Camping Ceria Edisi Bersama Bocah

Selamat tahun baru 2020.. time flies ya, bener gak kerasa tiba2 udah 2020. Bahkan merasa sungguh tua ketika sadar bahwa mulai menulis blog mulai dari tahun 2010 yang berarti udah hampir 1 dekade berkecimpung di dunia ini (OMG). Apa resolusi tahun 2020? kalau saya gak muluk2 pengen lebih sehat, lebih bisa menikmati waktu…  Kali ini saya mau cerita tentang perjalanan saya membawa camping si bocah untuk pertama kalinya di taman nasional. Sekepulangan kami ke Jakarta memang serba dadakan dan serba pusing.. saya bersyukur banget punya suami yang tau kalo istrinya udah cranky pasti butuh piknik, dan untung istrinya juga muree dibawa keluar rumah juga udah bahagia. Akhirnya setelah lebaran kemarin (Juni 2019) bapak bersama gengnya mengajak camping bersama bocah ke Cibodas. Kebetulan gengnya pun isinya anak pinak 😀 jadi masih satu frekuensi lah untuk urusan kerempongan pergi. Diputuskan ada empat keluarga yang bergabung di edisi camping ceria kali ini. Kami putuskan untuk camping H+2 lebaran. Berhubung isinya bapak – bapak kantoran sehingga ya momennya cuma bisa pas libur lebaran yang notabennya dapat libur panjang. Tapi kita bener2 tidak mengira bahwa libur lebaran dan libur anak sekolah adalah pilihan tidak sangat tepat untuk melakukan perjalanan ke cipanas , cibodas. Ya.. perjalanan menempuh 11 jam untuk sampai ke taman Nasionanal cibodas dari Jakarta..luar biasa bukan? ntah berapa kali kami berhenti di beberapa tempat.. tapi saya akui bocah2 tak berdosa ini benar2 pantang lelah , pantang rewel, hepi2 aja di jalan.. walau pastinya bapak – ibu encok kuadrat.  Bagaimana dengan makan parah bocah? micin to the rescue lah. Kalau udah camping cuma bisa mikir survival thing apa yang bisa digunakan. Alhamdulillah sampai jam di lokasi jam 6 sore bisa masak Indomie buat ganjelan makan malam sembari nunggu bapak – bapak buka tenda. Gimana mood anak2 setelah 11 jam perjalanan? strong willed parent , strong willed kid … semua tetap ON , glundang – glundung di lapangan luas,tetap bersikeras mencapai tujuan. Yang saya senangi daei kegiatan camping adalah benar2 quality time dan semua hadir di sana. Hp off karena ya perjalanan kami yang cukup lama dan minimnya listrik. Kebetulan saya memang sengaja gak bawa power bank karena saya gak mau diribetin sama urusan handphone. Jadi full benar2 kegiatan laid back kami terjadi (read : gak semua ribet sama handphonenya).. Masak BbQ an sambil ketawa ketiwi, nyuci piring sambil ngobrol.. benar2 momen membangun kedekatan hadir saat itu. Sedikit tips buat para mom and ded yang mau camping ala – ala keluarga bolang (yang gak bolang2 amat). Apa saja yang harus disiapkan :  1. Seperti kegiatan traveling2 yang lain..sebelum bepergian saya selalu briefing sagara serta menggambarkan sedikit tentang situasi dan kondisi perjalanan kami. Ini teori parenting yang sangat bisa diterapkan kepada Sagara. Dia bisa enjoy dengan oerjalanannya karena saya selalu bercerita sehari atau dua hari sebelum traveling. Contoh : ” Saga besok kita akan camping ya, nginep di tenda dengan pemandangan gunung danpastinya perjalanan yang tidak mudah.. Sagara pasti senang karena banyak teman2 juga nanti ikutan” …kurang lebih seperti itu ya brief nya.. 2. No rules, always fleksibel… Mau makan micin, makan coklat.. selama masih dalam taraf tidak membahayakan sayadan suami bebas2 aja ke Sagara. Biar ga mumet..dan ga rempong..Makanya saga paling suka traveling karena menurut dia , adalah momen bebaskeun ibu dan bap. 3. Carilah partner berpergian yang satu frekuensi. Kebetulan tim camping kali ini adalah tim santai, selow and no judgy parent.. ya kalo gak selow mungkin udah pada puter balik yaaa gak akan kuat menghadapi chaosnya Jalan puncak sampai ke cibodas..hahaha!  4. Persiapan pangan .. Nah ini point paling penting (buat eboo). Saya selalu request ke babap kalau mau ajak biniknya camping makanan itu harus enak. Walaupun mie instan tetap tersedia tapi ogut selalu request fancy food yang sepertinya jarang nih para campers2 diluar sana (apalagi yang ke hutan) membawa makanan ini..hahaha! Iya, babap selalu bersedia dan mengiyakanya. Tahun 2013an pada saat kita (eboo di bawa camping pertama kalinya) babap bikinin home made hamburger . Tahun ini babap bawain marinated sliced beef tenderloin BBQ hahaha. Demi kewarasan istrinya.. Lagipula masaknya juga gampang tinggal di panggang di penggorengan Korean BBQ (ala – ala). Buat bocil – bocil kami bawakan kentang , nugget beserta sosis. Don’t judge! Ini adalah amunisi termudah dan tercepat dikala udara dingin bikin demanding minta makan terus. Nasi? Untungnya disekitar camping ground banyak warung jualan nasi. Jadi ga usah ribet lah ya bawa2 beras.. beli aja seperlu dan secukupnya.  4. Peralatan camping .  Bersyukurlah kita hidup dijaman semua serba rental , semua serba online 😀 . Gak usah repot2, tinggal cari di internet banyak sekali yang menyewakan peralatan camping. Sebetulnya ini urusan babap, tapi ya tetep diseleksi olehku agar minim2 drama (tenda bau , sleeping bag compang camping dan semacamnya.. haahaha). Jadi aku pilih dari review yang terbaik. Nah apa aja peralatan yang kita sewa sih ? Berikut listnya : 

