Letters for Eight Years ..

(Selalu kalau intro menulis blog ini…) Udah lama gilaaakkk gw gak berkoar – koar di blog.. ahahaha! Ya abessss… ternyata memang hubungan antara gak ada internet di rumah (masih loh sampe sekarang belom ada yang menang tender untuk jadi provider di komplek ogut #curoclemakkomplek) berbanding lurus  dengan malasnya meng-update blog. Sempat kepikiran, yaudahlah yah blog ini dihapuskan aja apa yah? tapi galau dan ragu.. sayang amatt… selama ini gw nulis gitu aja??

Banyak banget nih yang perlu di update.. terutama masalah relationship dengan pak bolang (gosip gosip tetangga ada apa nih mereka berdua). Alhamdulillah tanggal 2 September kemarin kami resmi 3 tahun menikah dan 27 Juli tahun ini kami resmi 8 tahun menjadi pasangan sejoli (awas kepleset bacanya). Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, tahun ini kita rayakan saja di Jakarta, karena kebetulan semuanya di rapel buat saving ke Jepang (gini amat ya bowwkk mau ke Jepang aja.. Demimuhhh cumamih, demi negara khayalanmuuu.. ku relakan seluruh printilan travelingku..hahaha). Walau sempat merayakan perayaan (yang tidak disengaja)untuk  8 tahun kami di tanggal 27 Juli.. bertempat di Singapore.. Itupun karena pak bolang ada kerjaan harus presentasi mewakili indonesia disana , jadilah si ibu bolang implusive ikuut..hahaha! Ya, pastinya setiap tahun kami bersyukur untuk apa yang sudah diberikan oleh kami berdua.

Three years of marriage.. sama seperti menjalin hubungan pacaran.. Tahun ketiga itu biasanya lagi di coba banget. Bedanya dulu tahun ke tiga ogut pacaran dicoba oleh orang ketiga (ibu – ibu kosan yang ganggu waktu skype pacaran..wkwkwkw!) tahun ini di pernikahan dicoba oleh kesabaran dan penantian serta saling percaya terhadap pasangan…BUKAN , BUKAN ORANG LAIN BUUUIBUUU! Tahun ini kami dicoba untuk sabar serta saling saling menguatkan kasih sayang diantara kami berdua untuk selalu positive thinking bahwa pasangan hidup yang kita pilih inilah  yang akan hidup senang dan susah bersama kita , termaksud menerima keadaan belum adanya bolang junior di hidup kami berdua ini.

Well, too much happy story to tell and you see on peeps social media. Tapi disinilah gw akan menceritakan sisi lain The Prasstyo yang selalu tampil apa dadanya eh adanya.

2012, Saya menikah dengan seorang bujang (udah di cek di ktp bukan duda guys) bernama Prass yang waktu itu melamar saya di Bali dengan gak ada romantis – romantisnya dan pastinya dengan duit dia sendiri. Saya selalu bangga sama laki – laki ini. Berbeda dengan mantan – mantan pacar saya yang memang keadaannya lebih berada. Pras adalah laki – laki yang dari dulu udah kerja demi apapun (ambisiuss bowk). Mungkin karena background bapak saya yang juga asalnya wong ndesoo dan bisa kasih rejeki kuto buat anak – anak dan istrinyanya, membuat saya melihat bapak bolang ini seperti sosok dari bapak saya, jadi ketika dilamar tanpa babibubebo langsung I DO aje. Dengan begitu bisa dibilang uang untuk kita hidup benar – benar dimulai dari Enol.. dan gw gak pernah cari tahu sama sekali, berapa biaya hidup untuk sepasang pengantin baru.. bahkan biaya melahirkan atau punya anak? #nekad

Bulan demi bulan saya masih menikmati masa – masa baru nikah.. Traveling tiap bulan kaya orang gilak tanpa memikirkan investasi masa depan, sampai akhirnya hasutan teman pun menyadarkan kami untuk mulai berinvestasi dengan main saham dan akhirnya pun uang jalan – jalan berkurang (hahahaha). Masih santai gak mikirin kenapa gw belum hamil – hamil, karena konsepnya temen – temen se-circle pun belom terlalu banyak yang kewong dan juga punya anak pada waktu itu. Akhirnya menginjak tahun pertama kami menikah, cita – cita traveling ke Nepal akhirnya terwujud. Terwujud pun kita punya rumah ketika hunting – hunting dapet promo serta merta design yang cucok akhirnya rumah dibilangan Tangerang Selatan berhasil di DP kan dan di akad-kan pada tahun 2013. Duit dari mana? Gak tau.. yang jelas rejeki dari Tuhan.. dan ternyata melalui rumah kami percaya bahwa kalau memang jalannya pasti dipermudah..

