Traveling : Hello Amsterdam #part 1

Setelah ber-drama dengan Hard Disk The Prasstyo yang dimana folder travelingnya sempat (dan masih) crashed, Alhamdulillah foto – foto Eropah Trip kemarin masih bisa (beberapa) diselamatkan.Terimakasih kepada sahabat gw sekaligus vendor rental SLR kamera (hahaha) Aditya Sofyan yang masih (dan hampir menghapus folder) foto – foto Eropah Trip The Prasstyo .  Kali ini Alhamdulillah dapat trip ke Eropa (wohoo…akhir menginjakan kaki di Eropa), lebih tepatnya ke Amsterdam-Brussel-Paris selama kurang lebih 4 hari (mepet bgt coii waktunya).

JAKARTA – ABU DHABI

Perjalanan dimulai dari Jakarta dengan menggunakan Etihad Airways jam 2 pagi yang kemudian delay menjadi jam 3 pagi karena heavy fog di airport Abu Dhabi. Perjalanan 7 jam ke Abu Dhabi setelah delay cukup nyaman dan kita transit di Abu Dhabi tepat 30 menit sebelum boarding yang berarti semua penumpang yang transit ke Amsterdam harus lari-lari ke gate selanjutnya. Untungnya semua  berhasil boarding dengan selamat dan melanjutkan perjalanan selama 7 jam lagi ke Amasterdam.

ABU DHABI – AMSTERDAM

Arrived in Amsterdam sekitar jam 15:00 local time setelah naik pesawat selama +/- 14 jam kita langsung diajak untuk ke tengah kota untuk canal tour. Sebelumnya kita mampir dulu ke Diamond Factory (maklum ya ini tour jadi itinerary-nya diikutin ajah) di dekat Rijk Museum. Sementara yang lain liat-liat Diamond, gue yang kere ini memutuskan untuk jalan-jalan di taman dekat situ (untung binik gw lebih prefer belanja tas daripada berlian, tapi tetep aja buat kanker alias kantong kering #curcolpakbolang)

Theprasstyo - Amsterdam

ThePrasstyo-Amsterdam

ThePrasstyo-Amsterdam ThePrasstyo-Amsterdam

 

Setelahnya, tour ini berlanjut ke acara makan malam dengan berjalan kaki dan dinner di Dam Square lalu lanjut ke canal tour dan kembali ke Hotel, berhubung abis perjalanan jauh dari Indonesia malam ini gue (dan makhluk seisi tour lainnya) tepar dan memutuskan untuk langsung tidur.

Selain itu hal lain yang membuat gue males keluar jalan-jalan di malam pertama ini adalah karena lokasi hotel kita yang berada jauh diluar kota (tepatnya 5 menit dari Airport Schipol) dan kalau mau ke tengah kota berarti harus naik shuttle lagi ke airport, lalu naik train ke central station.

Jauh dan amat lelah adalah combo maut untuk membuat kami memutuskan tidur cepat.

Oia, pada saat gue kesana di awal May masih late Spring dan matahari baru terbenam jam 9 malam. Tidur cepat yang gue maksud adalah 1 jam sesudah matahari terbenam yang berarti jam 10 malem (ngga cepat-cepat amat sih).

ThePrasstyo-Amsterdam

Let’s continue to another story on the next post …

Advertisements