TTC : Infertility Survivor

Well, I think it’s a good time to share what I have been through lately 🙂

Kedengarannya dari judulnya agak negative meaning gitu yah pake kata – kata infertility tapi buat yang keadaannya masih senasib,seperjuangan sama gw bisa dikatakan kalau kaum kita ini adalah infertile alias belum hamidun – hamidun atau bisa juga diartikan dengan perjuangan untuk mendapatkan “kesempurnaan” sebagai perempuan..Jadi yuk boleh kita sharing dikit tentang perjuangan kaum kita ini 🙂

Almost 2 years and still counting, mungkin tahun 2014 ini bisa dibilang adalah tahun yang agak sedikit berat untuk mencari jatidiri gw sebenarnya. Banyak kelabilan,dan pertanyaan mau kemana tujuan hidup gw ini selain menjadi istri yang baik nan sholehah serta merta pastinya mempunyai keturunan.Namun, sudah sekitar hampir 5 bulan (dan masih banyak yang sudah tahunan menjalanin program yang sama seperti saya) serius menjalani program TTC belum ada nampaknya tanda – tanda akan adanya “member” baru di keluarga kecil ini (yang dimana situasi ini membawa keadaan makin labil nan galau..ahahaha!)

Maksud dan tujuan dari post ini sih sebenarnya masih sama dengan post – post sebelumnya, memberikan positive thought ke sesama para pejuang pencari keturunan seperti saya. Jadi, lanjut dong baca postingan ogut….

Tahun ini saya menaruh harapan yang banyak sekali,untuk kami bisa punya “bolang junior”. Ya..baru dua tahun sih (compare sama yang mungkin diluaran sana sudah menunggunya bertahun – tahun) tapi tetap saja namanya juga keinginan kan?! apalagi usia gak nambah muda, perjalanan kehidupan pernikahan ini juga makin berumur..jadi normal kalau saya (atau anda) merasa khawatir.

Ketika saya bercerita tentang kehidupan traveling dan lifestyle di blog pribadi ini, everyone seems like having their own opinion bahwa SEPERTINYA gw terlalu asik dengan dunia “jalan – jalan”, dunia “Kebolangan” atau asik sama kerjaan. Seakan – akan terlihat membuang waktu dalam program kehamilan yang saya jalanin. From the deepest of my heart, I really want to get pregnant , having a baby and become a parent. But, apparently God still not choosing me to be one of them. Untuk itu sebagai penghibur lara pastinya saya memilih untuk traveling dan menghabiskan waktu bersama suami saya tercinta.Menghabiskan waktu untuk bekerja di padatnya kehidupan kota. Menghabiskan waktu untuk mengambil beberapa side job.Menghabiskan waktu untuk ikut kelas pilates. Saya memilih untuk menghabiskan waktu di hal – hal positive agar saya bisa terlepas dari pemikiran – pemikiran negative dan juga judgemental bahwa saya infertile, saya mengumpulkan semua harapan bahwa kami bisa! Everyone always has a different perception of what they see.. jadi biarkan mereka berpendapat dengan apa yang mereka lihat dengan keadaan saya seperti ini…But Don’t judge a book by its cover. Karena belum tentu apa yang kalian pikirkan sama dengan kenyataannya.

Menjadi kuat, ikhlas dan sabar adalah pelajaran spiritual dari apa yang telah saya lalui. Tapi saya gak pernah mau hilang akan “harapan” dan tentunya tetap berpikir positive bahwa One Day, It’s gonna be my turn!

