Menikmati Hari -Hari Pandemi Membuat Klepon

Tidak terasa tenyata sekarang sudah bulan ke – 6 ,pertengahan tahun 2020. Artinya tujuh bulan lagi menuju akhir tahun. Bagaimana kabarnya teman-teman? Masih bertahan survive di masa pandemi ini? Insya Allah ya..karena hidup itu adalah perjuangan .. mai ada pandemi atau tidak ya kita harus tetap berjuang .. Semangat…

Sebentar lagi kita akan menghadapi New Normal (yang sesungguhnya saya kurang menerimanya .. karena saya maunya tetep back to normal tapi ya tetap harus terima kondisinya memang seperti ini ).Perihal apa saja yang sudah kalian siapkan? Buat saya, ada atau tiadanya PSBB ya saya akan tetap di rumah aja,namanya juga stay at home mom 🤪 dan that’s why kenapa selama pandemi ini saya biasa2 aja ga terlalu rungsing (paling cuma rungsing karena ga bisa traveling,camping,pantai naik gunung). Banyak sekali kegiatan yang saya isi .. goalnya lebih kepada mengisi diri dengan ilmu yang bermanfaat.

Selama menjadi stay at home mom,saya banyak sekali belajar untuk memberdayakan diri.Mulai dari belajar oil – oil, natural skincare nahh saat pandemi saya lebih belajar lagi untuk bersahabat dengan alam. Mulai dari minimalis sampah dengan mengompos, berkebun sampai mencoba resep ina itu di dapur. Kegiatan – kegiatan ini tidak hanya saya lakukan sendiri tetap bersama suami dan anak tercinta. Alhamdulillah, bap dam sagara punya frekuensi yang sama seperti ibu..punya hobi yang sama (tukang ngulik).

Lately, saya suka banget ngulik jajanan pasar Indonesia. Berhubung lagi gak bisa ke pasar jadi yasudah aku cari2 info resep di internet. Momen ini ku lakukan sejak puasa. Karena tepat buka puasa biasanya craving for good food..

Beberapa hari yang lalu aku mencoba membuat klepon. Kue basah ini adalah kue favorit suamiku, jadi dibuat dengan optimisme pasti bakal abis hahahaha. Aku membuat klepon dengan memaksimalkan bahan – bahan yang ada di rumah (dan #kebunkelana). Dalam rangka mengurangi penumpukan barang juga di rumah jadi let’s go kita bikin klepon biru.

Klepon biru, aku buat dengan menggunakan pewarna alami dari bunga telang. Bunga telang ini always my favorite , low maintanance tapi high function.. daunnya bisa di sop bening, bunga nya bisa menjadi pewarna alami. Jadi kali ini, instead of pakai daun suji.. aku pakai bunga telang untuk pewarna alami pakai bunga telang..

Klepon ini adalah cemilan sehat.. gluten free kalo kata orang2 jaman sekarang. Bahan – bahannya terdiri dari tepung beras , tepung ketan , gula merah , santan , kelapa parut dan himalayan salt. Resepnya? Banyak banget di cookpad dan youtube.. silahkan langsung google aja gaes..

Sedikit tips untuk pewarna dari bunga telang. Aku pakai sekitar 4 bunga telang yang direndam dan direbus dengan 50 ml air. Sampai warnanya benar2 pekat dan airnya suam baru bisa dicampurkan ke adonan. Kalau warnanya terlalu pekat bisa tambahkan air, kalau sebaliknya warnanya terlalu muda airnya dikurangi lagi. Pokoknya sesuai selera ya..

Kegiatan2 ini sangat therapeutic loh. Mulai dari proses ngulen sebagai proses melatih sensoric tangan, lalu proses pencampuran warna yang gemes2 ini hingga proses makannya sangat therapeutic hahahaha ..

Percayalah,banyak momen di masa pandemi ini yang patut kita syukuri dan pastinya akan kita rindukan saat New Normal berlaku. Salah satu momen yang sangat aku hargai adalah proses quality time ku bersama Bap dan Sagara. Kalau ga karena pandemi pasti mager bikin klepon ,bikin wedang ronde , bikin nagasari.. semuaaa gara2 pandemi aku makin berdaya sebagai seorang istri dan ibu.

Kalau kalian, kegiatan positif apa saja yang sudah kalian lakukan selama pandemi ini? Tulis di kolom komen ya 😁

2 thoughts on “Menikmati Hari -Hari Pandemi Membuat Klepon

  1. Hai mbak tika, keren banget deh bikin klepon biru. 😁😁 aku dan suami juga klepon. Biasanya warna hijau yaa 😁😁 kreatif kamu mbak! 😊😊
    Btw, aku setuju dengan: banyak momen di masa pandemi ini yang patut kita syukuri, dan pastinya akan kita rindukan saat New Normal berlaku. Walaupun sempat merasa ‘down’ karna situasi pembatasan2 ini, sekarang aku udah sadar dan udah menerima keadaan, dan bahkan aku bisa banyak bersyukur seperti yang mbak tuliskan di atas. 😊😊 Aku percaya, semua ini adalah untuk kebaikan kita umat manusia. 😊😊
    So, welcome to New Normal ya. 😄😄

Comments are closed.