pasangan secara fair harus mengatakan berapa jumlah hutang bawaan masing-masing pihak sebelum menikah, dan bagaimana potensi hutang tersebut setelah menikah dan siapa nantinya yang bertanggung jawab terhadap pelunasan hutangnya, karena perlulah digarisbawahi dalam hal ini bahwa hal tersebut wajib diketahui oleh masing-masing pasangan agar masing-masing pasangan yang akan menikah mengetahui secara persis apa yang akan diterima dan apa yang akan di korbankan jika perkawinan berakhir, sehingga tidak ada pihak yang nantinya merasa dirugikan dari dan akibat timbulnya perceraian tersebut.
  • Kerelaan dan dengan secara sadar bahwa perjanjian pranikah harus disetujui dan ditandatangani oleh masing-masing pasangan (kedua belah pihak) yang pada prinsipnya, secara sukarela dan tanpa paksaan dari pihak manapun untuk menandatangan surat perjanjian tersebut tanpa mendapatkan tekanan dalam bentuk apapapun, karena nantinya jika salah satu pihak merasa dipaksa, karena mendapatkan suatu ancaman atau berada dalam tekanan sehingga terpaksa menandatanganinya, maka secara hukum perjanjian pranikah dinyatakan batal dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.
  • Selanjutnya cari pejabat yang objektif dan berwenang dalam hal ini. yang pasti sudah barang tentu Notaris yang anda percaya dan jangan lupa juga untuk menentukan dan memilih pejabat berwenang yang notabene memiliki reputasi baik dan bisa menjaga obyektifitas, sehingga dalam membuat isi perjanjian pranikah tidak berat sebelah (timpang) sehingga diantara pasangan masing-masing bisa mendapatkan keadilan sesuai kesepakatan didalam isi perjanjian tersebut.

Nah, jadi sebenernya penting gak ya perjanjian Pra – Nikah ini? Berhubung gw memang typical orang yang malas ribet ditambah suami gw yang sifatnya sungguh selaw, jadi kami lebih mementingkan asas kepercayaan pribadi dan jawanisme dimana pernikahan adalah saling mempercayai visi dan misi serta tujuan hidup bersama. Kalau udah was – was ngomongin harta di awal, Gimana untuk kedepannya? selain hal – hal tersebut, emang harta yang kita punya juga pas – pas an sih ..HAHAHAHA! Why have to worry?! 😛

Kalau menurut buibu sekalian bagaimana?

Advertisements

2 thoughts on “Relationship : Pentingkah Perjanjian Pra – Nikah?

  1. hi, salam kenal 🙂 lagi blogwalking terus nyasar kesini gara2 ngeliat judulnya hehehe…

    dulu waktu pre-marital class, aku pernah diajarin kalo perjanjian pranikah ini penting buat suami istri yang mau buka usaha bareng… lupa2 inget juga sih… jadi kalo misalnya *amit2* usahanya bangkrut, harta si istri masih aman, jadi masih ada simpenan… tapi kalo misalnya ga ada wacana buat usaha bareng ya ga penting2 amat sih hehehe… sebenernya lebih penting lagi kalo nikahnya ama WNA…

    • salam kenal juga melisa ..
      yak betul aku baca2 juga tuh perjanjian semacam ini lebih cucok buat yang suami istri nya memang mau berbisnis dan lebih cocok lagi buat yang nikahnya sama WNA 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s