Ketika Tuhan Menjawab Semua Doa Kami…Hello From Cimen #pcosurvivor

Masih sulit rasanya untuk bangkit dari trauma “telat” dan harus tespek setiap bulannya. Terutama buat saya pengidap PCO yang jadwal haidnya anti – mainstream dari wanita normal kebanyakan.Bisa bulan ini haid , bisa juga enggak.. semua harapan benar – benar diatur Tuhan. Dalam akhir – akhir doa saya yang saya harapkan hanya “Sembuhkan lah penyakit ini ya Allah dan berikanlah saya kekuatan agar saya bisa selalu berjuang dan sehat”…

Ya , ucapan doa tersebut saya lontarkan ketika saya sudah pasrah dan ikhlas dengan apa yang telah diatur oleh Allah. Trauma inseminasi , trauma program kehamilan selama empat tahun sudah membawa diri saya cukup kuat untuk menghadapi roller coaster kehidupan. Saya dan pak cumamih hanya ingin goals hidupnya sehat sehingga beberapa bulan terakhir saya memang gencar – gencarnya olahraga dan clean eating , bebas dari obat – obatan hormon serta merta program kehamilan.

Masih teringat dibenak saya bagaimana #infertility issue menjadi salah satu cobaan keluarga kecil saya ini. Dari yang kawin baru gw doang , sampai yang tiba – tiba loh kok yang baru kawin eh punya anak. Dari bertanya – tanya ke Tuhan terus setiap berdoa , sampai akhirnya yaudah bodo amat. Dari menyusun honeymoon pertama sampai kesejuta.Sampai akhirnya Tuhan punya sebuah alasan dan jawaban yang sangat indah untuk kami. Ya perjalanan roller coaster saya dan pras diuji dengan menunggu dengan sabar , kuat untuk memberikan kebahagiaan orang lain terlebih dahulu dibanding kami , kuat untuk akhirnya pasrah dan ikhlas. Sampai setelah gagal inseminasi , saya dan pras sudah memutuskan untuk living happily with or without kids. Saya menerima pras, dan sebaliknya dengan suami saya. Mencintai keadaan diri pasangan masing – masing , apa adanya. Sehingga, kehidupan setelah gagal inseminasi membuat seperti kehidupan “penganten baru” plus plus “pacaran” lagi..Saya seperti menemukan sparks cinta yang kemarin sempat hilang karena program2 dokter , stress urusan infertility …

4 October 2016, Setelah sudah telat beberapa minggu yang saya pikir… ahhhh pasti kebiasaan penyakit pco “TELAT” lagi.Saya sudah tidak mau menaruh banyak harapan tapi ntah mengapa pak cumamih bersikukuh menyuruh tespek. Berat rasanya hati ini melihat, apalagi melakukan hal tersebut..tapi apa boleh buat badan ini rasanya setiap hari lelah , gak enak badan kaya masuk angin sampai saya ngomong sendiri ke diri sendiri “ayolah keluarr” (memaksakan si “tamu” keluar secepatnya) karena memang badan saya sudah gak enak banget. Sampai akhirnya saya meng-IYA-kan suruhan cumamih untuk sehat dengan kembali lagi ke alasan “demi sehat” demi mengetahui badan saya kenapa, ada penyakit yang aneh2 atau saya mesti ke dokter lagi karena pco ini?! Akhir dengan kuat mental saya beranikan diri untuk tespek kehamilan.

Pagi itu niat saya hanya hamil gak hamil harus ke dokter, put your low expectation on your mind and ready to do it... Saya menaruh menaruhkan tespek (sambil gemetar) ke mangkok isi air pipis sambil harap – harap cemas. SUBHANALLAH.. baru sekali seumur hidup hasil tespek garisnya DUA . Saya yang sudah khatam baca panduan kertas tespek , sampai harus membaca lagi dan bertanya “IS IT TRUE?” sambil bengong dan masih gemetar … sambil nunggu pup di kamar mandi (yang juga udah gak konsen) langsung ngabarin grup cewe – cewe rempong memberikan photo hasil tespek sambil bertanya  di grup “INI APAAH MAKSUDNYA?” ya Allah sumpah saya masih shock gak percaya. Setelah sesi gemetar di kamar mandi , saya membangunkan cumamih… “Pak, bangun ini hasilnya dua garis” dan sama seperti saya diapun bingung “Maksudnya apa?” hahaha sayapun menyuruh cumamih membaca kertas panduan. Masih gak percaya dan segrup rempong heboh saya disuruh cek usg ke dokter pada hari itu juga…. untuk memastikan ini mimpi apa gak?!

