Mindful Living..

Salah satu alasan saya meninggalkan Instagram adalah fokus pada tujuan hidup mindful ini. Mindful living , kehidupan yang lebih dari 70%nya dikendalikan oleh pikiran Anda. Kehidupan dimana kita hidup untuk saat ini, hidup lebih aware dengan diri sendiri ataupun sekitar. Hidup untuk menghargai moment saat ini. Sebetulnya saya juga belum ahli sekali dalam menerapkan mindful living ini, tapi setelah saya berhijrah (literally body and soul.. hijrah pula tempat tinggalnya) saya berusaha untuk mendalami ilmu ini terutama untuk kebutuhan parenting saya.

Banyak yang menghubungkan mindful living ini dengan meditasi. Tapi buat saya seorang muslim, meditasi yang paling mudah namun terkadang sulit dilakukan adalah sholat. Sholat adalah momen meditasi saya, dimana disinipun saya belajar untuk khusyuk fokus berkomunikasi dengan Allah setiap 5 waktu tersebut.Sudah bisa? tentu masih jauh dari sempurna..tapi momen saya fokus berkomunikasi itulah momen mindful spiritual saya kepada Tuhan. 

Beberapa metode juga menyarankan untuk perbanyak kegiatan diluar seperti berjalan kaki dengan pemandangan hijau. Setiap pagi saya usahakan untuk membawa jalan pagi Sagara .. selain untuk mendapatkan vitamin D juga untuk momen refreshing kami berdua nerkegiatan diluar rumah.Biasanya saya selipkan permainan mencari batu,mengumpulkan bunga agar kegiatan jemur menjemur tidak terasa boring.

Mindful juga bisa diartikan “be present”..hadir! ketika kamu yakin  untuk menjalankan hidup ini artinya kamu harus benar2 hadir secara jiwa dan raga. Berapa banyak dari kita yang kalau ketemuan semua malah sibuk update insta story?  Dari sinilah saya memutuskan untuk melepaskan keterikatan saya dengan hal yang membuat saya “kosong” , ya… saya alasan kuat saya quit dari instagram adalah untuk bisa hadir nyata untuk Anak dan suami.  Mindful people adalah orang yang paham kapan dia perlu checking their phone kapan dia harus put the phones away.

salah satu contoh cerita saya bagaimana pikiran ini bisa dikontrol dari framing yang hanya saya lihat dari instagram. Suatu hari anxiety saya timbul..suami lembur tentu kelelahan sebagai ibu jadi dua kali lipatnya. Saat itu pikiran saya untuk kontrol sagara sedang penuh, saya merasa dia berulah sehingga sulit diatur..sayapun bosan sehingga menjaga nya sambil main instagram. Lalu terlontar lah kata2 ini ke anak saya sendiri yang tidak seharusnya saya ucapkan “Dasar anak gak bisa diatur”. Kenapa saya bisa melontarkan kata tesebut? selain saya capek kedua saya dikontrol oleh pikiran bawah sadar saya ketika melihat IG story atau feed orang lain yang anaknya (saat itu) bisa diatur.Padahal saya sadar, anak ini cuma sesekali aja berulah gak setiap hari dia melakukan hal yang diluar kemauan saya.. tapi? yes, signal dari luar mengantarkan komparasi berujung pikiran yang negative. Tentu, ini tidak terjadi dengan Sagara saja. Suamipun juga ikut kena imbasnya yang terparah adalah kata2 yang sering saya ucapkan “Kamu tuh gak pernah…..” padahal ya pernah .. cuma karena ekspektasi setiap hari dia bagaikan suami2 romencong selebriti tanah air. Jadi, saya merasa sudah salah dengan diri saya sehingga perlu amat sangat dibenahi. Kalau kata mbak okinaf dibuku The secret of Enlightening Parenting “Berubah itu Mengubah” dan yang perlu saya rubah saat ini adalah pikiran saya agar tetap terus terjaga ..menjaga kesehatan mental dan jasmani untuk diri saya dan keluarga. 

Menjadi Unitask bukan Multitask – sebagai perempuan pastinya sering menjadi seorang multitask dan itu sudah menjadi hal yang lumrah tapi hasilnya malah membuat diri ini jadi stres. Dengan multitask juga membuat pikiran ini tidak fokus.. iya ini saya banget! Saya yang merasa semua bisa saya kerjain demi terlihat menjadi sempurna malah jadinya ambruk. Anxiety dan gerd timbul silih berganti. Alhasil dengan mindful living saya belajar untuk nelajar Unitask. Belajar fokus pada tujuan. Satu persatu dikerjakan, setelah selesai you can take a break and moving to another task .

Mindful is about exploring the creativity. You create something. Salah satu alasan sayabmenjalani mindful living adalah saya bisa memdapatkan titik fokus pada saat saya meracik produk skincare dan household product @theislandmama_id. Disinilah saya dapat merasa lebih release emosi, lebih bisa deep fokus dan tidak terdistraksi.

Bernafas adalah salah satu halnkecil yang bisa menjadi hal besar dalam mindful living. Disini kita jadi lebih bersyukur bahwa dengan nafas lah seluruh energi ini hadir . Makanya ada yang namanya Mindful breathing. Percaya ga? suatu hari GERD saya kambuh saat kami sekeluarga meninginao di tengah desa. Ya ceritanya kami lagi ambil tempat penginapan guest house yang memang konsepnya “being local”. Saat itu saya kecape-an plus anxiety kambuh karena ingat memori kelana house. Lupa pulak bawa obat2an (karena memang semenjak saya kenal oil saya jarang bawa obat2an). Jam 12 malem, perut keroncongan muntah dan buang air besar..sesak nafas. Mau k RS juga gak mungkin, RS terdekat jaraknya 3km itupun RS Jiwa . Klinik gak ada. Yasudah saatnya saya pasrah dan praktekan mindful breathing..Saya berbaring..berdoa dan muaki mengatur nafas. Perlahan saya mulai memikirkan dan meminta Allah untuk mengirim energi agar saya paling tidak bisa tidur enak sampai pagi, sampai besok check out. 5 menit saya fokus dan mengatur nafas gak lama saya pun terlelap dan baru bangun jam 6 pagi esok harinya. Disitulah saya percaya betapa Mindful breathing bisa menyembuhkan tubuh atau sering disebut self healing.

Sebetulnya hidup mindful itu sendiri susah – susah gampang. Yang jelas, kita harus berani memilah apa yang baik untuk pikiran kita.  Apa yang kita lihat, apa yang kita konsumsi dan siapa yang bisa berinteraksi dengan baik untuk hidup kita. Saya memilih puasa dari instagram, memilih siapa yang bisa baik berinteraksi dengan saya untuk membersihkan pikiran – pikiran negative . Saya memilih untuk banyak konsumsi cleaneat agar tubuh ini tetap terjaga (walau ya cheat day tetep ada hehehe). Saya bernafas untuk mengaliri seluruh energi positif kenseluruh tubuh saya. Saya punya hak untuk memiliki kontrol positive atas diri saya. Good mind, good health 🙂