Satu Bulan Mengelolah Sampah Dapur dan Membuat Pupuk Organik

Pandemi ini banyak sekali membawa berkah. Salah satunya adanya bala bantuan untuk eboo beberes kebun karena ada bapak yang work from home 😁.

Kami sudah niat, ketika punya kebun otomatis kita juga harus bisa bikin pupuknya sendiri. Bikin pupuk organik agar sayur mayur yang kita konsumsi ke tubuh bermanfaat dengan baik. Ternyata sesuatu yang organik itu ga mesti banyak enthebla entheble nya loh .. ternyata sangat mudah.

Berbekal pesan bapak mertua ,pesan om dan juga pesan google.. Informasi yang kami dapatkan cukup valid tinggal di praktekan aja ni. Pertama – tama yang harus disediakan adalah NIAT hahhaa setelah niat muncul gerakan pertama adalah memilah sampah. Di rumah kami sediakan 3 tempat sampah , sampah organik (sisaan produksi dapur kami sayur , bawang, scrap dan semacamnya) , satu tempat untuk sampah tulang belulang , nasi , daging , bekas tissue ataunkertas dan satu tempat sampah khusus sampah daur ulang. Nah kemanakah sampah – sampah itu berakhir?!

Sampah organik tentunya kami olah sendiri agar menjadi pupuk. Sampah bekas tissue , pampers , tulang belulanh untuk saat ini masih kami serahkan ke TPA. Sedangkan sampah daur ulang saya sedekahkan ke lembaga non profit yang bisa mengolah sampah2 tersebut dengan baik.. Alhamdulillah saya sudah menjadi member di Beberesindonesia dan Waste4change. Semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan , bisa menjadi life style untuk keluarga kecil saya 😊

Lalu, bagaimanakan cara mengompos? Cerita sedikit ya, saya hidup dengan 3 kepala. Setiap hari memasak . Ukuran rumah kami tidak luas tapi ada cukup lahan untuk berkebun . Ukuran ember yang kami pakai itu sekitar 2 L (lumayan pas untuk sebulan proses produksi kompos) dan kami pakai ember Re-Cycle (alias ember bekas). Lalu apalagi yang diperlukan?

1. Batu bata sebagai alas agar ember tidak bersentuhan langsung ke tanah. 2. Daun kering / Sekam / Guntingan Kertas / guntingan kardus 3. Tanah 4. Tutup ember kalau ga ada bisa pakai keramik sisa

Setelah alat perang tersedia, kita bisa lihat ya proses bagaimana proses terjadinya kompos atau pupuk organik:

Beginilah cara kerja kompos .. semua aspek harus ada..

Satu bulan ini adalah masa uji coba kompos kami. Kebetulan 2 minggu pertama sempat tiba2 sampah kami berbau gas. Kulik -kulik ternyata isi di dalamnya terlalu lembap dan asam sehingga menimbulkan bau. Bukannya ini gagal, tapi masih bisa diperbaiki denhan menambahkan unsur browns nya alias daun kering. Dan tadaaaa 1 minggu berikutnya sampah organik sudah banyak terurai dan tidak bau lagi dan seminggu kemudian pupuk organik kami berhasil panen.. yeay!

Ini adalah proses pembuatan kompos kami :

Sisaan produksi dapur kami.. iya kami pencinta buah dan sayur sehingga sekarang sisaannya bisa bermanfaat lagi untuk ekosistem


Jangan lupa ya ember kompos harus di bolong2in agar ada udara yang masuk
Hasil kompos 3 minggu
Kompos yang sudah di olah , dicampur dengan media tanam (tanah, pasir,sekam).

Awalanya kami pikir kerjaan ini ribet. Ternyata tidak sama sekali. Malah buat saya ini terapi sensory baru. Awalnya masih takut2 pake sarung tangan untuk berkebun , lama2 ahhh ribet….. ya kalo ketemu ulet atau cacing tinggal ambil serokan lalu ya ditaruh lagi di tanahnya 😁

Kenapa sih saya dan suami bener2 concern banget untuk masalah lingkungan hidup (yang gak pernah kelar) karena saya punya Sagara. Kami ga mau egois sama diri kami sendiri yang bisa enak – enakan nikmatin dunianya Alah sedangkan anak saya nantinya menderita akibat ulah tangan dewasa. Segitunya? Iyah 😅 . Mungkin agak terlalu panjang yaa mikirnya, tapi kalau ini ga dikerjain dari sekarang , dikerjain nanti -nanti aja ujung2nya akan banyak penderitaan. Kami ga mau ada terjadi Covid edisi 2,3dan seterusnya.. cukup pandemi ini berhenti disini , saatnya kita jaga bumi. Slowly but sure, saya juga masih banyak harus belajar , masih ada guilty buang sampah ke TPA tapi dengan satu herakan atau dua gerakan saya rasa lumayan kasih kontribusi baik untuk bumi dan untuk masa depan Sagara. I know its sounds like a bullshit, but trust me ketika kita mulai bergerak , maka semakin semangat kita berjuang untuk masa depan 😊

Selamat menikmati hari -hari slow living, kita jadikan pandemi ini sebagai momentum yang bermanfaat ya.. selamat beraktifitas.. stay healthy,stay sane 🏡🍃🌏

One thought on “Satu Bulan Mengelolah Sampah Dapur dan Membuat Pupuk Organik

  1. Kalo niatnya baik, hasilnya pasti baik mbak tika 🙂 aku senang membaca semangatmu mbaak 🙂 tetaplah menulis menebar manfaat 🙂

Comments are closed.