Untunglah rumah gak jauh dari RS besar yang bisa dibilang OK. Sayapun bergegas mendaftarkan diri untuk konsul ke dokter kandungan. Tadinya memang mau mengabari dokter kandungan yang menangani insem dan masalah pco kemarin , tapi berhubung hanya cek yaudah ke yang deket aja dulukk… Masih dag – dig -dug , karena ya takut salah aja hasilnya.. tetap saya dan pak cumamih menaruh low expectation di diri kami masing – masing. Kami masuk ke ruangan dokter , gak lama saya cerita tentang pco dan ketelatan serta hasil tespek akhirnya USG pun dilakukan. “Agak sulit mencarinya” ungkap si dokter obgyn, karena saya pipis terus jadi gak ketampung dokterpun sulit mencarinya..hihihi.. Setelah dicari.. “Lihat ada kantong sebesar kacang / kuaci / permen di rahim saya..yang besarnya 1,59 cm dan ternyata sudah 7 week” kata si dokter.  SUBHANALLAH.. gak bisa nangis, tetep masih shock .. jadi cuma senyum – senyum aja…

img_20161017_102846

Sampai sekarang saya menulis blog ini , masih sulit rasanya percaya bahwa akhirnya Allah menjawab semua doa – doa kami. Mama – bapak , Ibu dan bapak mertua senang sekali mendapat kabar ini , bahkan saya belum mau di publish sebetulnya sampai cimen berumur 4 bulan tapi berita bahagia ini menyebar bagaikan berita lamber turah (siapalah gw , sok2 nyimpen rahasia) . Yang jelas, kami berdua sangat meminta doa agar selalu diberikan kesehatan dan kekuatan untuk kami cimen , eboo dan papak … dan selalu percaya bahwa kekuatan Tuhan nomor satu. Ketika dia berkehendak , maka jadilah.

Perjalanan kami selama empat tahun , setiap tangis doa saya dan pak cumamih , setiap pelukan yang diberikan oleh pak cumamih kalau saya merasa gagal, setiap saya jatuh dan bangkit untuk terus berjuang akhirnya di jawab oleh Allah tanpa saya tau kalau sekarang adalah saatnya.

Saya pasrah dan ikhlas , serta selalu menyedekahkan apa yang saya punya meskipun keadaannya pas – pasan . Kalau sedang pas – pasan saya pula selalu ingat dengan saudara – saudara saya yang saya sedekahkah bahwa 10ribu bagi mereka seperti satu juta buat kita. Saya bukan guru agama , bukan juga orang yang rajin solat lima waktu tapi saya selalu percaya bahwa ketika kita menanam kebaikan kepada orang lain , membantu mereka dengan ikhlas makan mereka akan mendoakan kita. Saya gak pernah pilih siapa yang harus saya temani  untuk hidup ini karena saya butuh bantuan mereka. Disaat begini, saya yakin doa mereka lah yang membuat si cimen hadir dalam keluarga The Prasstyo.

Terimakasih ya Allah, Terimakasih semua atas semua doa kalian selama perjuangan saya melawan infertility issue ini. Saya hampir putus harapan, Saya hampir merasa saya gak akan bisa punya anak seperti orang lain, Saya lelah.. tapi selalu ada kalian yang membuat saya dan pras bangkit. Mungkin dari beribu penelitian yang dilakukan dokter dengan beribu hasilnya mengenai penyebab infertility, Saya percaya ada tangan Tuhan yang berbicara untuk memberikan kebahagian kami. Kebetulan cimen hadir pada saat saya melakukan healthy life style dengan clean eating dan pco diet , dan memperbanyak olahraga.

