Memilih Sekolah Usia Dini Saaat Pandemi

Akhirnya setelah maju mundur aku untuk menuliskan cerita ini, aku beranikan diri juga untuk bisa sharing perjalanan mencari sekolah untuk Mas Mentri.

Memang secara fitrah usia 0-6 tahun tidak ada kewajiban untuk memasukan anak ke sebuah lembaga karena kebutuhannya masih seputar bermain. Tapi kalau anaknya minta gmana? Lagi pula sudah hampir 1 tahun juga aku menunda2 untuk tidak memasukan mas mentri ke sebuah lembaga dengan idealisme belum waktunya, karena aku masih sanggup menemaninya.

Singkat cerita, selama pandemi ini banyak sekali hal yang sudah aku lakukan untuk bermain dengan mas mentri. Semua kegiatanku adalah kegiatannya juga, tapi lama2 ya kok berasa tua banget ya kegiatannya anak ini πŸ˜… mulai dia bisa presentasi tentang kompos ke teman2 kompleknya atau ya cerita hal2 yang terlalu alam.. dimana ya gak semua teman2nya juga bisa se frekuensi.. lama2 aku dan suami merasa perlu lebih mengadjust kegiatan dia dengan kegiatan yg seumuran. Ya se simple sensory dengan pasir atau beras bukan kebiasaan dengan tanah. Ya ada baik ada gaknya juga ternyata 😁 Selain itu setiap pagi , dia mulai sadar kalau kakak2 komplek ga ada yg main keluar rumah karena sekolah online..dari situlah dia selalu merongrong begging ke ibu dan bapak untuk sekolah.

Sejak kami pindah kembali ke BSD untuk menetap dalam jangka waktu yang panjang aku juga sudah mulai siap2 observasi sekolah sekitar rumah. Ada beberapa kandidat dan juga cek2 biaya masuk / pendaftaran beberapa sekolah. Sudah lihatkan dari postinganku sebelum ini. Untuk apa ya sebenernya? Ya pastinya buat siap2 mengeluarkan uang pundi2 menabung kami untuk biaya pendidikan mas mentri.

Sampai suatu hari aku ketemu dengan Kawakibi. Sebetulnya sudah penasaran sejak 2 – 3 tahun lalu sejak kami belum pindah ke Bali. Penasaran karena sekolah ini lucu namanya, ear catchy 😬 dan pas dilihat islam based. Akhirnya, maret lalu kami sempatkan untun survey kesana. Alhamdulillah langsung bertemu dengan foundernya Ms. Dina.

Tempatnya cukup homey, ga terlalu besar pastinya kapasitas outdoor dan indoornya seimbang. Selain melihat tampilan fisik saya juga banyak bertanya tentang metode pendekatan yang diterapkan oleh sekolah ini dalam memberikan pendidikan pada usia dini terutama saat pandemi. Yang bikin saya tambah sreg lagi adalah metode belajar belajar Quran dan Islam secara fun. Selain itu semua materi2 kegiatannya didekatkan pada hadist dan adab jadi makin tambah seru. Plusnya lagi, hanya 1 km dari rumah jadi saya sudah berangan2 , mas mentri nantinya bisa ke sekolah naik sepeda. Yes, less carbon footprint 😁

Selama kami mengikuti pelajaran online ini , kami merasa puas .. Guru2nya benar2 melakukan pembimbingan yang terbaik. Setiap Minggu kami di update jadwal kegiatan, setiap minggu kami di antarkan pula Kit ke rumah yang akan untuk dikerjakan. Dan materi online yang diberikan juga interaktif jadi anak gak bosen.

Kenapa memilih sekolah islam? Karena kami sekeluarga juga ingin kembali merefresh ilmu2 kami tentang agama kami. Buat kami, akan lebih menyenangkan.. (apalagi sekarang ada kesempatan online) jadi kami bisa belajar bersama 😊 . Di Kawakibi , anak diajarkan adab yang mengasah kefitrahannya secara islam. Selain itu , metode2 yang diberikan juga dikemas dengan fun. Seperti belajar membaca huruf hijayah dengan metode otak kanan, menghafal surat dan ayat Al-quran dengan gerakan tangan sehingga lebih mudah. Belajar membaca tanpa mengeja dengan jolly phonics. Ibunya aja penasaran dan excited setiap mendampingi anaknya online.. apalagi anaknya.

Buat aku, sebagai ibu metode sekolah online ini adalah guideline untuk aku dan Sagara bisa berinteraksi. Karena jujur, makin kesini aku makin ga ada ide .. dengan Kawakibi aku lebih terbantu buat mendampingi anakku bermain sesuai dengan umurnya , sesuai dengan indikatornya. Lagi pula, pekerjaan rumahku sekarang sudah banyak berkurang.. karena Sagara sudah besar (tidak perlu ribet2 bikin mpasi , cuci popok , cuci botol), kerjaan freelance juga berkurang karena pandemi, bisnis ya up and down .. kalo lagi down gini jadi ya hikmahnya aku bisa lebih fokus mendampingi dia bermain dan belajar. Jadi ya sangat sangat disyukuri lah.. aku lebih banyak waktu buat mas mentri.

