God’s and The Perfect Timing

Satu bulan setelah kepergiaan sesaat ke Semarang dan ke Salatiga , setelah beberapa pekerjaan gak terlalu padat akhirnya gw dan cumamih memutuskan untuk melanjutkan (lagi) program kehamilan. Sebetulnya program ini sudah gw lakukan dari December 2015 , yap .. sebelum kepergian ke Jepang.

Berbeda dengan sistem Sam Marie , kali ini gw dapet dokter yang lebih kece dan sangat super informative. Kebetulan si dokter kece ini adalah teman kaka gw di FKUI pada jamannya. Semua penuh trik! Ya, untuk masuk bisa berkomunikasi dengan seorang #infertilitysurvivor memang perlu trik.. Termaksud kaka gw sendiri. Yang kayanya takut banget menyuruh gw untuk coba lagi datang ke dokter..hahaha! Sampai akhirnya , setelah 2 tahun off promil di Sam Marie, gw dan cumamih memutuskan untuk “mencoba” lagi  TTC ke RS.Bunda International Clinic bersama dr.Aryando Pradana, SPOG.

December 2015 kami berdua (saya dan cumamih) ditemani dengan kaka ogut tercinta datang RS BIC untuk berkonsultasi. Gak ribet, dokter nando cuma baca hasil lab jaman baheula di Sam Marie dan juga melakukan USG trans V untuk liat keadaan telur. Ternyata selama ini gw mengidap PCO (Polystic Ovary Syndrome) tapi yang ada di gw tidak terlalu berat , mean while masalah gw hanya telur yang matangnya gak jelas serta tanggalan subur yang gak pasti..hahaha! Jadi , kalau orang normal punya tanggalan pasti kapan ada masa subur.. kalo gw ya suka2 si telor ini aja. Plus , antibodi asam yang terlalu kuat sehingga mematikan sperma pak bolang (ciannn ditendangg sama karate girl)..hahahaha! Maka dari itu penyebab mengapa sampai saat ini gw masih menjadi #infertilitysurivivor

December berlalu, January kita coba untuk alami dengan diberikan obat2an dari dokter. Dokter sudah menyarankan untuk melakukan inseminasi tapi karena January 2016 adalah jadwal bu dan pak bolang ke Jepang jadi di postpone dulu dan cuma pake obat2an alamiahhh sambil menghitung tanggal subur melalui cek telur tiap 2 hari sekali melalui usg trans V. February 2016 rencana melakukan insem, eh pak bolang harus hospitalized karena DBD dan berujunglah tindakan inseminasi buatan baru dilakukan pada April 2016.

Kenapa saya disarankan inseminasi? Selain duit untuk melakukan bayi tabung (IVF)  belom ada dan mentalpun kayanya belom sekuat power puff girl deh kayanya. Ini aja mau inseminasi banyak banget denial-nya, butuh sekitar 4 bulan untuk siap dengan kondisi apapun.

Kondisi saya saat sebelum inseminasi. Telur sangat bagus , biasanya besarnya hanya 9 mm (itu pun paling besar)  saat dilakukan terapi hormon dengan obat dan suntik besar bisa bisa sampai 24 mm. Dokter pun optimis banget kalau saya bisa dapat anak kembar 🙂 Keadaan pak bolang juga bisa dibilang super bugar (karena memang basically dia gak ada masalah berat sama sekali, secara hidupnya cuma olahraga) . Hasil sperma yang dihasilkan (hahaha udah kaya panen) jumlahnya juga wow, 15 juta sperma dan 4 juta sperma yang dipilih terbaik oleh para tim BIC , morula .

Saat2 itu saya pasrah.. saya memang tidak banyak bicara dan gembar gembor update status di socmed (ya paling cuma path..) takut pamali. hahaha! Tapi banyak yang bertanya – tanya , kenapa saya ada di Bunda? kenapa saya gak bisa hang out dulu? sehingga saya mau gak mau harus cerita.. dan walau akhirnya jadi banyak yang support dan mendoakan.

