TTC Book Review : Managing The Stress of Infertility by Carol Fulwiller Jones

Ternyata ketika ada niat , buku sebanyak 185 halaman ini bisa dibabat alias dibaca dalam dua hari saja (saking excitednya mungkin yah).

Kali ini mau memberikan sedikit review dan cerita dari apa yang telah gw baca di Managing The Stress of Infertility. Kenapa gw memilih buku ini? karena memang gw ingin mengembalikan kebahagian gw dan juga kepercayaan diri gw yang selama beberapa bulan ini sempat hilang. Oleh karena itu, tekad bulat men-download dan membeli buku melalui paypal akhirnya tercapai.

Buku yang dikarang oleh seorang psikolog yang juga pernah mengalami hal yang sama dengan para infertile woman ini memang sangat bagus untuk dibaca untuk kita – kita yang selalu kepikiran “kapan hamil?bulan depan hamil gak yah?kalau gak hamil gw mesti gimana? gimana menghadapi sensinya kita kalo ke public place liat orang hamil ataupun anak kecil?  kalau IVF atau adopsi apa yang harus dilakukan pada saat anak itu bertambah besar?”  semua terjawab di buku ini.. and I am so happy 🙂 (akhirnya gw gak perlu ke hypnoteraphy.. cukup dengan beli usd 22.99 atau sekitar IDR 300 ribu-an, udah bisa langsung baca E-booknya).

Banyak Bab – bab di dalam buku ini yang bisa membantu anda yang hatinya sedang gundah gulana memikirkan hal – hal yang bisa dibilang adalah “unmanagable things” , gak bisa kita ukur, gak bisa kita prediksi dan gak bisa dijadikan sebuah ambisi…jadi memang harus dihadapi, nah dengan buku ini kita mengetahui apa yang harus kita lakukan ketika emosi kita gak stabil.

Di Bab pertama yaitu bab “Understanding & Supporting Your Partner” dikatakan, bagaimana hal – hal mengenai infertility problems adalah hal yang hal yang sangat sulit diceritakan.Kita tau bahwa kehidupan rumah tangga yang baik berawal dari komunikasi yang baik, sama hal nya dengan menghadapi masalah ini. Memang terkadang susah untuk kita, berada di posisi yang bisa dibilang emosinya tidak terkontrol.. Kontrol emosi aja susah, apalagi komunikasi sama suami dengan cara keep cool and calm?. Nah, salah satu cara untuk berkomunikasi adalah dengan menulis surat kepasangan anda tentang apa yang anda sedang alami . Dengan menulis surat hal – hal yang tidak diinginkan akan terhindarkan (semacam: belum ngomong udah nangis duluan, atau debat atau lempar – lemparan baygon *nah ini lebai*) . Salah satu bagian yang saya suka untuk kepada para pasangan adalah untuk tetap saling menerima apanya dengan cara : “Tell something interesting you did today” is more meaningful than “How are you?” Take time to nurture your relationship, care for each other, and have fun together.”

Selain itu dari beberapa Bab yang ada di dalam buku ini. Bab yang menjadi bagian favorit gw,  adalah Bab yang membahas bagaimana caranya kita menghadapi acara – acara keramaian seperti acara keluarga, ketemu tetangga yang dimana pasti akan hadir pertanyaan” Kok Belum isi – isi?” (grrr), dan ini adalah salah satu bagian dari Bab “Deciding Who to Tell and When” :

However, these questions can be painful, especially when you are not expecting them and are not sure how to answer them. You are not obligated to give an explanation. Simple answers such as, “Yes, “No, “None,” “Maybe,” or “Probably” are sufficient. If you feel compelled to say more, you can say:
 We will have a child when our bodies cooperate.
 We are trying and hope to be parents soon.
 Having children has not been easy for us. We are hoping to be parents one day.

Sedangkan masih di Bab yang sama, di bahas juga tentang Donor Eggs, Donor Embryo,IVF programs ataupun Adoption. Disini anda diberikan saran bagaimana menghadapi pertanyaan – pertanyaan kelak yang mungkin timbul pada saat mereka dewasa atau tumbuh besar. Disini, disarankan anda untuk jujur dan menjelaskan kepada mereka dengan keadaan yang pernah anda alami pada saat itu.

Nah selain itu dibahas juga olahraga yag baik untuk mengontrol emosi adalah Yoga (ohhh.. my favorite ones) meditasi dan juga Visualization (alias mengkhayal).Ternyata gampang untuk menanamkan benih – benih positif setiap harinya, yaitu dengan mengontrol nafas (di buku ini juga diajarkan step atau tahapan untuk melakukan kontrol emosi dengan pernapasan) dan membayangkan hal – hal yang “seneng – seneng” aja gitu.. Seperti melakukan visualization apabila kelak kita hamil, bagaimana kita mendekorasi kamar bayi, bagaimana kita menggendong bayi..ya berkhayal yang lucu – lucu dan indah – indah..hehehe

Yang terakhir adalah bagaimana kita dapat merubah kepercayaan, perilaku kita terhadap apa yang kita hadapi secara positive dan menjadikan hal ini adalah sebuah anugerah. Ya, di Bab “Unexpected Gift For Spirit” bisa saya ringkas bahwa hal – hal yang terjadi pada kita sekarang adalah hal yang membuat anda lebih dekat dengan Tuhan.The difficulties of infertility invite you to look within yourself and explore what is meaningful in your life , Ya! Pastinya anda lebih mengerti dengan diri anda yang sesungguhnya.

The greatest gift of infertility is this unique opportunity for personal metamorphosis and a deeper connection with your Higher Power.

Nah, gimana? Penasaraan ? Mau download dan belii E-booknya? Here’s the link!

Apapun keputusannya kelak, IVF programs, Adoption ataupun Child Free..saya mengambil satu benang merah untuk kesimpulan dari apa yang saya baca disini..

Happiness! 

Terkadang kita suka lupa akan kebahagiaan untuk diri kita sendiri, dan mementingkan kebahagiaan orang lain. It’s your life, your decision and it’s all about your happiness.

Have a good Monday 🙂

 

Advertisements

8 thoughts on “TTC Book Review : Managing The Stress of Infertility by Carol Fulwiller Jones

  1. Hi…baru nemu blog ini pas kepo ttg obwis nepal stlh gempa besar kmrn #prayndosomethingfornepal, nyantol d ttc n pengen deeehh beli bukunya, tp i dont have paypal account :(…so please, can u share this ebook on my email n i’ll pay for it by atm transfer, idr..thankyou before :)..yes, im a survivor too, sigh..keep spirit n smile smileeeeee….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s