Saya adalah perwakilan dari beberapa perempuan yang mengalami emotionally upside down disetiap bulannya, di bulan – bulan ketika kami merasa gagal untuk memberikan keturunan. Mungkin kalau beberapa dari anda yang baca post saya ini dan memiliki sahabat/anak/kaka/adik/sodara yang ceritanya sama dengan saya, cobalah untuk mengerti dan memahi apa yang menjadi perjuangan mereka. Mungkin gampang untuk berbicara “Don’t worry, Relax , Nanti juga ada waktunya”.. but it is actually hard for us to feel not worry, to relax or even waiting until the right time.What you need to do is give a fully support untuk kehidupan yang sedang kami jalani, prepare your time and hear to listen our story, your shoulder to cry. We just need to be understand, like We understand your morning sickness. We do not need your judge on what We has been doing.. Jadi biarkan lah saya menjadi sejatinya Ibu Bolang, wanita pekerja kreatif, dan menebarkan benih bisnis dimana – mana..dan kamu menjadi kamu yang sekarang..dengan tentunya menanamkan pemikiran – pemikiran positif untuk lebih menjadi bahagia with or without having kids. Moreover, do not compare us with the people who get pregnant first than us, and make it seems like a competition. Oh man, It’s about God’s plan, not me nor my husband.. We do not want to be like this as well as you know it 🙂  Let us think positively and let it be 🙂

To those infertility survivor… think positive thought,beliefs and attitude and always think that you are not alone. There are so many people who will understand your situation.Sering – sering baca forum atau kalau bisa join memberdi forum tersebut untuk mungkin saling sharing dan cari tips – tips dari sesama infertility survivor.  Just like me, Setelah share postingan tentang program TTC kemarin, banyak sekali email yang masuk yang menanyakan program TTC saya ,serta merta bertukar ucapan doa agar program – program kami berhasil.Senang rasanya membagi pengetahuan dan informasi dari apa yang telah saya lalui dan saya langsung berpikir bahwa saya tidak sendiri, banyak perempuan yang mengalami hal yang sama seperti saya..Jangan pernah malu untuk bercerita dengan apa yang kita alami, jangan pernah merasa minder..karena sempurna hanya milik Tuhan. Bersyukur karena kita sehat jasmani dan rohani.

Print

Semua rahasia hidup ada di tangan Tuhan. Yang paling penting, ketika memang kita belum diberikan kepercayaan oleh Tuhan akan seorang keturunan, bersyukurlah bahwa kita mempunyai waktu yang lebih banyak bersama suami menikmati masa – masa “pacaran” yang lebih panjang 🙂

Keep Calm and Always Try to Make a Baby 😛

Hope you guys have a good time 🙂

*)notes: on the next post :

Baru aja beli E-book tentang Managing Stress of Infertility. Baru baca sampai Bab.3 dan itu bagus banget..Hopefully review nya bisa di share di next post yah.Jadi para pembaca theprasstyo bisa juga ikutan beli dan download bukunya 🙂

Advertisements

13 thoughts on “TTC : Infertility Survivor

  1. Ah same with me then.. Aku belum ada setahun dan sampai saat ini juga belum diberi kepercayaan sama Tuhan untuk mempunyai anak, pertamanya sih sama suami jugak uring2an melulu cuma makin kesini kita berdua makin sadar bahwa kita bedua dikasih kesempatan buat senang2 berdua dulu 🙂 ayooo kita semangaaat terusss jangan nyerah

  2. Kita senasib mbak.. Hampir 2 tahun juga masih tetap berdua.. But its ok.. Saya sih positif aja mikirnya.. Dan kemarin sepakat sama suami kalau sampai umur 32 kami belum bisa punya momongan sendiri mau adopsi aja.. Toh kasih sayang bisa diberikan ke siapa aja.. Tetap semangat ya!

