Applying Visa Jepun 2016

Setelah akhirnya penuh penantian , akhirnya detik – detik menjelang #theprasstyoJPN datang juga.. Walau gak berangkat dalam bulan ini sih guys (masih bulan depan) tapi semua insya allah sudah ready. Dari mulai tiket pesawat (pastinya itu udah ready dengan harga promo), itinerary juga udah gak ada perubahan (udah revisi hampir 4 kali gonta – ganti kota mulu nih si pak bolang) dan yeang terakhir adalah VISA.. yeayy, We’ve got our VISA already!

Berpengalaman jadi calo pembuatan visa (ibunda ratu mamake) ke Amerika. Buat visa ke Jepang sih berasa ngupil pake kelingking bowk. Diantara keribetan buat visa Amerika, terus buat visa Jepang .. hmm gini aja ? (situ sotooy banget ya bu bol..? wkwkwwk). Mungkin banyak ya yang me-review tentang informasi Visa Jepang, tapi Saya juga mau mainstream dong gak ketinggalan cerita tentang perjalanan membuat visa #theprasstyo.

Setiap pembuatan visa memang selalu ada tetek-bengek yang harus disiapkan.Oh iya berhubung kepergian ogut kali ini berwisata , jadi gw akan share travel documentary “type berwisata” yang harus dipersiapkan untuk mendapatkan visa ke Jepang ter-update akhir December 2015 .. hehehe! Diantaranya adalah :

  1. Paspor. –> Pastinya dong, tak ada passport maka tak sayang (duh apeeuuu) 
  2. Formulir permohonan visa. [download (PDF)] dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram) –> gak usah kece2 pake lipstik cetar, hasilnya juga akan hitam putih..wkwkwkw! Ini pengalaman gw sendiri, udah pake lipstik kece hasilnya tetep (ya kalian liat sendiri ya nanti, wk!) 
  3. Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili) –> jangan berikan alamat palsu apalagi harapan palsu.
  4. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa)
  5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang)
  6. Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)
  7. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu)
  8. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan:Bila pihak Pemohon yang bertanggung jawab atas biaya
    * Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya).

Perhatian:

* Dokumen harus disusun sesuai urutan No. 2 – 8 sebelum diserahkan di loket.
* Bagi yang termasuk dalam kategori berikut, maka Pemohon maupun anggota keluarga (suami/istri dan anak) tidak perlu melampirkan bukti keuangan (tercantum pada nomor 8). (Bila diperlukan, dokumen tambahan akan diminta untuk melengkapi atau membuktikan hal tersebut).

  • Pemohon adalah karyawan perusahaan yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia.
  • Pemohon adalah karyawan BUMN.
  • Pemohon adalah karyawan dari perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jepang.
  • Pemohon adalah karyawan dari perusahaan joint venture Indonesia – Jepang, atau anak perusahaan Jepang, atau cabang dari perusahaan Jepang.
  • Pemohon adalah karyawan dari instansi pemerintah.
  • Pemohon adalah budayawan/ seniman yang sudah go-international; atlit yang sudah diakui ; dekan, profesor, asisten profesor dari universitas; pimpinan museum, atau lembaga penelitian pemerintah maupun swasta.
* Bila aplikan ingin mengajukan permohonan visa untuk kunjungan berkali-kali (Multiple Visa), maka harus melampirkan surat penjelasan alasan keperluan kunjungan berkali-kali ke Jepang atau surat penjelasan dari pihak Pengundang.
* Untuk visa kunjungan berkali-kali, harap melihat persyaratan visa untuk kunjungan berkali-kali

Sumber informasi diatas : melalui website resmi kedutaan besar Jepang 

Setelah dirasa semua dokumen lengkap , akhirnya gw dan pak bolang pun menyiapkan satu hari dedikasi khusus untuk megurus visa ini. Berangkat dari BSD jam 7 , ya tau sendiri lah rasanya Jakarta setiap pagi kaya apa.. jadi sampai di daerah Thamrin jam 10 pagi (ajah) , belum pakai adegan laper.. Tapi karena bubol orangnya sigap , sedia roti sobek sebelum cranky. Alhasil , sampai di kedubes Jepan jam 10 kami dapat antrian urutan ke 101 dan pas kami datang antrian masih di nomor  50 (sekian) … Yasalam #nguyahroti. But, surprisingly ternyata selama menguyah roti  (ya lumayan lah dapet 3-4 emplok) , ehh nomor kita sudah di panggil. Kurang lebih 20 menit lah , kami menunggu antrian sampai nomor kami dipanggil .. dan akhirnya setelah menyerahkan dokumen – dokumen di loket kami mendapatkan .. TADAA!! Tiket untuk menebus dosa,, hahaha! gak deng.. tiket untuk menebus atau mengambil passport yang sudah bervisa.

12301472_10153353290037169_4960930712799074033_n


Kebetulan waktu itu kami mengurus visa di hari Rabu , jadi passport bervisa tersebut baru bisa di ambil hari Senin dari mulai pukul 13.30 . Berhubung Bu bolang trauma ke Sudirman (mentang2 working from home sotoy deh nih orang serpong) jadi hari Senin tersebut passport bervisakan Jepang kami diambil oleh Pak Bolang . Di sela – sela ke rempongannya, akhirnya pak bolang sampai di kedubes pukul 13.40 dan mendapat antrian no . 50. Tidak berlama – lama disana, akhirnya visa jepang kami pun jadi..

Visa jepun

Nahh, bisa dilihat kan guyss… gak usah pake lipstick kece , karena hasilnya juga akan Black & White..hahahaha..

We are so ready for Winter Trip #theprasstyoJPN

Have a good day 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s