Daily Diary : Didikan Militer #Docitheexplorer

Saatnya bercerita anjing kecilku yang harus eksis kaya emak – bapaknya #ciegitu..

This is my first time having a puppy in my entire life. Jadi memang I have no idea about it. Berbeda dengan cumamih yang dari ciliks sudah ada di dunia peranjingan (hahaha gak enak banget kata – katanya) sehingga udah biasa dengan tingkah laku dari hewan ini.Jadi beruntunglah gw punya suami macam ceaser milan yang istrinya macam ceasar salad ini ..

Seperti yang gw ceritakan dalam post sebelumnya bahwa doci ini kami adopsi untuk menemani keseharian bubolang dan juga sebagai “alarm” untuk hunian rumah kami yang penghuninya juga masih bisa diitung pake jari cicak. Emang kerasa bener ada dan gak ada doci. Biasanya doci suka kami titipkan di rumah Ibu kalau kita lagi mau pergi lama ninggalin rumah dan kami ambil lagi satu hari setelah kami sampai.. Jadi kalau gak ada doci kerasa banget sepinya dirumah dan gak ada “alarm” kalau tetiba suka nongol orang di depan pintu (maklum rumah cluster gak ada pager bowk..sesuka hati deh tuh tukang2 nawaarin kanopi).Tapi kalau ada doci , orang di rumah tetangga aja bisa di barking sama dia .. untungnya masih dalam batas wajar, abis itu doi diem lagi.

Banyak yang bilang punya puppy itu kaya punya bayi. Iyaaaa betul banget.. !! Walau belum punya bayi orang tapi ternyata proses bergadang pun kita alami pada saat pertama kami ambil doci dari tempatnya. Malam jam 3 pagi pada saat doci umur 3 bulan dia nangis – nangis .. kaing .. kaing di teras rumah (pada saat itu kami masih taruh di rumah Ibu Bintaro yang kebetulan ada anjing dewasa juga umurnya 4 tahun) padahal ada anjing dewasa loh (namanya Piko) meanwhile ada temen gitu . Tapi Piko si Ibu Angkatnya doci di Bintaro ini kayanya masih belum get it touch sama doci waktu itu. Kebiasaan Piko itu jam 3 pagi yang berburu Tikus pun masih belum diterima sama doci yang biasanya jam segitupun bobok maniss.. Alhasil Piko cuek, Doci nangis2 .. Kami berduapun harus nemenin (sebentar) doci untuk bobok dan satu rumah pun ikut bangun karena suaranya yang lebai (kaya mau di saksang bowkk). Pertama tadinya gw gak tega, pengen banget masukin doci ke dalam kamar untuk bobo bareng kami berdua. Tapi cumamih yang super strict bener – bener gak ngizinin hal itu terjadi di dalam kehidupan doci karena “Nanti kebiasaan”. Akhirnya, kami yang berkorban bolak balik masukin kandang untuk 2 anjing tersebut supaya doci merasa nyaman and It worked.. lama kelamaan doci pun terbiasa untuk tidur sendiriann.. Horray!

Setelah rumah mungil kami jadi, kamipun membawa doci ke The Prasstyo HQ. Untungnya gak ada drama pagi – pagi buta kita mesti bangun pagi. Doci sudah mulai terbiasa tidur sendiri dan yang hebatnya doci sudah terbiasa masuk kandang dan bobok dikandang kalau memang sudah waktu nya .. Jadi inclik – inclik (bahasa jawirrr banget alias jalan jalan kecil gitu gayyss) dia bisa pindah tempat dari ruang Tv ke kandangnya kalau sudah waktunya tidur. Setelah baca – baca dan research di google memang pembatasan wilayah atau yang sering disebut “Separation Anxiety” itu diperlukan. Tadinya memang gak tega, tapi berhubung cumamih ini strict banget jadi ya gw ngikutin peraturan yang doi buat aja deh.

Masalah Poopie and Pee training juga agak jadi problematika buat gw lately.. Doci yang dari bayik udah trained untuk poopie dan juga pee di rumput jadi agak rempes buat rumah kecil kita yang ternyata taman belakangnya gak bisa ditumbuhi rerumputan.. Alhasil kalau doi mau poop atau pee, harus banget dulu buka pintu terus ke taman depan.. Wadowwwwwhhh harus banget eike ganti celana panjang dulu setiap kali doci poop , bisa di tontonin tukang2 kalau kalau ogut pake hotpen..hehehe! Akhirnya berbagai carapun kita lakukan, dari buat taman belakang dipenuh batu – batuan , poop or pee di koran sampai beli rumput sintesis. Cara mana yang paling ampuhh? Jawabannya adalah tergantung mood doci.. Ceritanya adalah suatu hari gw stress banget harus bolak – balik ke depan, akhirnya satu harian pun gw train doci untuk pipis atau poop di batu2. Menangislah dia didepan pintu sambil loncat – loncat di depan pintu,  berasa bisa banget buka kunci.. Satu dua jam gw masih sabar, beberapa jam kemudian gw luluh sama tangisannya dan akhirnya si keras kepala ini menang dari gw yang tipenya “yaudahlah biar cepat”  dan akhirnya pipis di taman depan.Selang beberapa hari gantian bertugas ,kali ini  bapaknya ada di rumah sedangkan weekend gw harus kerja demi sesuap tiket liburan.Saatnya Babol yang mengurus rumah dan doci.. tiba – tiba di tengah2 lagi kerja ada Line Chat  dari cumamih laporan “Nih anaknya mau pipis sama poop di batu”…GRRRRR!!! sedangkan gw butuh berjam – jam untuk melakukan itu. Kemarin dimana kayanya satu Jabodetabek ujyaaann beratt dan otomatis gak bisa  mengadakan ritual jalan – jalan sambil poop dan pee  dan seharian pula kita ada di dalam rumah. Hasilnya doci gak pee dan poop .Sampai pada saat  gw masuk kamar dan sengaja gw gak masukin doci di dalam kandangnya.. karena ingin tahu  se-brutal apa dia kalau di lepas.. Hasilnya.. Dia poop dan pee di batuu……. Waaaaaaaaaaaaaaaaahhh! Akhirnyaaa…  Sungguh sih anak ini keterlaluan manjanya sama emaknya.. dan dia tau hati siapa yang bisa diluluhkan..hahaha! Kejadian ini buat gw belajar, kita yang harus mengendalikan anjing bukan mereka yang mengendalikan kita.. dan pastinya harus tegaaaaa…