Pemberian materi online ini challenging banget buat sekolah – sekolah. Kebayang gak, kalau mereka bisa mengemas onlinenya aja secara out of the box , keren! Gimana nanti pas offline ?

Ini salah satu kegiatannya :

Pagi-pagi dapet Kit Learning Box buat kegiatan sampai akhir semeste. Isinya bikin semua mau dimainin
Bulan ini Mas Mentri belajar tentang weather. Dari mulai activity apa yang bisa dilakukan sesuaai dengan cuaca, hadist,surat dan adab apa yang menyangkut tentang cuaca. Ini kegiatan bikin weather finger
Enjoy makan pisang sambil online.. kapan lagee bisa sekolah sambil koloran ya nak 😜
Guru2nya pun bisa menerima karakter masing2 anak. Kebetulan anakku agak nyentrik, suka belajar dibawah meja sambil pake kaca mata hitam kaya bob sadino. Semoga rejekinya juga sama ya nak😁
Karena guru2nya juga kreatif sehingga anak2 bisa duduk manis 40 menit bermain online bersama.
Project event maulid nabi.

Jadi bagaimana pengalaman sekolah online? Buat aku, pilihan tepat memilih Kawakibi. Karena memang se-fun itu. Disini ga ada pressure ataupun kompetisi anak A atau B harus bisa ina itu, karena memang semua perkenalan harus dimulai dengan hal yang menyenangkan. Kawakibi juga gak pernah push anak bisa membaca dan berhitung tapi dengan metodenya mas mentri jadi malah lebih mudah membaca baik huΕ•uf latin maupun hijayah. Dengan sendirinya , dia jadi lebuh senang bertemu huruf2 dan merangkainya. Pelan – pelan tapi prosesnya sungguh luar biasa.. itu yang aku cari untuk membersamai tumbuh kembangnya.

Buat ibu2 yang lagi cari2 Sekolah Pre-School.. mau yang kualitasnya middle upper tapi harganya masih affordable , susasanya juga masih rindang, guru2nya pengalamannya gak kaleng2 silahkan langsung cekiceki Kawakibi.

Waktu aku research Kawakibi aku masuk ke forum Femaledaily, semua reviewnya bagus, lalu aku juga cek komen2 di feed instagram @kawakibischool.. overall semua orang tua yang komen kasih feedback positive. Dari situ aku langsung ambil benang merah kalau hubungan komunikasi antara guru , paguyuban,murid dan orang tua nurid terjalin dengan baik. Sorry, aku bukan tipe yang percaya endorse/ambassador (wkwkwkw) tapi lebih butuh honest review.

Info internal, mereka juga sudah mulai jalan kelas untuk Primary School (SD) tapi saat ini terbuka untuk lulusan TK Kawakibi saja karena tempatnya juga masih terbatas.

Jadi, bunda – bunda yang penasaran silahkan langsung cek link ini buat mengetahui Kawakibi lebih lanjut.

http://bit.ly/KawakibiSchool

Jujur ya, kalau ada sekolah macem kaya gini.. harganya Ok, sistem pengajarannya Ok, semua kegiatan yang dilakukan bersama anak dan orangtua juga terasa lebih mudah dan berfaedah..jadi mikir lagi ga sih? Sekolah2 yang mahal2 itu , yang pandemi ga ada diskon , plusnya apalagi sih gaes? Jujur aku bingung … bukan mau nyinyir tapi sungguh aku bingung. Silahkan pencerahannya di komen.. sembari berbagi ya 😊😊

3 thoughts on “Memilih Sekolah Usia Dini Saaat Pandemi

  1. Hai mbak Tika. Tadi kayaknya udah ngetik panjang, tapi kehapus kayaknya haha…
    Aku mau komen yg bagian β€˜nyinyir’ dulu ah 😁😁 tiap orang tua pasti punya pertimbangan masing2 utk sekolah anaknya. Makanya macam2 sekolah itu pasti ada aja muridnya mbak. Kayak kalo kita beli baju, motifnya banyak dan macam2, tapi tetep aja ada yang beli dan laku. 😁😁
    Btw, menyenangkan banget membaca cerita mbak tentang sekolah Kawakibi ini. Secara online aja udah keren banget, apalagi kalo offline ya! 😊😊

    1. Ahh iya betul banget sih… makanya itu ya pilihan skolah sekarang banyakkkkkk banget. Sampe bener2 bingung sendiri ketambah sekarang adalagi metode homeschool.. duh gusti! Kayanya jaman kita cuma ada negri dan swasta .. gak kebayang next generation jenis pekerjaannya juga pasti lebih beragam 😁

Comments are closed.