Banyak orang yang heboh cerita insem sakit , ina , itu .. Tapi karena saya sudah pasrah (terserah dokter mau ngapain) jadi semuanya berjalan dengan smooth dan lancar. Tapi aftermath nya,, walahhh… badan gak karua2an cint. 3 hari saya demam, 5 hari saya buang – buang air , ada satu momen saya selalu mual setiap pagi dan perut kembung. Banyak pertanyaan di otak saya..tapi saya selalu keep positive … “Oh, mungkin lagi bereaksi dan bekerjasama nihhh antara sperma dan sel telurnya”. Sampai saya harus bedrest 2 minggu. Selain badan yang gak enak, para orang tua dan mertua juga parnoan.. Gak boleh ina – itu… tapi ya Saya nurut aja tooh saya percaya orang tua pengalamannya lebih banyak, jadi anak sholehahh lah intinya.

Menurut orang 2 weeks waiting adalah masa yang paling ditunggu2, tapi buat saya ntah kenapa saya gak mau melalui dan pengen lupa aja tanggalan tespek.. Aduhhh!!!!!!!! Saya gak tau , saya bisa kuat gak menerima kenyataan dan kekecewaan .. Doa saya pada saat itu cuma ” Ya Allah , apapun hasilnya kuatkanlah saya..” sampai akhirnya pun saya harus menghadapi hari itu..

14 May 2016, hari yang harus saya hadapi. Jam 5 pagi grup geng gong dari jaman miniset udah heboh di wassap.. Ngingetin tespek! dan memang jadwalnya kalau saya harus melihat hasil dari proses inseminasi dari tespek. Saya udah gak konsen, sholat pun lupa2an ayat.. hahaha! kacaooo.. Akhirnya saya membangunkan cumamih, dan ya gimana yahhh mau gak mau pipis dan nyelupin testpack.. Harapan saya , cuma dua .. hasilnya 2 garis , atau 1 garis samar 1 garis jelas. Tapi hari itu , yang saya dapatkan sama dengan hasil – hasil sebelumnya hanya satu garis..alias negative 😦

Hancur rasanya hati ini saat suami mencoba untuk memeluk saya dengan erat dan saya terisak – isak menangis (bohong kalo gw kuat gak nangis samsek.. sini Swestika bukan Siti Aisyah ya coii). Saat itu , lagi – lagi saya merasa gagal dan terlalu banyak memberikan harapan kepada cumamih. Manusia yang satu ini tapi memang luar biasa, disaat saya remuk hancur beliau lah yang bisa membangunkan saya. Sampai akhirnya kami berdua kaya orang ilang linglung , gak jelas mau pergi kemana sampai end up nya di ANCOLL.. duduk ngemper di eco park sambil bengong dengan mata ngembeng .

Selain hati remuk, pikiran linglung hal yang saya paling gak bisa hadapi adalah memberikan kabar kepada kedua orang tua dan mertua kami. Kecewa.. pasti! Tapi mereka mengerti bahwa ini bukan maunya saya atau cumamih, tapi kehendak Tuhan.  Tapi syukurlah saya punya banyak orang yang sangat bisa menguatkan saya sampai akhirnya saya gak berlarut – larut sedih, ngurung diri.. dan gak gilakkk terlalu lama..hahaha! #lebai

Sampai akhirnya hari Senin,16 May 2016 saya sudah bisa move on.. hidup normal kembali dan mulai menyusun satu per-satu yang runtuh . Semangat lagi untuk menjalankan kegiatan sehari – hari. Sebelumnya saya sempat diberikan link dan juga diajak workshop self healing oleh sahabat saya .Self healing ini di pelopori oleh Zia Nichols . Saya baca blog Zia yang sungguh membuat hidup saya tertampar. Ternyata core hidup itu adalah happiness and being healthy. Kalau kita sehat, pastinya akan happy selalu. Dari situ saya kaya berasa ke tampar.. kalau selama ini mungkin gw hanya selalu melihat rumput tetangga yang lebih hijau dengan kesempurnaannya seperti punya rumah, punya anak . Tapi kesempurnaan itu hanya diukur dari cara pandang saya sendiri , dan saya mulai merubah pola pikir saya tentang sempurna ala saya , Sempurna yaitu sehat, mempunyai pekerjaan yang menyenangkan, punya anjing lincah dan punya partner yang sejalan sama iman (iman disko, iman traveling, iman keagamaan) dan dari situ dengan mudahnya saya bisa move on dan kembali berkegiatan. Sudah mulai ikut kelas2 TRX lagi , minum2 juice sehat yang enak walau momen nongkrong2 di izakaya blok m juga masih lancar.. Balancing life lah intinya.