*) Karena eboo insecure akhirnya tanggal 13 october 2016 kemarin Eboo datang sekaligus laporan ke dr. Aryando Pradana,Sp.Og. Dokter yang menangani masalah fertilitas eboo dan papak. Pas diberi tahu dokter pun kaget , masih tidak menyangka bahwa ternyata kegagalan kemarin membawa hasil dan semangat untuk kami semua baik dokternya pun pasiennya. Dia senang banget pada saat saya bilang setelah insem saya olahraga dan mengikuti kegiatan pco diet , walau trauma tapi tetap ada semangat untuk berjuang. Dan ini hasil cimen yang di cek oleh dokter nando …

Halo Om , Tante , Pakde , Bude.

img_20161015_152454

Ya.. Eboo dan papak memang sudah sreg sama dokter Nando. Selain beliau optimis banget, dia juga sangat detail. Walau masih se ukuran kacang tapi si cimen sudah mempunyai detak jantung. Dokter Nando juga memeriksa posisi letak cimen yang alhamdulillah posisinya di dalam rahim Eboo. Tapi berhubung Eboo juga cerewet , jadi dokter Nando sabar banget memberikan penjelasannya. 2 minggu lagi saya akan datang kembali untuk kontrol . Ya, dokter Nando nampaknya punya cara tersendiri untuk menangani kehamilan saya ini yang bisa dibilang agak berbeda dengan wanita – wanita lain sehingga beliau pun agak posesif untuk memantau perkembangan janin.

Doakan eboo dan cimen sehat selalu ya tante dan om. Supaya cimen bisa jalan – jalan , camping sama kakak doci , eboo dan papak .

Sehat selalu anakku, sampai berjumpa di beberapa bulan kedepan.

I love you cimen … kiss eboo, papak dan kakak doci :*:*:*

Dalam cerita perjalanan cimen ini saya tidak mau terlalu ber-euphoria dan bombardir melulu membahas cimen .Saya akan banyak bercerita tentang kisah kehamilan saya dalam kasus #pcosurvivor.

Semoga post ini bisa memberikan banyak inspirasi . Inspirasi dari kisah perjuangan ThePrasstyo yang bukan selalu bercerita kesenangan semata (sehingga saya kumpulkan cerita roller coaster TTC saya di link ini)  . Kami pernah merasakan jatuh bangun empat tahun perjuangan kami untuk mendapatkan keturunan, empat tahun mempertahankan sparkling chemistry dengan pasangan saya sehingga kami banyak belajar dari cobaan itu.

Untuk #infertilitysurvivor lainnya, saya gak mau jadi guru atau motivator handal disini. Kunci semua ini adalah pasrah dan ikhlas serta mencintai diri sendiri. Mungkin di tahun ke-4 pernikahan ini , saya baru bisa melepaskan dan melakukan hal tersebut . Ketika saya ikhlas, Allah pun menjawabnya.. Jangan pernah menyerah karena Allah itu maha pengabul. Tuhan maha pendengar .. dan semua bisa terjadi ketika DIA berkehendak..

Sabar adalah kuncinya 🙂

Kecup manisttt,

@mrsprasstyo

 

Advertisements

17 thoughts on “Ketika Tuhan Menjawab Semua Doa Kami…Hello From Cimen #pcosurvivor

  1. Halooo…ikut seneng baca post ini. Saya silent readermu mbak. Hihihi. Dari yg mulai baca2 soal rumah sampe soal pco ini. Selamat yak. Semoga sehat selalu sampai lahiran. Btw, Doci bakal punya temen main baru nih 😉

  2. tikaaa praaaasss OMG gue seneng banget lho ini baca nya sampe rada berkaca2 benerrrr dehhhh!! doa gue kenceng2 semoga selalu sehaaattt…. selamat yaaaahhh!!! huggssss 🙂

  3. Alhamdulliah….selamat ya bu bolang dan pak bolang…. semoga calon ebo dan cimen sehat selalu!
    asliiikkk… terharu banget bacanya :”) :”) :”)

    • terimakasih banyak doanya… ayo mbakk jangan iri tetap harus semangat.. saya pun melalui ini dengan gak mudah, harus melewati beberapa ujian dari Tuhan yang tnyata jawabannya seindah ini..

  4. Tika selamat yaaa!! So happy to read it. Hahaha memang membaca hasil tespek itu amatlah susah ketika garis nya dua. Gw jg yg udah khatam pun pas tespek nya positif malah ngira, ini rusak keknya batch nya deh. Lol. Istirahat yg cukup dan enjoy the pregnancy 💗

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s