Menginjak 2014, Gw sudah mulai concern dengan keadaan “Kenapa belom hamil-hamil” yah? akhirnya Gw dan Pak Bolang serius untuk melakukan promil di Sam Marrie. Cek sana sini, dikasih obat ina – itu ternyata keberuntungan untuk masalah hamil belum menghampiri gw. Sempat ada perasaan gw kecewa sama diri gw sendiri yang merasa Failed jadi perempuan.. dan laki – laki berpetualang ini selalu berkata “Gak papa , kan baru satu tahun … banyak yang bertahun – tahun.. coba lagi yah” . Akhirnya gw memutuskan untuk STOP program dokter karena gw merasa beban dan membuat gw stress memikirkan hal yang diluar kuasa manusia. Jangan syedih, gw tetap bersemangat untuk coba ke alternatif dari mulai Shingse, pijet refleksi sampai beli pelumas khusus hamil…HAHAHA (tapi enyaak bowk *cencored*) tapi apa … ya belum aja..hehehehe!

Tahun 2014 ke 2015 menerut gw adalah tahun yang berat khususnya tahun gw menanti kehamilan ini plus menjalani rumah2an sendiri (lepas dari masakan mama atau ibu) . Segala macam buku gw beli untuk gw baca demi kepentingan psikologis gw. Segala macam holistic program gw pelajari untuk gw bisa hidup normal (pretend i have no problem in my life..padahal sik….>>>) . Jujur, gw yang manusia biasa ini suka gak kuat (begitupun beberapa inferitilty survivor yang suka curhatan sama gw) kalau harus melihat wahhh doi udah hamill, and again that question ” gw kapan yah?” lalu mewekkk… walau udah belajar banyak lewat buku…atau melihat isi path atau IG yang penuh dengan bayikk..lagi – lagi yang bisa gw lakukan ya,,,,,nelen ludah , ngayal dan buat lagi..ahahaha!

Mewekkk…. iya suami gw yang selalu melihat betapa jeleknya gw kalau lagi nangis. Tapi dia, dia yang bisa selalu membangkitkan gw dengan ke yaudah – an nya untuk letting go . Gimana sik? kok laki – laki bisa gitu amat. Ntahlah, tapi menurut gw dia diciptakan memang untuk memperkuat kaum – kaum mewekan kaya kita gini. Akhirnya ditetapkan lah di tahun 2015 ini kami … ya jalanin aja hidup yang dikasih Tuhan sekarang. How can i let the ttc thing? I am not letting go, I am just trying to accept the reality (what i see surround me). Sampai akhirnya sekarang kami merasa bersyukur dengan keadaan yang kami pikir cobaan sulit untuk kami berdua yang selalu membuat kami berdua semangat untuk cari solusi – solusinya. Oh wait,  Kenapa sulit? sulit lah, ngeliat istri lo mewek minta anak.. kalo minta LV atau Gucci masih bisa diberi pake doku, ini minta anak? Tuhann juga masih banyak list down yang harus dia kasih.. (hahahaha… tanpa emosi mengetiknya). Tapi tetap konsepnya harus banyak bersyukur dengan keadaan kami yang bisa dibilang sehat walafiat  lahir dan batin bisa menghadapi tempaan Tuhan yang sangat indah ini, yang mengindahkan hubungan saya dan suami. Waktu pacaran jadi lebih lama, punya anjing kecil yang pinter nya dahsyat (semua orang mau di sosor) serta merta kami masih sehat jasmani dan rohani (sekali lagi).

Mungkin Saya pernah berpikir Saya gagal menjadi seorang istri yang sampai sekarang belum bisa  memberikan suami saya seorang keturunan. Tapi saya yakin bahwa kamu Prabowo Prasetyo , yang banyak membawa saya belajar untuk mengerti tentang makna kehidupan, untuk akhirnya tahu repotnya jadi Istri Rumah Tangga untuk akhirnya tau susahnya cari uang dan bisa selalu menguatkan saya untuk “Pasti Kita Bisa” dalam hal apapun.  Terlepas dari didikan orang tuaku, aku selalu bangga punya kamu yang juga punya orang tua hebat yang bisa memberikan kasih sayangnya serta support sehingga kamu bisa menjadi seorang kepala rumah tangga untuk akoooh. Kita yang baru berdua (bertiga deng sama doci), diberikan keindahan disetiap detiknya dan selalu diberikan semangat pantang menyerah dalam mengejar cita – cita dan mimpi. Aku tahu di dalam hati kecilmu ada sebuah impian yang tidak akan kamu pernah katakan ke aku (either gengsi atau emang cowo aje #dasar)..Aku tahu bahwa kamu tidak pernah ngeluh (hmm kecuali kalo lagi pitching) dengan keadaanmu ,dan kamu akan selalu berjuang untuk menaikan drajat keluarga. I always proud of you , no matter what (asal jangan jadi bede narkoba ya cui) I love you prasetyo.. Happy 3, and we still have long journey ahead.. always love to explore everything wif you :* :*