  3. Tika aku setuju banget kalau masalah kehamilan ini jangan samape seolah-olah diperlombakan. Masalah anak kan ada di tangan Tuhan ya, jadi kalau ada yang terus2an nanya dan sewot kenapa kita belum punya anak ya sana tanya sama Tuhan. Hahaha. Tika semangat terus ya pokoknyaa!! Soon it will be your turn darling 🙂 *hugs*

      • Iyaa tika, sama2 yah kitaa *hugs* bener tuh tik, nanti kl rumah uda jadi cobain deh pelihara anjing. Pasti bakal super sibuuk, seru tapi. Hihihii

  4. Ini diam-diam setiap aku lihat foto-foto mu dan suwamik aku tak mbayangin ada anak kicik, katanya kan harapan itu juga doa yaaa :’)
    Kamu yang semangat ya Mbak Tikaaaa, kamu dan suwamik, percayalah akan tiba waktunyaaaaa .. pokoknyaaa semangaaattt ^^

  5. Hi, salam kenal dan thanks for sharing. I have more or less the same hope to have a baby and I like what you said : one day, of course with the God’s will, it’s going to be our turn. Stay positive !

  6. Salam kenal Mrs.Prasstyo..mau curhat sedikit boleh yah 🙂
    saya merasa mb lebih beruntung masih memiliki kesibukan utk menghabiskan waktu disela menanti kehadiran sang buah hati. Saya berhenti bekerja setelah menikah dan ikut suami di rantau dengan harapan bisa segera hamil,,krn saya memang ingin jadi IRT.
    Ternyata menjadi ibu rumah tangga sambil menanti kehadiran sang buah hati jauh lebih berat, sudah hampir 3 tahun saya menanti tak kunjung diberi kesempatan,, sementara saya sendiri sudaah hampir bosan dengan kesendirian dirantau tanpa teman, kesibukan dan keluarga..mb bisa bayangkan bagaimana terpuruknya saya tanpa pelipur lara selain mencoba menyemangati diri sendiri,,mencoba bekerja umur saya sudah tidak memungkinkan, sementara pngalaman saya tak banyak..aaah mb saya tdk tahu rencana Tuhan,,kadang smpat terpikir coba kalo dl saya gak resign paling nggak saya ada pengalih pikiran..
    walau saya sudah mencoba mencari passion saya,,mencoba sibuk, tp tetap saja kesepian itu akan selalu terasa

    Yah, mb bisa sedikit bersyukur dgn kondisinya skrang,,dan saya juga berusaha bersyukur krn adaorang yg lebih tidak menyenangkan kondisinya (menurut saya) dari kondisi saya sekarang..terimakasih 🙂

    • halo mbak sekar.. salam kenal yah! terimakasih sudah menulis curhatan di komen post blog ini.. tidak ada yang salah kok mbak dari keputusan mbak sekar.. toh menjadi IRT juga adalah salah satu bagian dari sebuah pekerjaan. Jangan terus sesali sebuah keputusan mbak.. Dengan post saya ini saya juga mengajak teman – teman diluar sana untuk tidak minder dan menerima kenyataannya. Punya atau tidak , diberi sekarang atau diberi nanti itu memang urusan yang maha kuasa.. dan lagi – lagi bukan sesuatu yang dapat dipaksakan.
      Enjoy life , mungkin bisa coba explore traveling ke daerah dekat2 riau.. bergabung di komunitas ibu – ibu disana yang jelas mengungkapkan hal yang kita rasakan itu sangat penting, karena kalau disimpan aja bisa jadi penyakit looh.

      Kebetulan skg saya juga sudah jadi IRT , dan kebetulan juga saya masih mengisi dengan banyaknya kegiatan dan bisnis yang saya jalani. Kadang memang masih ada rasa minder dengan orang2 yang diberika kepercayaan Tuhan lebih dahulu. Tapi saya percaya bahwa waktu yang indah itu akan datang.. dan sekarang saya menjalani rutinitas saya begini apa adanya.. bercerita saling sharing dengan cerita saya yang apa adanya juga..

      Semangat ya mbak.. banyak kok diluar sana yang nasibnya sama dengan kita.. bahkan ada yang 10 tahun atau lebih akhirnya keliling dunia untuk menikmati hidup. Semoga Tuhan selalu mendengar doa2 kita .. Amiin 🙂

      Cheers.
      mrsprasstyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s