Jadi selama sudah tinggal beberapa bulan di The Prasstyo HQ doci punya didikan militer dari bapaknya dimana peraturan dirumah kami buat dia banyak sekali :

1. Wilayah amben adalah wilayah kami, sehingga doci gak pernah kami perbolehkan untuk naik dan tidur2an di amben bersama kami. Walau kadang mukanya selalu sedih kalau kita berdua lagi duduk nonton TV sambil mupeng minta diangkat dan ditaro bareng.

2. Prohibited to enter master bedroom dan kamar kerja karena ini memang wilayah yang sering kami pakai untuk sholat. Walau kami berdua memiliki anjing, kami menjaga beberapa wilayah  supaya tetap bersih dan suci.

3. No chewing anything. Tipsnya kami selalu sediakan tulang – tulangan , dan beberapa mainannya doci sehingga memang fokus permainannya doci adalah barang – barang tersebut. Alhamdulillah sofar belum ada sandal, buku , bantal yang rusak akibat chewing-annya doci, karena memang kami selalu stock tulang – tulangan untuk dia dan pada saat dia mulai gigit2 langsung saja kita tegor dan kasih mainannya dia..

4. Pee and Poo in right the place. Well walau kami masih sama – sama belajar , at least she knows where to pee or poop inside the house.

Yang namanya manusia memang selalu aja gak puas.. Udah punya anjing kecil , pengen punya yang gede.. Hahahaha! Sampai akhirnyapun bercita – cita punya halaman yang luas supaya bisa pelihara macam English Terier Bulldog , Labrador dan teman – temannya.

Saya pernah lihat talkshow di sebuah TV Station yang membahas tentang hewan peliharaan.Kebutulan waktu itu Ari Daging yang jadi pembicaraannya , satu hal yang harus dicatat adalah “Perlakukan hewan perliharaan sebagai hewan bukan sebagai manusia.Perlakukanlah mereka seperti mereka, hewan” . Ya kalau dia anjing, perlakukan dia sebagai anjing begitupun dengan hewan – hewan yang lain” jadi wajar kalau kita buat peraturan tersebut untuk membuat kita dan hewan peliharaan nyaman di dalam lingkungannya.Tapi juga jangan sadis2 amat yah… paling tidak kita memberikan mereka batasan – batasan agar juga gak jadi “badung” .. Kalau liat anjing2 reseh, nahh mungkin itu salah didik.. wkwkwkw!

Well, satu hal yang belum bisa dilakukan doci adalah ditinggal pegi untuk waktu lamaaaaaa… jadi sekarang no more disco time for babol and bubol karena doci kalau ditinggal masih suka nangissss dan brutaaallll…

Jadi sudah siap pelihara hewan? sudah siap kasih adek beneran buat doci? Hahahahaha.. Well, Tuhan yang akan jawab kapan doci bakal dikasih “adik”nya… yang jelas kalau doci besar, doci bakalan sobi bangett sama adiknya kelakk dan akan jadi bodyguard buat adiknya..ihihihi! Amiin.

Mini Doci with My Mini Garden #everythinginminisize

Mini Doci with My Mini Garden #everythinginminisize

photo 1 (9)

Kecup maniss dari doci the explorer untuk pembaca The Prasstyo

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Daily Diary : Didikan Militer #Docitheexplorer

  1. mba tika training2an binatang emang susah2 gampang ya.. tapi kalau bisa sampai berhasil keren deh berarti apalagi dari puppy gitu jadi cepet juga di trainingnya.. doci gemessssss dan udah pinter yaa 😀

  2. harus sabar jg ya punya anjing…kalo piara anjing disini pun repot, musti dikeluarin jalan jalan 3x sehari buat pee and poo. berhubung gw kerja makanya punya kucing aja, hehehe. gampang klo kucing tinggal pee and poo nya di cat litter box. ya ampun itu mukanya bikin luluhhh hatiiii…so cuteee!!

    • saamapun piie…aku juga paling enggak harus bawa doci dua kali untuk keluar jalan2 buat exercise karena rumah cilik ini hasilnya pun dia jadi kebiasaan pee dan poop di luar juga , makanya jadi pusing kalo udahh ujaann ..hahaha betul tuh solusi kalo kerja better kucing yahh…anjing butuh extra time sama sabar buat training ihihihi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s