Slow Living Dengan Berkebun

Dimasa – masa semua serba penuh kecemasan. Saya mau cerita dan share tentang bagaimana hidup slow living yang saya tangkap serta cermati saat hidup di bali 1 tahun kemarin dan saya lihat dari beberapa teman yang sudah melakukannya.

Di masa -masa pandemi ini, kita perlu sekali menanamkan rasa percaya akan sebuah harapan. Harapan itu ada karena sebuah proses dan hidup bagaikan sebuah roda berputar , di atas dan di bawah. Saat ini kita dalam proses bersama2 di posisi bawah menuju ke atas , kabar baiknya kita tidak menjalani proses ini sendiri tapi bersama -sama. Tetap tenang, mengikuti poros sambil tetap berharap dan itulah yang saya dapat dari kegiatan berkebun.

Alhamdulillah, kami sudah kembali ke rumah kecil kami. Sudah berkumpul dalam kehangatan. Pas banget pindah kerumah kok ya pas disuruh self – quarantine 😁 Alhasil, ya sudah mari dijalankan saja plan – plan 2020 ini salah satunya menjalani #mindfulliving dengan #urbanfarming. Sejak tinggal di Bali sebetulnya kami sudah menerapkan hidup #lesswaste , bikin kompos sendiri dan nanem2. Tapi saat itu masih belum sebegitu rajin, yang ditanem juga rata2 tanaman hias jadi ya tetep aja harus ke pasar untuk beli bahan pangan.

Nah, bulan September 2019 kami berkunjung ke Kabin Kebun , sebuah kabin (guest house) yang memiliki konsep #slowliving dengan apik. Singkat cerita , saya makin semangat untuk menerapkan urban farm saat rumah kami jadi. Karena dari sanalah kami banyak bertukar cerita dan ilmu. Makin semangat untuk bisa mandiri pangan.

Lalu apa saja yang sedang saya tanam? Pastinya bunga – bunga2an, karena saya tidak bisa hidup tanpa indahnya bunga … list berikutnya adalah Herbs! Karena produk2 saya (@theislandmama_id) banyak menggunakan herbs untuk skin healing. Walaupun separuhnya adalah produk young living, tapi ga masalah dong punya cita2 kaya Garry Young punya ladang rosemary atau lavender ? Sisanya adalah sayuran pokok yang selama ini kami konsumsi. Bayam, kangkung, pokchoy, cabai..

Sementara ini semua masih dalam proses pembibitan, saya meyakini dengan menikmati prosesnya.. semua akan tumbuh pada waktunya.

Selamat menikmati hari – hari dalam pandemi ini, nikmati apa yang bisa di kulik, masak ? Bercocok tanam? DIY? Mana yang sedang kamu lakukan?