Traveling : Hello Amsterdam #part 2

AMSTERDAM – VOLENDAM – AMSTERDAM

Hari kedua, I must admit I am in love with Netherland, gue selalu berpikir kalau Amsterdam akan chaos dengan turis-turis tukang giting (high in cannabis) dan pemabuk, kotanya kotor, turis-turisnya reseh, dan lain lain

Kenyatannya sangat berbeda, kota Amsterdam terasa sangat homey, bersih (most part of it), orang-orangnya easy going, gue sangat suka culture sepedanya, banyak turis yang giting (bukan mabok alcohol) tapi mereka ngga reseh dan cenderung gampang diajak bersosialisasi, red light district is sooo main stream but good to know, dan gue sangat suka jalan-jalan keliling Amsterdam ngeliat kanal-kanal dan bangunannya.

Mari kita lanjutkan cerita perjalanan di Eropa hari kedua, hari ini gue dibangunkan pagi-pagi untuk bersiap jalan-jalan ke Volendam dan Keukenhof sambil sebelumnya mampir ke Zaanse Schans untuk ngeliat kincir angin dari kayu (yang iconic ituh), pembuatan clog (sepatu khas Belanda dari kayu) dan cheese factory.

Perjalanan hari ini amat sangat menyenangkan karena kita keluar dari kota Amsterdam dan menyusuri jalan-jalan di pinggiran kota yang berisi farm (lengkap dengan sapi-sapi nya) dan rumah-rumah kecil yang lucu. Next time gue kesini harus nyetir sendiri jadi bisa berhenti buat foto dan mampir ke farm-farm ini!! Perjalanan ke Zaanse Schans hanya memakan waktu sekitar 1 jam dan setibanya disana kita langsung disambut oleh deretan kincir-kincir angin ini.

ThePrasstyo-Amsterdam

Zaanse Schans ini sebenarnya semacam desa wisata dimana didalamnya terdapat, perumahan, toko souvenir (pastinya), restaurant, clog factory, cheese factory, kincir-kincir angin, dan farm kecil yang berisi ayam, kambing, dan anak sapi. Tempatnya sangat menyenangkan dan karena udaranya cukup sejuk, gue sangat menikmati duduk-duduk diarea ini sambil makan stroop waffle dan minum kopi.

ThePrasstyo-Amsterdam

Setelah puas keliling-keliling Zaanse Schans kita melanjutkan perjalanan ke Volendam. Volendam merupakan kota kecil lucu yang berbatasan langsung dengan laut dan yang unik adalah bahwa sebenarnya kota ini berada dibawah permukaan laut. As we all know negeri belanda sangat terkenal akan pembangunan dam mereka yang mampu menahan air laut dan menciptakan daratan baru dari bagian yang sebelumnya adalah laut, kota Volendam inilah hasil nyatanya.

Walaupun berada dipinggir laut dan sebelumnya merupakan kota nelayan, kota ini sangat nyaman, mungil, dan lucuk (despite it has become a major tourist destinations). Kalau kalian sempat berjalan-jalan disini jangan hanya menyusuri jalanan di pinggir pantainya yang sangat famous itu, tapi coba juga berjalan-jalan di bagian belakang/bawah dari jalanan pantai ini. Didaerah itu banyak terdapat rumah dan toko kecil, jalanannya juga lebih sepi dan nyaman untuk strolling around dibandingkan dengan bagian depan pantai yang penuh dengan toko souvenir dan turis .

ThePrasstyo-Amsterdam Ams12 ThePrasstyo - Amsterdam The Prasstyo - Amsterdam Ams9 ThePrasstyo-Amsterdam

Pada saat berada di Volendam cuaca agak sedikit hujan tapi gue sangat menikmati waktu yang gue habiskan disini. Rumah-rumah kecil, hidden shop, empty street, a cup of coffee, dan hujan gerimis. Perfect!

Oia, bagi yang mau cemilan jangan lupa beli seafood platter yang ada di bagian atas deket pantai (gue lupa nama tokonya). They served some really good seafood platter and cold beer.

Setelah dari Volendam perjalanan dilanjutkan ke Keukenhof untuk melihat bunga tulip yang merupakan juga salah satu icon Negri Belanda selain kincir angin-nya. Keukenhof merupakan taman yang sangat luas (semacam kebun raya bogor gitu) dan merupakan destinasi wisata untuk melihat tulip. Daerah disekitar Keukenhof ini hanya ramai ketika musim tulip yang terjadi setahun sekali sekitar bulan April – May.

Yang kita lakukan di Keukenhof basically adalah berjalan-jalan keliling taman untuk melihat-lihat tanaman, kalau punya banyak waktu mungkin akan lebih menyenangkan karena kita bisa sambil piknik,bersantai, minum kopi dan menikmati suasana musim semi dsini, TAPI berhubung waktu gue hanya 1,5jam jadi yang dilakukan hanya masuk taman, foto tulip, lalu jalan lagi. I really wish I had more time in this place.

Anyway, taman ini sangat bagus, bersih, terawat, dan menyenangkan dengan berbagai macam jenis tulip dan tanaman lain yang warna warni dan ditata dengan sangat memperhatikan rangkaian warna sehingga tidak membosankan. Jadi kalau memang berkunjung ke Belanda dan punya waktu setengah harian untuk kesini, sempatkanlah untuk berkunjung menikmati tulip dan musim semi disini.

Ams15 Ams14

Setelah dari Keukenhof, kita makan dan kembali ke hotel. Karena merasa masih kurang puas dan waktu masih menunjukan pukul 7 malam maka gue memutuskan untuk kembali berjalan-jalan ke Amsterdam dengan menggunakan train dari airport, kenapa dari airport? Karena hotelnya 5 menit dari airport dan jauh dari pusat kota sehingga harus naik shuttle ke airport dan dilanjutkan dengan train ke Amsterdam Central Statiun.

Amsterdam at night was so lively, café, bar, coffee shop, and people hang out everywhere. Perjalanan malam ini dimulai dari Central Station lalu kita nyeberang jalan dan mengarah ke mana lagi kalau bukan the infamous Red Light District. Well, ngga banyak yang bisa diceritain tentang Red Light District karena sebenernya ya cuma gitu aja ngeliatin wanita-wanita eropa dengan lingerie di etalase kaca. Terus terang gue agak kurang nyaman, mungkin karena ngga terbiasa, yaa cukup tau aja lahh kalau Red Light District itu tempatnya kaya gitu.

Sesudah dari Red Light District kita muter-muter di daerah situ sambil mampir ke coffee shop The Bulldog. Katanya coffee shop ini biasa aja dan mahal karena didaerah turis, tapi gue males nyari-nyari jadi akhirnya dimasuki sajalah. Sampai didalam gue berasa kaya anak kecil masuk toko mainan (hahaha…) terlalu banyak pilihan dan gue mau coba semuanya. Akhirnya setelah lihat-lihat sekitar 10 menit, gue memutuskan untuk beli Silver haze, 1 buah brownies dan coca cola. 30 menit kemudian gue keluar dengan tersenyum dan siap melanjutkan acara jalan-jalan di Amsterdam namun berhubung sudah sekitar jam 12malam dan kita masih harus mengejar train dan shuttle, akhirnya dengan sangat terpaksa acara malam itu disudahi dan kita kembali ke hotel (yang ada dipinggir kota itu).

Hari selanjutnya kita melakukan perjalanan road trip ke Prancis melalui Belgia.Paris Here We Come 🙂

Advertisements