Dan seperti itulah tiga tahun pernikahan dan delapan tahun perjalanan kami. Kami yang punya cerita belia masa – masa kuliah, dan sekarang sedang menghadapi masalah kedewasaan dalam kehidupan rumah tangga. Menikah dan pacaran , dua hal yang menurut saya bisa dibilang (masih) sama. Bedanya tingkat ujian pada pernikahan pastinya lebih challenging. Yak, seperti kami (kamu) yang di uji untuk selalu setia dan cinta no matter what happen on your spouse. Perjalanan yang tentunya masih amat sangat panjang.. seperti nama blog ini EXPLORE A NEW LIFE, karena setiap peristiwa ada sebuah pelajaran kehidupan baru 🙂

 

Kumis mu gak tahan.. pengen gw cukur!!

Kumis mu gak tahan.. pengen gw cukur!!

Pesan dari om dan tante beckham nih..

10368209_10152681132718851_5035682761437034591_n

 

A little bit pic from our short journey in Singapoh..Kerjaan ngapain??? Ya kulinerrr lah.. hahahahaha!

11822401_10153115122552169_7914408779623297920_n 11249841_10153112129757169_1796179749505733516_n 11800477_10153112134942169_6408514518460740184_n 11012461_10153115121962169_4098987538733930321_n 11012461_10153115121962169_4098987538733930321_n 11696026_10153115123262169_6652805283537575555_n 11024714_10153115124747169_7718360950231035139_n 11695796_10153115122837169_601647674357302296_n (1)

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Letters for Eight Years ..

  1. Hi ka…Salam kenal dari aku yah..

    Tetap semangat yah ka, awalnya aku cari Rs. Sam Marie eh ada blog kk dan akhrnya aku bacaaa mulai dari tadi pagi sampai sekarang *mumpung ga ada bos jdinya nyanteee dkit* hahahhah

    Aku juga lagi berjuang ka, dlu udh ngelakuin serangkaian tes mulai dri tes hormon dan tes darah *tpi belum sampe HSG & teman2nya* kebetulan aku juga LDR sm suami yg dmn dia plg 2 bln n stay di jkt 2 minggu *kdg2 pas masa sbur n kdg2 yah ga* *meweeekkk*

    aku ma suami baru 1 tahun lebih dkit sih ka, cm yah lht tmn2 yg baru bbrp bln lalu nikah tb2 udh mancung rasanya sedih bgt *nangisss lagiiiii* kebetulan bln 7 kmrn niatnya kami mau liburan ke kampung suami n sekalian berobat (*read : NGURUT) yah djalanin aja namanya jg dsruh ma mertua sambil berharap bisaaaaa terwujud..

    Tapi apalah daya sampe skrg belum jugaaa dkasih n suka nangis tiba2 *matapun bengkak* n akhrny suami pun sll nyemangatin n sll blg “mungkin bkn skrg tp besok n besok krn sll ada harapan untuk qta smua n dia jg blg bkn cm kita yg nunggu tp banyak bahkan lebih lama *terharu, ambl tisuuuuu*

    Beberapa org prn blg mgkn ak perlu liburan berdua sm suami *secara selama ini liburannya bareng2 ma adek ipar ato ga sma sodara* krn mmg mgkn krn faktor STRESS n yg prn kk share dcerita seblumnya ttg hormon dmn STRESS lah yg terkadang bkin faktor sulit hamil..

    So, yuks kita semangat kakak hingga pada saatnya tiba n nanti kita pasti bakal bahagia..yg terpenting sll ada suami dsamping kita dan selalu nyemangatin kita n yg pasti nerima kita apa adanya baik suka maupun suka..krn tujuan menikah bkn hny utk punya keturunan tp bagaimana kita bisa saling membahagiakan satu sama lain sampai akrh hidup *CIYEEEEEEEEEE*

    Sekali lg semangatttt kakakkkkkk >< slam sayang dari akuuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s