  • Tenda dome untuk 4 orang merk Eiger (dan setaranya) 
  • Matrass 
  • Sleeping Bag 
  • Head Lamp (buat kegiatan masak2 malam hari atau pergi ke wc)
  • Nesting (panci set buat rebus atau masak2an) 
  • Flysheet
  • Lampu dalam tenda 

Nah yang kita bawa sendiri adalah …. (peralatan lenong) 

  • Matras yoga (buat melapisi lagi matras camping) tapi kalo ada tiker pun lebih enak , karena lebih hangat
  • Bed cover … hahaha! Biar lebih empuk dan lebih hangat 
  • Bantal dan guling mini.. ini sesuai kebutuhan ya. Kebetulan keluarga eike gak bisa bobo tanpa bantal dan guling. 
  • Baju hangat. Camping dibawah kaki gunung, apalagi musim kemarau itu bisa mendadak tiba2 16 – 18 drajat. Buat bocil tropis, baju hangat , kaos kaki dan lapisan – lapisan baju bak lapis legit itu wajib hukumnya. 
  • Powerbank (optional) .. kebetulan kalau kami gak perlu2 banget. Karena memang momen buat laid back. 
  • Kompor portable gas 
  • Plastik sampah.. moon maap ni belum 100% zero waste. Tapi sebisa mungkin kami gak mau meninggalkan jejak apapun saat berkemah. 
  • Galon air mineral. Instead of bawa air mineral botolan yang pasti akan produksi banyak sampah , jadinya kita bawa galon aja.. dan setiap orangpun bawa tumblr buat minum masing – masing. 
  • Mainan anak. Mainan apa saja sih yang bisa dimainkan saat camping? Bola (pastinya), piring terbang (ini kalau lahannya luas boleh ya dimainkan), mainan untuk mengasah daya khayal seperti binoculars , peta harta karun , tas ransel. 

Untuk pemula, satu malam itu sangat cukup. Camping Ground di bukit golf cibodas inipun juga menurut kami sangat cukup memadai. Tidak terlalu sepi, mobil bisa parkir disebelah tenda, akses ke fasilitas umumnya juga dekat. Untuk toilet ? ya soso lah.. kalau mau gratis ya jorok , kalau mau bayar 2000 lumayan bersih. Saya sih milih gak mandi karena dingin hahaha! Jadi toilet cukup buat BAK atau BAB.  Oiya untuk rincian biaya kemping ini untuk satu malam per-keluarga kena biaya kurang lebih IDR 300rb – IDR 350rb belum termaksud biaya transport dan makan. Karena transport kita menggunakan kendaraan pribadi dan makan juga menggunakan sistem potluck (bawa makanan sendiri). Camping adalah momen dimana kami bisa lepas penat sejenak dengan biaya yang murah meriah. Anak – anakpun bahagia bisa bermain lepas di alam. Tidak lupa , disini mereka (kita juga sebagai orang tua) juga belajar untuk keluar dari zona nyaman (walau rata – rata bocilnya juga pada nyaman). Terutama untuk Sagara, dia bisa belajar mengenal situasi dan kondisi yang berbeda dari rutinitasnya, belajar bersosialisasi dengan orang – orang diluar keluarganya dan belajar bersyukur bahwa kehidupan sehari – harinya jauh lebih baik dan lebih nyaman.  Ini adalah camping ketiga setelah saya resmi menikah dengan pak bolang. Dari awalnya mager sampai ketagihan.. ahhh, gak sabar untuk bikin camping ceria lagi.. semoga musim kemarau selanjutnya masih diberi kesempatan Tuhan untuk bisa menikmati alam semestanya. Jangan lupa ya , setiap camping sempatkan berjemur dan grounding (nyeker dirumput) .. kapan lagi coba? kalau di kota , mana bisa?! hehehehe  

Salah satu resolusi 2020 saya adalah perbanyak traveling yang membuat jiwa dan raga sehat sentausa. Alam adalah tempat terbaik untuk membenahi diri.

 

2 thoughts on “Camping Ceria Edisi Bersama Bocah

Comments are closed.