Along the way ” the move on moment” , saya dapat kejutan di hari Rabu bahwa satu minggu setelah the worst day ever ,cumamih  memberikan berita bahwa kita berangkat ke BALI. Saya gak banyak tanya, cumamih dapet darimana , duit darimana karena banyak pertanyaan bikin makin pusing (secara sini accountant keluarga ya bowk, tanggal tua ke Bali ..super wow!) . Jumat, 21 May 2016 kami berdua berangkat ke Bali dengan tanpa ada itinerary yang jelas.. Random aja! Yang terjadi disana, biarkan terjadi.

Dan acaranya ya cuma makan – mantai – makan – mantai …. Life so gowwdd…

Porsi lebai untuk 2 orang ajah... dan habis!

Porsi lebai untuk 2 orang ajah… dan habis!

 

Geger Beach di jam 10 pagi , masih gak terlalu ramai enak buat gosongin badan.

Geger Beach di jam 10 pagi , masih gak terlalu ramai enak buat gosongin badan.

 

The time when i need to move on and move forward

The time when i need to move on and move forward

 

Pomegranate spot, the best place for self healing sambil ngopi sekaligus nungguin sawah..

Pomegranate spot, the best place for self healing sambil ngopi sekaligus nungguin sawah..

 

THEPRASSTYO BINGIN

My anak – anak bolang cabang bali at Bingin Beach

Mungkin kemarin gw sempat mengira dengan kejadian ini adalah sebuah cobaan buat kami berdua. Tapi sepertinya kalau cobaan konotasinya tuh negative gitu yah, jadi saya rubah bahwa yang terjadi kemarin itu adalah sebuah tantangan buat gw dan pras. Banyak hal setelahnya yang membuat hubungan gw dan pras malah semakin mesra dan semakin tau bahwa cinta kami tulus. Kami berdua mampu berada dalam suka dan duka.Selama 9 tahun perjalanan bersama kami , banyak hal yang selalu meyakinkan saya bahwa Pras adalah laki – laki yang tepat untuk saya .  Jangan tanya resenya saya kalau lagi PMS , jangan tanya brengseknya saya waktu kuliah, jangan tanya gimana hancurnya saya menghadapi kekecewaan,  kalau gak karena laki – laki yang super sabar  ini saya gak akan bisa berdiri sekuat dan menjadi saya yang sekarang.

Mungkin hal ini yang gak pernah terpikirkan oleh saya pada saat memutuskan untuk menikah muda. Tapi saya selalu ingat pesan orang tua saya bahwa komitmen adalah hal yang diperlukan untuk berada dalam keadaan suka dan duka . Alhamdulillah saya menemukan laki – laki yang selalu ada buat saya dan keluarga.

Lagi – lagi Kita boleh berencana , tetapi Tuhan yang menentukan.. Rencana-Nya pasti lebih baik. Alhamdulillah, saya punya teman dan keluarga yang sangat support dengan keadaan saya sehingga saya tidak berlarut – larut untuk meratapi “Kenapa Harus Saya? ” ataupun memikirkan ” Mungkin ini saya salah karena…” , negative thought won’t work..

Thanks to all those supports us in a good and bad time. Kami sangat bahagia punya kalian , punya supporting system yang luar biasa. Hal ini bukan membuat kami murung , tetapi membuat kami sangat amat bersyukur dan bahagia, Terimakasih kepada dokter nando yang super informative dan optimis yang membuat saya setiap bulannya optimis juga , dan saya Yakin bahwa Tuhan akan menjawab pertanyaan saya ntah kapan dan darimana jalannya.

Tetep dong Endorse @shocks_id. Thank you dr. Nando for such a good time , hope will see you again 🙂

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “God’s and The Perfect Timing

  1. Tetap semangat, dear Tika 🙂
    Gw insem 5 kali baru hamil, dan tiap kali gagal insem dulu rasanya dunia mau runtuh. Trauma banget sama yang namanya test pack. Tapi karena aku berpikir bahwa baby is worth to wait and to fight, jadinya semangat lagi. in the end, semua berakhir indah, bahagia banget rasanya sekarang liat ada anak kecil memanggilku Bunda, semua yang udah dilakukan dulu rasanya terbayar sudah.

    Tetap semangat, gilirannya Tika akan segera datang. Aamiin 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s